3.500 Unit Rumah Penerima BSPS Di Lampung Disemprot Desinfektan

0
bedah rumah
Penyemprotan desinfektan ke 3.500 rumah Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Lampung

UMUM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penyemprotan desinfektan ke 3.500 rumah masyarakat yang menjadi lokasi bedah rumah Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Lampung. Hal tersebut dilaksanakan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, Program BSPS atau bedah rumah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat dalam mewujudkan hunian yang layak. Hal tersebut dilaksanakan mengingat masih banyak rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di setiap daerah.

[irp]

“Pada masa Pandemi Covid-19 ini rumah yang layak sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat. Kami harap dengan penyemprotan desinfektan ini, masyarakat bisa terhindar dari Covid-19,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Jakarta beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, dalam pelaksanaan Program BSPS ini pihaknya juga mendorong peran aktif masyarakat melalui Program Padat Karya. Sedangkan dalam proses penyemprotan ini pihaknya melibatkan banyak tenaga kerja  mulai dari tukang penyemprot desinfektan, Koordinator Fasilitator (Korfas), Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), hingga PPK, para staf maupun konsultan individual rumah swadaya.

[irp]

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Sumatera V, Ir. A Darwis didampingi Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Lampung,  Heriyanto menerangkan, setidaknya ada 3.500 rumah yang disemprot desinfektan. Rumah-rumah tersebut merupakan penerima Program BSPS atau bedah rumah di Lampung.

Adapun lokasi penyemprotan desinfektan di Provinsi Lampung dilaksanakan di sembilan Kabupaten yakni Pringsewu, Pesawaran, Lampung Tengah, Lampung Timur, Mesuji, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, Lampung Utara, Tanggamus dan satu kota yakni Bandarlampung. Proses penyemprotan dilaksanakan sejak awal bulan September lalu dan diperkirakan selesai pada akhir bulan.

“Penyemprotan desinfektan pada setiap rumah difokuskan kepada benda-benda yang sering di pegang oleh para penghuninya seperti gagang pintu dan daun jendela. Selain itu bagian luar seperti dinding dalam maupun luar rumah juga disemprot,” terangnya.

[irp]

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, proses penyemprotan dilaksanakan dengan mengikuti standar protokol kesehatan. Para petugas penyemprot dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, face shield, baju hazmat hingga sepatu bot, serta alat semprot otomatis.

Penyemprotan dilakukan petugas dengan cara berkeliling dari satu rumah ke rumah lain. Para petugas dibagi menjadi beberapa kelompok dan  dibagi per desa. “Kami juga meminta para petugas dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kesehatannya,” tandasnya.

Salah seorang warga yang menerima Program BSPS dari Desa Tanjung Agung Kabupaten Pesawaran, Anto Riyadi mengungkapkan, dirinya beserta keluarga sangat berterimakasih atas perhatian dari pemerintah yang bersedia menyemprotkan cairan desinfektan di rumahnya. Menurutnya hal itu sangat dibutuhkan mengingat dirinya hanya memiliki penghasilan pas-pasan dan tidak mampu membeli desinfektan sendiri. “Terimakasih karena rumah kami telah disemprot desinfektan. Semoga pandemi Covid-19 ini lekas berakhir,” harapnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 182

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link