Sunday , 17 November 2019
Home / Nasional / Ekonomi / Vier Corp Siapkan Rp 1,5 Triliun Beli Saham Perusahaan Anda

Vier Corp Siapkan Rp 1,5 Triliun Beli Saham Perusahaan Anda

Vier Abdul Jamal, Praktisi dan legenda pasar modal dari Vier Corp (poto Wikipedia)

PASAR MODAL – Untuk meraih keuntungan dari pasar modal, ada sejumlah trik dan strategi jitu yang harus dijalankan. Praktisi dan legenda pasar modal Vier Abdul Jamal, membagikan Rahasia Sukses Melantai di Pasar Modal, berikut petikan wawancara beliau dengan Pemimpin Redaksi Property&Bank, Ir. Indra Utama.

Bisa Anda jelaskan tahapan detilnya?

Tahap pertama kita lihat laporan keuangan. Kita   review. Lalu kita buat ilustrasi, kira-kira kalau perusahan ini dapat IPO berapa. Lalu dari ilustrasi itu kita lakukan restrukturisasi laporan keuangan, karena yang paling mendasar. Laporan keuangan 3 tahun kebelakang harus kita liat. Forecash penjualan juga kita lihat. Jika semua itu sudah oke,  biasa kita berdiskusi dengan bursa. Secara unofficial kita berdiskusi perusahaan dengan aset seperti ini, dengan figur profile seperti ini  dengan balanceship dan statement seperti ini kira-kira bagaimana,  bagus nggak.

Jika semua terpenuhi secara aturan dan juga memberi keyakinan bahwa perushaan ini bisa melantai,  biasanya kita mendapat green light dari bursa,  baru kemudian kita mencari lead underwriter yang akan melakukan proses listing tersebut. Setelah dikerjakan underwriter kita akan melakukan meeting beberapa rapat koordinasi. Dari rapat koordinasi semua sampai beberapa kali, biasanya bursa efek  merespon. Oke, laporan Anda atau submission,  Anda sudah memenuhi syarat. Jika belum memenuhi syarat, harus dilengkapi.

Setelah tahapan ini dilalui, tahap berikutnya calon emiten atau calon perusahaan yang akan go publik akan melakukan yang namanya mini expose. Di sini mereka mempresentasikan plan bisnis mereka ke bursa. Dari mini expose tersebut akan berlanjut terus sampai ke OJK . Bursa fokus kepada going consent pada perusahaan yang ingin IPO , sedangkan OJK fokus kepada laporan keuangan nya, aset nya, kepemilikannya, status hukumnya. Apakah ada dispute, hutang apakah ada BI Cheking.  Sampai OJK sudah mengkonfirmasi bahwa perusahaan ini sudah oke. Lalu kita mendapatkan aprroval untuk mendapatkan built building atau mulai menjual saham ke publik.

BACA JUGA :   Jurus Marketing Handal Ala Andreas Nawawi

Melakukan publik expose menjual saham ke publik,  setelah menjual saham ke publik, akan ditentukan berapa jual harga builtbuilding ke publik. Lalu keluar lah angka berapa harga saham itu diminati oleh investor. Setelah proses builtbuilding selesai biasanya investor setor dana. Waktunya,  2-1 minggu sebelumnya dana harus terkumpul kemudian OJK memberikan tanggal efektif untuk IPO. Setelah efektif tanggal IPO keluar,  biasanya perusahaan sudah ready untuk IPO. Penjatahan saham sebelum IPO sudah di distribusi kepada masing-masing investor yang beli. Pada saat IPO itulah saham sudah resmi menjadi perusahaan terbuka dan saham sudah resmi diperjualbelikan

Berapa lama prosesnya?

Proses itu dari awal sampai listing sekarang bisa 5 bulan. Terakhir kita pecahkan rekor itu 5 bulan. Saya sih sebenarnya mau memecahkan rekor 3 bulan kalo memungkinkan. Tetapi ada beberapa yang harus kita perbaiki maupun mempersingkat satu proses. Contoh di luar negeri. Di luar negeri itu IPO sudah online semua bahkan sampai public expose ataupun mini expose. Baru ketemu jadi semua proses admin itu online. Yang menarik itu kalau semua proses IPO itu sudah online. Mungkin yang masanya tadinya 4 bulan bisa jadi 2 bulan.

