Property & Bank

Perkuat Jembatan Budaya Indonesia-Jerman, Buku Antologi Puisi Agung Jerman Resmi Meluncur

budaya
Foto : Istimewa

Propertynbank : Hubungan budaya antara Indonesia dan Jerman kembali diperkuat melalui peluncuran buku Antologi Puisi Agung Jerman yang berlangsung di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta. Kehadiran buku dwibahasa tersebut menjadi simbol penting kerja sama intelektual dan kultural kedua negara melalui sastra.

Buku ini merupakan hasil kurasi dan penyuntingan dua sastrawan dari Indonesia dan Jerman, yakni Agus R. Sarjono dan Berthold Damshäuser. Karya tersebut menghadirkan sejumlah puisi dari para penyair besar Jerman yang berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran dan kebudayaan dunia.

Peluncuran buku dihadiri oleh Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA., yang mewakili keluarga besar Wisma Habibie & Ainun, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste, Direktur Goethe-Institut Jakarta Constanze Michel, kalangan akademisi, sastrawan, serta sejumlah tokoh intelektual.

Dalam sambutannya, Ilham Habibie menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Jerman selama ini tidak hanya dibangun melalui kerja sama ekonomi dan teknologi, tetapi juga ditopang oleh fondasi kebudayaan yang kuat.

Menurutnya, pemilihan Perpustakaan Habibie & Ainun sebagai lokasi peluncuran memiliki makna tersendiri mengingat Presiden RI ke-3, B.J. Habibie, dikenal memiliki kedekatan emosional dan intelektual dengan Jerman.

“Melalui puisi, kita diajak menyelami kedalaman rasa, sejarah, dan dinamika pemikiran masyarakat Jerman yang diterjemahkan dengan sangat indah ke dalam bahasa Indonesia,” ujar Ilham Habibie.

Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, mengapresiasi terbitnya antologi tersebut sebagai jembatan budaya yang mampu mempererat hubungan kedua negara.

Ia menilai proses penerjemahan karya-karya sastra klasik Jerman bukan pekerjaan sederhana. Menurutnya, para editor berhasil menghadirkan keindahan bahasa sekaligus mempertahankan kedalaman makna filosofis yang terkandung dalam karya-karya tersebut.

Antologi ini memuat karya sejumlah penyair legendaris Jerman seperti Johann Wolfgang von Goethe, Friedrich Schiller, Friedrich Nietzsche, hingga Rainer Maria Rilke. Kehadiran mereka dalam satu buku memberikan kesempatan bagi pembaca Indonesia untuk mengenal lebih dekat perjalanan pemikiran dan perkembangan sastra Jerman dari berbagai periode.

Bagi Berthold Damshäuser, proyek ini merupakan wujud kecintaan dan dedikasi panjang terhadap sastra Jerman sekaligus upaya memperkenalkan warisan intelektual tersebut kepada masyarakat Indonesia.

Sebagai akademisi dan Indonesianis dari Universitas Bonn, ia menjelaskan bahwa karya-karya para penyair besar Jerman bukan sekadar teks sastra, melainkan rekaman sejarah pemikiran yang ikut membentuk peradaban modern Jerman.

Di sisi lain, Agus R. Sarjono mengungkapkan bahwa proses penerjemahan berlangsung selama bertahun-tahun dan menghadirkan berbagai tantangan. Tidak hanya menerjemahkan kata demi kata, tim penyusun berupaya mempertahankan ritme, nuansa, dan jiwa puisi agar tetap dapat dinikmati pembaca Indonesia tanpa kehilangan makna aslinya.

Budaya
Foto Iistimewa

Salah satu karya yang menjadi perhatian dalam peluncuran tersebut adalah puisi “Tujuh Meterai” karya Friedrich Nietzsche. Puisi itu menggambarkan gagasan tentang keabadian dan konsep eternal recurrence atau keberulangan abadi yang menjadi salah satu pemikiran penting Nietzsche.

Berikut Bait puisi tersebut :

Oh, bagaimana aku tak syahwatkan keabadian

Dan cincin kawin segala cincin,

Cincin Sang Keberulangan!

Tak pernah kutemukan perempuan

Yang ingin kujadikan ibu anak-anakku,

Kecuali perempuan yang kucintai ini:

Karena kucintai kau, oh Keabadian!

Karena kucintai kau, oh Keabadian!

Makna Puisi

Dalam interpretasinya, keabadian dipersonifikasikan sebagai sosok perempuan yang dicintai. Simbol cincin keberulangan menggambarkan pandangan bahwa kehidupan bergerak dalam siklus tanpa akhir, sehingga manusia ditantang untuk menerima seluruh pengalaman hidup, baik suka maupun duka, sebagai bagian dari takdir yang harus dicintai.

Selain peluncuran buku, acara juga dimeriahkan dengan musikalisasi puisi yang dibawakan Agus R. Sarjono bersama Cherly Chairani. Para tamu undangan juga disuguhkan pembacaan puisi dalam bahasa Jerman oleh Berthold Damshäuser dan versi bahasa Indonesia oleh Agus R. Sarjono.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi bedah buku yang membahas perkembangan sastra Jerman, konteks sejarah lahirnya karya-karya besar tersebut, serta tantangan penerjemahan sastra klasik yang sarat makna filosofis.

Dengan terbitnya Antologi Puisi Agung Jerman, para penyusun berharap buku ini dapat menjadi referensi penting bagi akademisi, mahasiswa, peneliti sastra, kolektor literatur, maupun masyarakat umum yang ingin memperluas wawasan mengenai pemikiran dan kebudayaan dunia melalui karya sastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan