Tuesday , 11 December 2018
Breaking News
Home / Nasional / Ekonomi / UOB dan BKPM Berkolaborasi Fasilitasi Investasi Asing ke Indonesia

UOB dan BKPM Berkolaborasi Fasilitasi Investasi Asing ke Indonesia

Para pekerja sedang membangun proyek properti

INFO PERBANKAN – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia), UOB China, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia menyelenggarakan ASEAN Investment Seminar di Guangzhou, yang dihadiri oleh lebih dari 120 investor Tiongkok.

Dalam seminar ini, para investor memperoleh informasi tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia serta berbagai kesempatan investasi dari tim ahli UOB Indonesia, perwakilan Pemerintah Indonesia, termasuk Nurul Ichwan, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM.

“Indonesia merupakan tujuan investasi yang menarik bagi para investor Tiongkok karena demografi penduduk yang relatif muda, besarnya jumlah angkatan kerja dan kelas menengah yang terus meningkat, serta adanya permintaan konsumen yang kuat,”ujar Head of Commercial Banking, UOB Indonesia Tonny Timor Basry dalam siaran pers.

BACA JUGA :   PT Bhakti Bumi Mandiri Kembangkan Bumi Indonesia

Seminar ini, kata Tonny, diselenggarakan dengan berkolaborasi bersama BKPM dengan tujuan untuk memberikan berbagai pandangan dan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan asal Tiongkok dalam mengendalikan kesempatan dan kompleksitas berbisnis di Indonesia.

Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM Nurul Ichwan mengatakan, pihaknya menyambut baik antusiasme dari para investor Tiongkok yang terlihat dalam UOB ASEAN Investment Seminar. Acara ini memberikan kesempatan untuk melakukan promosi investasi ke Indonesia dan memperkenalkan kepada para investor berbagai sektor yang potensial di Indonesia, seperti manufaktur, infrastruktur, pariwisata, dan ekonomi digital.

“Melalui acara ini, kami juga menginformasikan bagaimana kondisi iklim bisnis di Indonesia yang kini bergerak ke arah yang tepat setelah berbagai reformasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menyederhanakan dan mempercepat proses bisnis demi meningkatkan investasi asing,” jelas Nurul Ichwan.

BACA JUGA :   REI Beri Masukan Pada DPR

Chief Economist UOB Group Suan Teck Kin mengungkapkan, ASEAN akan mendapatkan manfaat dari BRI karena kedekatan geografis antara Tiongkok dengan ASEAN serta sejarah hubungan dagang yang telah terjalin sebelumnya. Pasar konsumen muda ASEAN diproyeksikan akan berlipat ganda dari pada 2030 menjadi 160 juta dari 81 juta di tahun 2013.

“Selain itu, perekonomian ASEAN diperkirakan akan tumbuh cepat berdasarkan pertumbuhan yang terjadi dalam 10 tahun terakhir, dimana pada tahun 2017, ASEAN adalah wilayah ekonomi terbesar kelima di dunia. Posisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan terbesar keduabelas di tahun 2007,” jelas Suan Teck Kin.

BACA JUGA :   Raih Tiga Trophy Sekaligus, Modernland Realty Group Berjaya Di Ajang PIA 2018

Indonesia, sambung dia, sebagai negara terbesar di ASEAN, berkontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 37 persen terhadap PDB ASEAN di tahun 2017 dan diproyeksikan akan sama dalam beberapa tahun ke depan. Perekonomian Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh stabil dengan angka PDB antara 5,2 hingga 5,4 persen di tahun 2019.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*