Berapa lama maksimal proses IPO?

Ada yang sampai 8 bulan. Yang tercepat kita pernah 5 bulan. Tapi kalau bolak-balik ada yang sampai 8 bulan. Kadang kita harus mempertimbangkan menggunakan buku bulan apa kalau buku Maret 5 bulan ke depan udah ga bisa. Kalau bulan Desember bulan Mei baru bisa lagi karena kalau terlambat kita ngga bisa pakai buku itu lagi.

Kenyataanya ada yang mau IPO sudah dua tahun lebih belum juga? Dimana masalahnya?

Biasanya masalahnya,  pertama kelengkapan administrasi masih kurang ataupun ada data-data yang masih meragukan. Misalnya ngutang sama bank. Aset yang mana yang di jaminkan. Biasanya OJK belum mau di terima. Contoh dia ngutang Rp200 miliar, IPO nya Rp300 miliar. Penggunaan dana IPO dibagi-bagi. Ternyata bank nggak setuju. Ini yang membuat delay. Tapi,  kalau hutangnya normal nggak terlalu banyak dan bank juga mengijinkan dia untuk IPO,  sebenarnya bisa cepat.

Jika memiliki beberapa perusahaan, yang mana akan di IPO kan?

Saya menyarankan jika dia punya 2-3 perusahaan IPO kan saja yang terkecil. Karena proses nya simpel biayanya juga pasti lebih kecil semunya juga kecil. Karena kalau dia sudah IPO dia mau akuisisi urusan kedua, ketiga, keempat itu jauh lebih mudah menurut saya, ketimbang saya mau IPO gede 300 milyar, 500 milyar tapi perusahaan yang mau di IPO kan punya kewajiban pajak yang besar karena pada saat IPO 300-500 milyar pajak nya juga pasti besar dan kadang itu harus di bayar di depan jadi menurut saya lebih baik urusan nya kecil IPO nya dulu baru kita bicara next plan nya apa.

BACA JUGA :   Elang Group Bangun Rumah Untuk Anggota Polri di Bogor

Berapa biaya untuk pra IPO ?

Kalau kita ambil total seluruh biaya yang dikeluarkan untuk IPO itu sekitar Rp 5-6 miliar. Itu kalau kita ambil proses 5 bulan artinya biaya yang harus kita siapkan sebulan itu Rp500 juta untuk membayar seluruh penunjang dan seluruh biaya yang termasuk di dalam IPO. Kalau 5 bulan sebenarnya dana yang harus dikeluarkan oleh calon emiten hanya Rp2,5 miliar karena di bulan ke 5 IPO dia sudah dapat duit, jadi sisanya Rp2,5 miliar sampai Rp3 miliar di bayar pakai uang IPO. Jadi kalau boleh dibilang Rp2,5 miliar dana IPO itu hanya dana talangan aja.

Peluang suksesnya itu berapa persen ?

Saya sharing di sini, untuk sukses IPO itu ada 3 kunci. Pertama harus punya IPO advisory yang benar-benar handal. Benar-benar mengerti, karena IPO ini bukan sekedar IPO. Harus ada juga post IPO. Jadi bukan hanya IPO dapat duit. Kedua ada lead underwriter yang mempunyai track record yang sudah membawa banyak pearusahaan IPO di Indonesia. Contoh disini kami selalu menggunakan UOB, karena  sekuritas asing , kedua untuk emiten atau IPO property penjulan kita sampai ke Asia Tenggara. Menggunakan sekuritas asing kita lebih mudah menjual property. Sales atau menjual saham-saham properti yang leasing itu jauh lebih mudah.

BACA JUGA :   iProperty Gelar Konferensi Pembangunan Berkelanjutan

Ke tiga adalah standby buyer. Poin yang harus dimiliki,  karena kalau Anda IPO Rp150 miliar, Anda nggak punya waktu dan sekuritas memiliki waktu yang pendek dari efektif. Mereka menjual saham hanya 2-3 minggu,  jadi mereka ngga bisa cepat jualan. Kalau IPO Rp150 miliar ternyata Anda hanya laku Rp100 miliar , sisanya Rp50 miliar itu harus Anda suspend subscribe. Alih-alih IPO cari duit,  malah menelan barang sendiri. Jadi kenapa VIERCORP termasuk sebagai lead investor group, karna biasanya VIERCORP yang langsung membeli atau menjadi pembeli siaga di awal dari semua IPO yang ditawarkan.

Bisa dijelaskankan maksudnya bagaimana?

Jadi misalkan Anda IPO 20% nilainya Rp150 miliar. Biasanya VIERCORP langsung membeli Rp150 miliar baru kemudian VIERCORP menjual ke ritel. Jadi kita memberi duit dulu ke Anda Rp150 miliar lalu lead underiter bisa melaporkan kepada bursa bahwa saham penjual telah laku jadi mereka bisa menetukan tanggal berapa mereka mau lepas.

Artinya Vier Corp yang akan membeli di depan saham tersebut?

Ya. Sampai saat ini hanya VIERCORP yang berani memberikan full comitment. Di Jakarta, mungkin nanti akan banyak tapi sampai ini yang berani hanya kita. Yang lain hanya bisa fop, maksudnya fop,  mereka hanya jual seberapa laku dari Rp150 miliar IPO,  misalnya hanya laku Rp100 miliar, sisanya Anda cari jalan sendiri. Kalau kita full comittment  Rp150 miliar, beli semua. Kita pernah IPO Rp120 miliar, sudah jual Rp270 miliar. Sudah over subscribe berapa kali.

BACA JUGA :   Menteri PUPR Minta Seluruh Jajarannya Laksanakan Perintah Presiden

Berapa jumlah nilai IPO yang bisa di back up VIERCORP ?

Kami siapkan Rp 1,5 triliun untuk IPO tahun ini. Jadi seperti kemarin, kita jual lagi lalu habis. KIBIF kita jual lagi jadi kita rolling terus. Rp1,5 triliun standby buyer untuk tahun ini. Saya belum berani ngomong “we are the only one” atau pembeli siaga untuk sekarang yang secara blok ada juga yang berani beli 50,70,100. T

Bisa dijelaskan tahapan detilnya?

Tahap pertama kita lihat laporan keuangan, kita   review. Lalu kita buat ilustrasi, kira-kira kalau perusahan ini dapat IPO berapa. Lalu dari ilustrasi itu kita lakukan restrukturisasi laporan keuangan, karena yang paling mendasar. Laporan keuangan 3 tahun kebelakang harus kita liat. Forecash penjualan juga kita lihat. Jika semua itu sudah oke,  biasa kita berdiskusi dengan bursa. Secara unofficial kita berdiskusi perusahaan dengan aset seperti ini, dengan figur profile seperti ini  dengan balanceship dan statement seperti ini kira-kira bagaimana,  bagus nggak.

Jika semua terpenuhi secara aturan dan juga memberi keyakinan bahwa perushaan ini bisa melantai,  biasanya kita mendapat green light dari bursa baru, kemudian kita mencari lead underwriter yang akan melakukan proses listing tersebut. Setelah dikerjakan underwriter kita akan melakukan meeting beberapa rapat koordinasi. Dari rapat koordinasi semua sampai beberapa kali, biasanya bursa efek  merespon. Oke, laporan anda atau submission anda sudah memenuhi syarat. Jika belum memenuhi syarat, harus dilengkapi.

BACA JUGA :   PPRO Rilis Apartemen Mahasiswa Di Malang

Setelah tahapan ini dilalui, tahap berikutnya calon emiten atau calon perusahaan yang akan go publik akan melakukan yang namanya mini expose. Di sini mereka mempresentasikan plan bisnis mereka ke bursa. Dari mini expose tersebut akan berlanjut terus sampai ke OJK . Bursa fokus kepada going consent pada perusahaan yang ingin IPO , sedangkan OJK fokus kepada laporan keuangan nya, aset nya, kepemilikannya, status hukumnya. Apakah ada dispute, hutang apakah ada BI Cheking.  Sampai OJK sudah mengkonfirmasi bahwa perusahaan ini sudah oke,  lalu kita mendapatkan aprroval untuk mendapatkan built building atau mulai menjual saham ke publik.

