Thursday , 21 November 2019
Home / Indeks Berita / Utamakan Keselamatan, PUPR Tingkatkan Jumlah Ahli K3

Utamakan Keselamatan, PUPR Tingkatkan Jumlah Ahli K3

Pekerja konstruksi sedang mengerjakan proyek Stadion GBK beberapa waktu lalu

KONSTRUKSI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) terus mendorong komitmen masyarakat jasa konstruksi melaksanakan ketentuan mengenai keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan konstruksi. Selain itu memperbanyak jumlah tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat ahli K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) melalui program sertifikasi. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi.

BACA JUGA :   CIMB Niaga Syariah Luncurkan Produk iB Flexi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pentingnya keselamatan konstruksi dalam membangun dan menjaga kredibilitas baik sebagai seorang engineer, pelaksana maupun penyedia jasa. “Pemerintah terus meningkatkan kedisiplinan masyarakat jasa konstruksi melaksanakan ketentuan K3 Konstruksi,” katanya beberapa waktu lalu.

Dirjen Bina Konstruksi Syarief Burhanuddin mengatakan Kementerian PUPR terus melakukan penyempurnaan sistem penyelenggaraan konstruksi. Dalam mengerjakan semua tahapan pembangunan infrastruktur, dari perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian, pemeliharaan, dan pembongkaraan suatu bangunan konstruksi telah memperhitungkan dan melaksanakan  aspek keselamatan.

Untuk meningkatkan jumlah ahli K3 diselenggarakan sertifikasi Ahli K3 yang diikuti oleh tenaga kerja konstruksi level direksi dan manajerial BUMN di bidang konstruksi.  “Langkah ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk selalu mengingatkan penyedia jasa tentang penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang sesuai dengan Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan,” jelas Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin.

BACA JUGA :   PUPR Minta REI Tetap Dukung Sejuta Rumah

Sertifikasi Ahli K3 Batch V diikuti sebanyak 67peserta yang terdiri dari 22 orang setingkat Direksi dan 45 orang setingkat manajer dari beberapa BUMN yakni PT. Perumnas sebanyak 14 orang, PT. PP sebanyak 18 orang peserta, dan PT. Waskita Karya sebanyak 16 orang peserta, PT. Adhi Karya sebanyak 4 orang peserta, PT. Bina Karya sebanyak 5 orang peserta, PT. Wijaya Karya sebanyak 6 orang peserta, dan PT. Nindya Karya sebanyak 6 orang peserta.

Sebelumnya pada Batch I-IV kegiatan sertifikasi ahli K3 telah diikuti oleh sebanyak 283 orang peserta. Upaya mencapai zero accident pada proyek konstruksi, Pemerintah pada Januari 2018 telah membentuk Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) yang  tugasnya adalah melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan konstruksi potensi bahaya tinggi, investigasi kecelakaan konstruksi, dan memberikan rekomendasi kepada Menteri PUPR.

Check Also

Kota Jakarta

Dihadiri 1000 Broker, AREBI Real Estate Summit 2019 Tatap era Digital

BROKER PROPERTI – Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) kembali menggelar serangkaian acara besar pada akhir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link