Monday , October 26 2020
Home / Breaking News / Anies Kembali Terapkan PSBB Ketat Di Jakarta, Properti Terdampak Signifikan

Anies Kembali Terapkan PSBB Ketat Di Jakarta, Properti Terdampak Signifikan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

PROPERTI – Sektor properti menjadi salah satu yang terkena dampak cukup signifikan pandemi Covid-19. Terlebih lagi, mulai Senin pekan depan, DKI Jakarta memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total.

Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi, menyampaikan, bila pengusaha mendukung rencana pemerintah mengendalikan pandemi. Namun, kondisi pasar properti masih cukup berat di tahun ini. Ditambah lagi dengan kebijakan pembatasan sosial, diperkirakan bakal menyebabkan penurunan penjualan.

BACA JUGA :   REI Dukung Penuh Deregulasi Sektor Properti

Theresia menjelaskan, pandemi Covid-19 cukup memberikan dampak bagi kinerja keuangan perseroan di semester pertama tahun ini. Terutama, melambatnya penjualan apartemen dan perkantoran atau high rise building.

“Paling penting, harus dihadapi bersama-sama dengan baik. Saling kerjasama, sense of crisis yang sama. Pemerintah, swasta, masyarakat harus saling mendukung,” katanya Kamis (10/09/2020). Sementara itu, emiten properti lainnya juga mengalami dampak penurunan penjualan dan laba bersih yang signifikan akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA :   BNI Senayan Salurkan Bansos BPNT Tahap III

Mengacu informasi dari manajemen PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di laman keterbukan informasi Bursa Efek Indonesia (BI), perseroan memperkirakan penurunan pendapatan sebesar 25% – 50%, sedangkan laba bersih diperkirakan turun lebih dari 75% periode laporan keuangan yang berakhir Juni 2020 dibanding tahun sebelumnya.

Dampak pandemi ini menyebabkan pembatasan operasional berjalan lebih dari tiga bulan, terhadap kantor pusat perseroan, proyek anak usaha seperti ITC, mall dan gedung perkantoran, serta penghentian operasional pada proyek usaha arena rekreasi enitas anak.

Sebagai imbasnya, ada 100 orang karyawan dilakukan pemotongan gaji, 100 orang karyawan mengalami pengurangan kerja, dan 100 orang karyawan dirumahkan sementara, hingga perusahaan beroperasi normal kembali. (Artha Tidar)

Check Also

Peminat Rumah DP Rp 0 Tinggi, DPRD : Bangunan Rampung, Kok Penghuni Sepi

PROPERTI – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta menyebut peminat hunian dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link