Monday , September 28 2020
Home / Indeks Berita / Aplikasi PPDPP Dilakukan Security Assessment oleh BSSN

Aplikasi PPDPP Dilakukan Security Assessment oleh BSSN

PPDPP
Perjanjian kerja sama (PKS) teknis antara PPDPP dengan BSrE (Badan Sertifikasi Elektronik)

NASIONAL – Dalam rangka meningkatkan security system Infrastructure dan rencana penerapan digitalisasi penandatangan dokumen di Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, selama 5 hari sejak dibuka pada Senin, (24/8) hingga berakhir Jumat (28/8), telah melakukan IT Security Assessment (ITSA) dan implementasi digital signature bersama Badan Siber Sandi Negara (BSSN) di Hotel Sentul, Bogor. Selama kurun waktu tersebut, BSSN telah melakukan ITSA terhadap tiga aplikasi yang dimiliki oleh PPDPP , yaitu SiKasep, SiKumbang dan website portal PPDPP.

Pada rangkaian kegiatan tersebut juga berhasil dilakukan perjanjian kerja sama (PKS) teknis antara PPDPP dengan BSrE (Badan Sertifikasi Elektronik) dalam rangka penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) terhadap seluruh peroses pertukaran data atau surat-menyurat baik yang bersifat internal maupun kepada pihak eksternal PPDPP. Dalam sambutannya Akhmad Toha, selaku Direktur Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Resiko Pemerintah  menyampaikan “BSSN melalui BSrE mempercayakan teknologi a sign time untuk dikelola di PPDPP secara mandiri agar proses digital signature dapat diimplementasikan pada sistem layanan PPDPP lainnya”.

BACA JUGA :   Appernas Jaya Nyatakan Dukung Tapera dan Semua Program Perumahan Rakyat

Dengan penerapan digitalisasi tanda tangan ini beberapa keuntungan yang akan diperoleh PPDPP selain dijamin keamanannya, proses penerbitan dan penandatanganan dokumen dapat dilakukan secara cepat karena tidak terikat waktu tertentu juga dapat dilakukan dimana saja. Hal ini tentunya akan sangat bermanfaat disaat seperti masa pandemi ini yang menuntut berkurangnya interaksi langsung.

Secara terpisah Kepala BSrE Rinaldy menyampaikan bahwa sebagai Mata Pena “The New Normal” Reformasi Birokrasi Indonesia, pemanfaatan TTE dapat mendorong peningkatan efektivitas dan efisiensi berbagai layanan sistem elektronik. Pemanfaatan TTE tetap dapat menyediakan aspek fleksibilitas keamanan informasi selain memberikan keuntungan secara ekonomi. “Layanan yang mudah diakses dengan ketersediaan data yang akurat merupakan kunci peningkatan kepercayaan masyarakat sebagai pengguna layanan,” ujarnya.

BACA JUGA :   Makin Diminati, Kini Prajawangsa City Diakses Langsung Bus Transjakarta

Rinaldy menjelaskan perbedaan TTE dengan tanda tangan hasil scan dimata hukum terkait dengan pengakuan keabsahannya. TTE sah diakui secara hukum sedangkan tanda tangan hasil scan tidak. BSrE memberikan jaminan kepercayaan tersebut, jika ada satu langkah saja yang tidak mematuhi prosedur penggunaan Sertifikat Elektronik maka layanan Sertifikat Elektronik akan dicabut karena faktor keamanan informasinya tidak dapat terpenuhi.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada tim IT PPDPP yang telah bergerak lebih cepat dalam mengembangkan sistem digitalisasi bisnis PPDPP dan meningkatkan sistem keamanannya dengan menggandeng BSSN dalam upaya meminimalisir serangan siber.

“Saya mengapresiasi Tim IT PPDPP yang dirasa cukup cepat dalam melakukan upaya hijrah digitalisasi, Harapannya dengan adanya layanan berbasis digital ini kedepannya PPDPP dapat meningkatkan pelayanannya agar lebih transparan, akuntabel, efisien dan lebih produktif,” ujarnya.

BACA JUGA :   Tol Sedyatmo Poros Utama Untuk Mendukung Kawasan Bandara Soetta

Selanjutnya, menindaklanjuti rekomendasi hasil ITSA ini, kedepannya PPDPP dianggap perlu untuk membentuk tim khusus yang bertugas untuk melakukan pemantauan dan identifikasi terhadap ancaman-ancaman serangan siber dengan menggandeng BSSN demi menjaga keamanan data yang dikelola oleh PPDPP.

Realisasi FLPP
PPDPP terhitung hingga Senin (31/8) telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 85.712 unit senilai Rp8,71 triliun. Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 – 2020 mencapai 741.314 unit senilai Rp53,08 triliun.

BACA JUGA :   Lebih Cepat, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Ditargetkan Rampung Di 2021

Berdasarkan data dari dashboard management control PPDPP Senin (31/8) pukul 15.44 WIB, sebanyak 213.773 calon debitur sudah mengakses SiKasep, 86.377 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking, 11.422 sudah masuk dalam proses verifikasi bank pelaksana FLPP, 262 calon debitur dalam proses pengajuan dana FLPP dan 85.712 sudah menikmati dana FLPP.

Check Also

Repower

Repower Serahkan Hadiah Program PASTI REAL Bernilai Miliaran Rupiah

PROPERTI – PT Repower Asia Indonesia Tbk, (REAL) membuktikan komitmen kepada para pemegang saham dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link