Sunday , 18 November 2018
Breaking News
Home / Properti / Apartemen & Perhotelan / Urai Kemacetan, Pikko Aktifkan Akses Sekitar SPG

Urai Kemacetan, Pikko Aktifkan Akses Sekitar SPG

Kondisi lalu lintas dipersimpangan Jalan Dewi Sartika – Otista dan MT Haryono disektar Signature Park Grande karena adanya pembangunan infrastruktur LRT disekitar Jalan MT Haryono, flyover Pancoran dan underpass Mampang Prapatan.

BERITA PROPERTI – Selain mengembangkan produk properti yang inovatif dan dapat diterima dengan baik oleh konsumen, pengembang juga harus memperhatikan lingkungan sekitar proyek yang dikembangkan. Langkah yang dilakukan oleh para pengembang tersebut, akan berdampak pada meningkatnya nilai properti dan kawasan disekitar proyek.

Hal ini dilakukan oleh Pikko Group, pengembang Signature Park Grande (SPG) dengan mengaktifkan alternatif akses jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, yang bertujuan untuk  membantu penghuni mengurangi dampak kemacetan dari pembangunan infrastruktur sepanjang jalan MT Haryono. SPG merupakan hunian terintegrasi dan siap huni yang berada di kawasan tersebut.

Disekitar kawasan hunian seluas 4,3 hektare itu, saat ini memang sedang ada pengerjaan proyek LRT yang berdampak kepada kemacetan lalu lintas. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengerjakan proyek underpass Mampang Prapatan-Kuningan dan pembangunan flyover Pancoran, yang menyebabkan kemacetan di persimpangan Cawang dan Jalan MT Haryono.

“Melihat kondisi ini, kami mengambil inisiatif untuk membantu penghuni kawasan terpadu Signature Park Grande dengan memberikan alternatif akses melalui Jalan Dewi Sartika menuju atau meninggalkan Jakarta. Alternatif akses ini untuk membantu para penghuni yang selama ini mengakses (in-out) arah MT Haryono,” ujar Direktur Marketing Pikko Group, Sicilia Alexander Setiawan dalam keterangan resmi.

Dikatakan Sicil, persimpangan Cawang – MT Haryono, merupakan junction-nya Kota Jakarta bagi arus kendaraan dan penglaju dari Bogor, Cibubur dan Bekasi untuk menuju pusat kota Jakarta sekitarnya. Posisinya sangat strategis dan merupakan titik temu Jabodatebek terkait penerapan sistem transit oriented development (TOD).

“Lokasi Signature Park Grande yang berada di posisi sudut (hook) Jalan Dewi Sartika – MT Haryono kian memudahkan mobilitas penghuni beraktivitas. Melalui akses Jalan Dewi Sartika, misalnya penghuni dapat menghindari penumpukan kendaraan di jalan utama MT Haryono menuju persimpangan Otista, Tebet, Pramuka dan Jakarta sekitarnya,” kata Sicil.

Perihal Signature Park Grande, lebih lanjut Sicil menjelaskan, saat ini proses serah terima dua menara sedang berlangsung dan sebagian telah ditempati. Termasuk beberapa usaha konstruksi pembangunan telah menjalankan aktivitasnya dari SPG dan beberapa pihak perbankan telah mengajukan kerjasama usaha.

Signature Park Grande terdiri dari dua menara apartemen The Light (19 lantai) dan Green Signature (20 lantai) dan dikembangkan KSO Pikko Group dan PT Pelaksana Jaya Mulia serta menggandeng Pulau Intan sebagai kontraktor utama. Kedua menara hunian dilengkapi lansekap hijau, taman bunga, serta fasilitas berkelas, seperti taman air mini, kolam renang dewasa dan anak, arena bermain, lounge, jacuzzi, altar maupun ruang multifungsi.

Sicil mengungkapkan, tiap menara memiliki 3 (tiga) tipe unit kamar, serta bersertifikat strata title. Dipasarkan dengan harga kompetitif mulai Rp 900 jutaan hingga Rp 1.6 miliaran. Office building satu lantai berukuran 70-90 meter persegi, dipasarkan mulai Rp 3,3 – Rp. 6,7 milliar. Dan yang pasti adalah semua unit sudah siap huni.

Selama bulan Desember 2017, kata Sicil, konsumen dapat memiliki unit fully furnished dengan bunga KPA hanya 4,1%, bebas biaya admin dan provisi serta uang muka hanya 10% yang dapat diangsur Rp 6 jutaan per bulan sesuai dengan komposisi unitnya. “Semua fasilitas sudah lengkap seperti pusat komersial dan bisnis sesuai konsep one stop living yang dikembangkan,” tegasnya.

Saat ini, pusat bisnis, komersial dan pusat lifestyle tiga lantai, sudah habis terjual serta telah dihuni pelaku retail minimarket (indomaret, alfamart), cafe resto (Warung Susu Kopi, RM Padang), JNE,  klinik, healthcare (refleksi) dan dokter umum serta lembaga pendidikan anak internasional Tumble Tots, Kantor Notaris & PPAT Muharzan Aman SH.

“Namun jangan kuatir, karena peluang mendapat unit sewa, masih terbuka melalui Manajemen Rental Profesional yang disiapkan untuk dapat memenuhi ceruk pasar 2.600 unit apartemen atau sekitar 5.200 penghuni dengan asumsi 2 penghuni per unit,” imbuh Sicil.

Lebih lanjut Sicil menggambarkan, jika Transjakarta Koridor 9 terintegrasi dengan KRL Jabodetabek, Tol Dalam Kota MT Haryono-Gatot Subroto terintegrasi dengan Tol Cikampek dan Tol JORR. Maka, ini rute terpanjang melintasi 5 (lima) kotamadya di Jakarta (Pusat, Utara, Barat, Selatan dan Timur) hingga Bandung.

“Dengan akses yang tersedia, Signature Park Grande merupakan solusi paling ekonomis bagi mereka yang selama ini bekerja di Jakarta, tapi tinggal di sekitar bodetabek. Pada Jumat malam hingga Minggu mereka dapat kembali ke rumahnya dan hari Senin sampai Jumat dapat menempati apartemennya atau sebaliknya,” pungkas Sicil.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*