Home / Nasional / Ekonomi / Agar Pasar Bergerak, Properti Perlu Mitigasi dan Stimulus

Agar Pasar Bergerak, Properti Perlu Mitigasi dan Stimulus

Pekerjaan pengecoran Roof Top

BERITA PROPERTI – Pandemi Covid-19 sangat menekan industri properti. Sejumlah proyek properti tertunda, penyerapan pasar melorot, sedangkan arus kas perusahaan macet. Penyerapan rumah dan apartemen kelas menengah bawah yang menyangga pasar properti Tanah Air terganjal daya beli konsumen yang melemah.

Masyarakat menengah bawah perlu rumah tinggal, tetapi menahan transaksi di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Investor segmen menengah atas menunda pembelian karena menunggu krisis Covid-19 membaik. Berdasarkan data Real Estat Indonesia (REI), sektor realestat meliputi 13 bidang usaha dan terkait 174 industri penunjang.

BACA JUGA :   Jelang Penerapan New Normal, Sejumlah Emiten Properti Bersiap-siap

Sektor ini menaungi sekitar 20 juta tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perlambatan ekonomi global dan dampak virus korona turut memengaruhi pertumbuhan di sektor properti. Bahkan, perlambatan di sektor tersebut diperkirakan masih terjadi tahun ini.

Meski demikian, pemerintah tak lelah memberikan stimulus ekonomi, setelah mengumbar relaksasi kredit bagi para pelaku UMKM, kini giliran kredit konsumsi yang diberikan pelonggaran berupa subsidi bunga bagi kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit kendaraan bermotor (KKB).

BACA JUGA :   Pemerintah Gulirkan Stimulus, Giliran Perbankan Permudah Akad KPR

Hingga 26 April 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sudah ada 65 bank yang melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp 113,8 triliun dari 561.950 debitur. Nilai tersebut termasuk restrukturisasi kredit kepada 522.728 pelaku UMKM senilai Rp 60,9 triliun

Sedangkan hingga 27 April 2020, sudah ada 166 perusahaan pembiayaan yang merestrukturisasi kredit senilai Rp 13,2 triliun yang berasal dari 367.465 kontrak. Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan Anto Prabowo menyebut sejumlah beleid terkait subsidi kredit konsumsi tengah disusun pemerintah.

BACA JUGA :   HPL Diperpanjang Hingga 90 tahun, Pengamat : Tak Ada Pengaruh Signifikan

“Pemerintah bersama OJK, Bank Indonesia, dan LPS sedang menyiapkan peraturan pemerintah, dan sejumlah petunjuk pelaksanaan teknis lainnya. Termasuk aspek komunikasi agar dipahami para lembaga jasa keuangan, dan debitur kelak,” kata Anto, pada Minggu (03/05/2020).

Meski masih dalam proses penyusunan, sejumlah kisi-kisi yang sudah ditentukan. Restrukturisasi KKB diberikan untuk nilai kredit di bawah Rp 500 juta. Sedangkan untuk KPR berlaku untuk tipe rumah 21, 22 hingga 70. Sementara skema subsidi akan diberikan selama enam bulan sejak April hingga September dalam dua tahap bagi dua kategori.

BACA JUGA :   Sejak 2005, SMF Telah Salurkan Pembiayaan Perumahan Rp 62,05 triliun 

Pertama bagi nilai kredit di bawah Rp 500 juta diberikan subsidi bunga 6% pada tiga bulan pertama, serta 3% untuk tiga bulan berikutnya. Sedangkan kategori kedua untuk nilai kredit di atas Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar diberikan subsidi 3% untuk tiga bulan pertama, dan 2% untuk tiga bulan berikutnya.

Merespon hal ini, Wakil Ketua Umum Bidang Informasi dan Telekomunikasi REI, Bambang Eka Jaya menyebutkan jika langkah pemerintah ini  patut diapresiasi. Namun, ia sangat berharap agar gerak kebijakan pemerintah ini juga menyentuh sektor pasar properti.

BACA JUGA :   Intiland Hadirkan Klaster Acacia Mulai Rp 1,6 Miliar di Graha Natura Surabaya

“Agar pasar tetap menggeliat, industri properti butuh dua kebijakan terukur, yakni Mitigasi dan Stimulus. Mitigasi dibangun untuk bertahan, sementara Stimulus perlu dilakukan demi menciptakan new market (pasar yang baru), setelah krisis pandemi selesai,” terang Bambang, pada Senin (11/05/2020).

Ia menjelaskan dalam hal kebijakan pemotongan bunga dengan kategorisasi KPR subsidi dan Non subsidi, bisa dimasukkan kedalam kelompok Mitigasi, agar konsumen tetap mampu mempertahankan kemampuannya membayar angsuran KPR.

BACA JUGA :   JokowI Pastikan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Siap Digunakan

“Relaksasi bunga KPR subsidi dan Non subsidi ini sejatinya properti yang dibiayai institusi perbankan agar proses pembayarannya tidak macet. Lebih ke sektor pengamanan, jadi ujungnya adalah penyelamatan perbankan, agar piutang tak tertagih (bad debt)-nya tidak melonjak dengan meringankan biaya angsuran,” jelasnya.

Meski demikian, pria 56 tahun ini merasa perlu jika langkah kongkrit pemerintah selanjutnya adalah segera menggulirkan insentif yang bersifat stimulus agar menciptakan pasar lebih kondusif usai Covid19 mulai teratasi.

BACA JUGA :   Event Ke 5, Keramika 2016 Targetkan 30.000 Pengunjung

“Masyarakat akan terdorong untuk segera membeli properti , baik baru maupun yang secondary, jika kemudahan ini terjadi. Jangan lupa, kebijakan ini lansung menciptakan pasar baru. Dengan adanya properti yang baru, maka tercipta lapangan kerja baru untuk buruh pekerja yang bekerja membangun properti agar laku terjual,” terang arsitek ini.

Salah satu upaya yang segera bisa diusahakan, menurut Bambang adalah merangsang kebijakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi lebih agresif. Meski berstatus pajak daerah, ia meyakini pemerintah bisa melonggarkan BPHTB dalam masa krisis seperti saat ini.

BACA JUGA :   Lampaui Target, Penjualan Sentra Timur Di IPEX 2017

“Usulannya adalah kebijakan pemerintah daerah agar merelaksasi kesanggupan membayar BPHTB selama periode tertentu, semisal selama satu tahun. Begitu juga dengan pasar secondary, BPHTB serta Pajak Penghasilan (PPh) turut mendapat perlakuan yang sama. “Selanjutnya kebijakan itu dikembalikan ke pemerintah daerah, setelah periode krisi ini berakhir,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

Loan Market Gelar Virtual Talkshow, Winners 101: The Secret of Success

PROPERTI – Loan Market Indonesia, sister-company Ray White Indonesia, yang merupakan penggagas agen jasa keuangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 178

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link