Wednesday , 21 November 2018
Breaking News
Home / Apa Kabar / Yang Terbaik Sebelum Bulan Suci 1436 H

Yang Terbaik Sebelum Bulan Suci 1436 H

ADS COVER 115APAKABAR-Apa kabar pembaca? Kami yakin energi positif Anda masih terus bergelora untuk berkarya melanjutkan sukses Anda di tahun 2015 ini.  Ketika majalah Property&Bank edisi Khusus IPBA-X ini sampai ke ruang baca Anda, tentunya teman-teman kita umat muslim tengah menunaikan ibadah puasa bulan Ramadhan 1436 H. Semoga semua amal dan karya yang kita lakukan di tengah bulan baik ini menjadi teman dan dikenang semua orang nanti.

Pembaca, sebelum datangnya bulan baik, bulan suci Ramadhan 1436 H ini, kami baru saja usai menyelenggarakan event akbar, malam anugerah paling bergengsi, Indonesia Property&Bank Award ke-10, tepatnya 21 Mei 2015 lalu di Hotel Mulia, Senayan Jakarta. Bukan tanpa alasan kami sengaja memutuskan jadual pelaksanaan sebelum datangnya bulan suci puasa. Kami ingin  menyambut datangnya bulan suci dan mengisinya dengan amal baik dengan lebih baik.

Syukur alhamdulilah, meski sempat di warnai berbagai isu demo besar pada 20 Mei 2015 yang diyakini berdampak pada tingkat kehadiran dan pelaksanaan event ini pada esok harinya, akhirnya acara justru berjalan sangat lancar dan dihadiri oleh  stakeholder  properti, mulai dari pejabat, pelaku bisnis properti, perbankan, bahan bangunan, biro iklan, serta media massa.  Tentu saja semua tidak lepas dari doa Anda semua, pembaca setia yang telah menjadi bagian melekat setiap kegiatan yang kami selenggarakan. Hasilnya, seperti yang telah anda simak dari gencarnya pemberitaan terhadap event ini dan dari edisi khusus IPBA-X , Majalah Property&Bank, daftar tokoh, pengembang, proyek, perbankan terbaik tahun 2015 ini dapat anda ketahui.

Selain apresiasi kepada yang  penerima penghargaan terbaik, jelang bulan baik ramadhan kali ini kita juga dianugerahi berita baik, yakni diperlonggarnya beleid BI tentang Loan to Value (LTV) yang sekian lama disebut-sebut turut andil menurunnya daya beli masyarakat terhadap properti, khususnya menengah atas. Penurunannya bahkan sampai 50 persen. Tentunya, dengan revisi aturan LTV ini, meski tidak serta merta membuat penjualan properti langsung booming, namun diyakini akan terjadi kenaikan yang cukup siknifikan.  Dengan direvisinya LTV, uang muka yang disediakan konsumen untuk membeli properti menjadi lebih ringan.

Kita berharap, revisi LTV atau regulasi lain yang dirasakan tidak pro bisnis dan tidak pro rakyat, bisa terus dilakukan pemerintah untuk membuat roda ekonomi kita terus bergerak cepat. Saat ini, dengan tingkat perekonomian dibawah 5%, sulit membayangkan akan seperti apa kesulitan yang dihadapi masyarakat kita. Kondisi perlambatan ekonomi saat ini sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Jika krisis yang terjadi sebelumnya dirasakan dan terlihat dengan kasat mata, maka kali ini dirasakan tapi tidak terlihat. Semoga bulan baik dan suci Ramadhan 1436 H kali ini membawa semangat kita dan pemerintah untuk membuat negeri dan rakyat Indonesia lebih baik lagi. Sampai jumpa edisi mendatang.

Share artikel ini dengan teman

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*