Tuesday , October 27 2020
Home / Indeks Berita / Tetap Bekerja, Anies Baswedan Enggan Ramal Kapan Virus Corona Berakhir

Tetap Bekerja, Anies Baswedan Enggan Ramal Kapan Virus Corona Berakhir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

UMUM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku jika dirinya tak mengetahui kapan pandemi virus corona atau Covid-19 berakhir. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu menyerahkan persoalan tersebut kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Berapa lama ini yang akan kita hadapi? Wallahu A’lam (Dan Allah lebih tahu), nggak ada yang tahu (kecuali Allah),” kata Anies saat menerima bantuan korban terdampak pandemi virus corona dari PT Repower Asia Tbk, Selasa (5/5).

BACA JUGA :   Dampak Covid-19, UOB Indonesia Umumkan Program Relaksasi Kredit

“Kalau ada yang menyebut bulan-bulan tertentu, silakan. Tapi Gubernur Jakarta tak punya urusan ramal-meramal,” ungkapnya. Menurut Anies, Gubernur DKI Jakarta saat ini bertugas mengamankan dan memastikan kebutuhan rakyat.

Terutama bagi yang tak memiliki penghasilan aman, sekaligus menjamin kinera tenaga kesehatan dengan baik. “Di Jakarta, Alhamdulillah kapasitas fasilitas yang dimiliki memungkinkan untuk menangani Covid-19. Di Jakarta ada 190 rumah sakit, yang hari ini menangani Covid-19, ada 172 rumah sakit,” ujarnya.

Berdasarkan catatannya, jumlah kamar yang disiapkan untuk pasien Covid-19 ada 3.600 unit. Sampai sekarang, kata dia, kamar-kamar itu belum dipenuhi pasien. Termasuk fasilitas Intensive Care Unit (ICU) yang dimiliki DKI Jakarta. Dari 1.200 ruangan ICU yang disiapkan, hanya 900-an unit uang terpakai.

BACA JUGA :   Gyproc, Produk Yang Ramah Lingkungan

“Kapasitas yang kami miliki itu, semuamya dialokasikan di awal. Ruangan ICU disiapkan 1.200 dialokasikan supaya tidak menggeser orang (mengalihkan pasien),” jelas pria yang pada hari, Kamis (07/05/2020) tepat berusia 51 tahun.

Anies juga membeberkan, kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan dalam mengangani Covid-19, naik hingga dua kali lipat. Dahulu yang hanya 5.000 APD setiap hari, kini kebutuhannya menjadi 10.000 APD per hari.

“Di Jakarta konsumsi APD saat April itu 5.000 unit per hari. Dan hari ini sudah 10.000 per hari,” jelasnya. Ia menyebut pemerintah sudah harus memikirkan produksi APD secara masif. Menurutnya, yang menjadi tantangan tidak hanya pada kemampuan menjahitnya, tapi kualitas bahan yang digunakan.

BACA JUGA :   Pollux Properties Bangun Dotonburi Shopping Street

Kualitas harus diutamakan agar tenaga kesehatan dapat terlindungi dari penyakit Covid-19 saat menangani pasien. “Jadi, tantangan yang kami hadapi tidak kecil, karena itu semua bantuan memberikan manfaat. Dan bagi kami tidak ada (bantuan) yang besar dan yang kecil,” bilangnya.

“Misalnya, 10 bantuan APD menyelamatkan 10 tenaga medis. Lalu, jangan dibandingkan dengan (kebutuhan) yang kini mencapai 10.000 APD itu. Sebab, bila tidak ada (APD), tenaga medis akan kerepotan menangani pasien,” tambahnya.

BACA JUGA :   The Importance of Risk Tolerance

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Khusus Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan virus corona mulai terkendali. Jika masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan maka bisa kembali hidup normal pada Juni atau Juli. Jika pada Juli virus corona bisa dikendalikan, ia berharap masyarakat sudah terbiasa hidup disiplin pada bulan Agustus.

Check Also

Waterfall by Crown Group

Aktifitas Lebih Banyak Dilakukan Di Rumah, Pandemi Pengaruhi Desain Hunian

PROPERTI – Pemerintah dan pelaku industri pengembangan hunian dihimbau untuk memikirkan kembali standar desain bangunan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link