Melakukan publik expose menjual saham ke publik,  setelah menjual saham ke publik, akan ditentukan berapa jual harga builtbuilding ke publik. Lalu keluar lah angka berapa harga saham itu diminati oleh investor. Setelah proses builtbuilding selesai biasanya investor setor dana. Waktunya,  2-1 minggu sebelumnya dana harus terkumpul kemudian OJK memberikan tanggal efektif untuk IPO. Setelah efektif tanggal IPO keluar,  biasanya perusahaan sudah ready untuk IPO. Penjatahan saham sebelum IPO sudah di distribusi kepada masing-masing investor yang beli. Pada saat IPO itulah saham sudah resmi menjadi perusahaan terbuka dan saham sudah resmi diperjualbelikan.

BACA JUGA :   Sukses, Peluncuran Perdana CitraLand Cibubur

Berapa lama proses itu ?

Proses itu dari awal sampai listing sekarang bisa 5 bulan. Terakhir kita pecahkan rekor itu 5 bulan. Saya sih sebenarnya mau memecahkan rekor 3 bulan kalo memungkinkan. Tetapi ada beberapa yang harus kita perbaiki maupun mempersingkat satu proses. Contoh diluar negeri. Diluar negeri itu IPO sudah online semua bahkan sampai public expose ataupun mini expose. Baru ketemu jadi semua proses admin itu online. Yang menarik itu kalau semua proses IPO itu sudah online. Mungkin yang masanya tadinya 2 bulan bisa jadi 4 bulan.

Berapa lama maksimal?

Ada yang sampai 8 bulan. Yang tercepat kita pernah 5 bulan. Tapi kalau bolak-balik ada yang sampai 8 bulan. Kadang kita harus mempertimbangkan menggunakan buku bulan apa kalau buku maret 5 bulan kedepan udah ga bisa. Kalau bulan Desember bulan Mei baru bisa lagi karena kalau terlambat kita ngga bisa pakai buku itu lagi.

BACA JUGA :   Enam Master Franchise Pasarkan Properti Di Sentul City

Kenyataanya ada yang mau IPO sudah dua tahun lebih belum juga? Dimana masalahnya?

Biasanya masalahnya pertama, kelengkapan administrasi masih kurang ataupun ada data-data yang masih meragukan. Misalnya ngutang sama bank. Aset yang mana yang di jaminkan. Biasanya OJK belum mau di terima. Contoh dia ngutang Rp200 miliar, IPO nya Rp300 miliar. Penggunaan dana IPO dibagi-bagi. Ternyata bank nggak setuju. Ini yang membuat delay. Tapi,  kalau hutangnya normal nagak terlalu banyak dan bank juga mengijinkan dia untuk IPO,  sebenarnya bisa cepat.

Jika punya beberapa perusahaan, mana yang sebaiknya di IPO kan?

Saya menyarankan jika dia punya 2-3 perusahaan IPO kan saja yang terkecil kenapa yang terkecil karena proses nya simpel biayanya juga pasti lebih kecil semunya juga kecil karena kalau dia sudah IPO dia mau akuisisi urusan kedua, ketiga, keempat itu jauh lebih mudah menurut saya, ketimbang saya mau IPO gede 300 milyar, 500 milyar tapi perusahaan yang mau di IPO kan punya kewajiban pajak yang besar karena pada saat IPO 300-500 milyar pajak nya juga pasti besar dan kadang itu harus di bayar di depan jadi menurut saya lebih baik urusan nya kecil IPO nya dulu baru kita bicara next plan nya apa.

Check Also

Bank DKI Annual Report

Sukses Jalankan Keterbukaan Informasi, Bank DKI Raih Annual Report Awards

KINERJA BANK – Bank DKI berhasil meraih tempat kedua dalam Annual Report Award 2018 pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 165

Klik Disini
Cover Majalah Property&Bank edisi 165
close-link
INFO LEBIH LANJUT KLIK DISINI!
close-link