Property & Bank

Komitmen Lakukan Perubahan, Appernas Jaya Gelar Munas ke II tahun 2023

appernas jaya
Pembukaan Munas ke II Appernas Jaya tahun 2023

Propertynbank.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas Jaya) menggelar Musyawarah Nasional (Munas), Senin 31 Juli 2023 di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi. Selain membahas permasalahan pembangunan perumahan yang sering dihadapi oleh anggota maupun pengembang pada umumnya, Munas yang diadakan satu hari ini juga memilih kepengurusan baru Appernas Jaya.

Ketua Panitia Pelaksana Munas Muhammad Effendi mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar penyelenggaraan Munas dapat berjalan sesuai dengan rencana. “Peserta yang hadir merupakan pengurus Appernas Jaya di daerah, tercatat sekitar 111 orang anggota dari 12 DPD yang mengikuti Munas kali ini,” jelas Ketua Appernas Jaya Jawa Barat ini.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Appernas Jaya, Andriliwan Mohamad mengatakan, meskipun organisasi yang dia pimpin masih bayi, baru berumur 4 (empat) tahun, namun kontribusi terhadap pembangunan rumah subsidi nasional sudah sangat membanggakan. Bahkan, kata dia, jika dibandingkan asosiasi pengembang lain, Appernas Jaya sudah bisa bersaing dalam hal pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga : Appernas Jaya Minta Tindak Tegas Mafia Tanah di BPN

“Kami menyadari Appernas Jaya masih terlalu muda, namun dengan dukungan berbagai pihak mulai dari pemerintah, perbankan dan stakeholder properti lainnya, kami yakin bisa lebih banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan sejuta rumah. Yang terpenting adalah kita semua memiliki jiwa MBR sehingga peduli terhadap rakyat kecil,” tegas peraih gelar doktor di Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini.

Appernas Jaya, kata Andriliawan, menghimbau agar pemerintah dan perbankan, mempunyai jiwa MBR dan memahami betul kondisi MBR tersebut seperti apa, agar regulasi kebijakan dari pemerintah betul-betul memihak MBR. Begitupun juga perbankan, ketika memahami jiwa MBR maka penyaluran rumah subsidi akan tepat sasaran.

Andiriliawan mengatakan, permasalahan yang juga harus segera diselesaikan adalah aturan mengenai pinjol (pinjaman online) yang dikelurkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Menurut dia, mereka yang terlibat pinjol sehingga tidak bisa melakukan KPR dengan perbankan, berdampak pada menurunnya daya pembeli masyarakat karena memiliki catatan buruk.

“Pinjol itu sifatnya menjebak, sehingga mereka yang hanya memiliki hutang cuma seratus ribu, diperlakukan sama dengan yang berutang satu miliar. Selain itu, dalam Munas ini juga dibahas tentang komitmen untuk melakukan perubahan, siapa pun yang nanti terpilh jadi pengurus baru. Terlebih lagi Appernas Jaya memang masih baru sehingga butuh komitmen bersama,” jelas Andriliawan yang akrab disapa Andre.

Melalui Munas ini, sambung Andre, maka akan didapatkan pengurus baru yang solid dan siap untuk membantu pengembang anggota Appernas Jaya, yang menemui kendala dan hambatan dalam membangun rumah bagi MBR. Misalnya memediasi dengan perbankan, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terkait permasalahan yang dihadapi.

Akselerasi Appernas Jaya

Semasa kepemimpinan Andriliawan Muhammad, Appernas Jaya mampu  berakselerasi dengan cepat sehingga mampu mensejajarkan diri dengan asoasiasi pengembang lainnya. Produksi rumah sederhana dari Appernas Jaya bahkan mampu melebihi pengembang lain dari asosiasi pengembang yang sudah lebih dulu berdiri.

Hal ini diamini oleh Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu yang menegaskan bawah penyaluran KPR BTN untuk rumah subsidi terbesar secara nasional adalah pengembang dari Appernas Jaya. “Oleh karena itu saya tidak berani kalau tidak datang ke Munas Appernas Jaya ini,” seloroh Nixon yang disambut tepuk tangan oleh peserta  Munas.

Baca Juga : Ketum Appernas Jaya Andre Bangsawan Dukung DPR Bentuk Tiga Panja

Lebih lanjut dikatakan Nixon, KPR Subsidi anggota Appernas Jaya selama kurun waktu Januari – Juni 2023 sebanyak 1.210 unit atau senilai Rp 187,5 miliar untuk yang sudah realisasi. Sedangkan KPR Non Subsisi diperiode yang sama adalah sebanyak 1.452 unit atau senilai Rp 613 miliar, sekitar 10,2 persen dari total realisasi KPR Non Subsidi Bank BTN.

Menurut Nixon, sektor properti khususnya perumahan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan dukungan penggunaan bahan baku lokal mencapai 90%. Oleh karena itu, kata Nixon, Bank BTN akan tetap fokus menyalurkan KPR tanpa pilih-pilih. “Target kami hingga akhir tahun 2023 bisa tumbuh 10 – 11 %,” pungkas Nixon.

Sebagai informasi, Munas Appernas Jaya kali ini diisi oleh berbagai rangkaian acara seperti Talk Show, pemberian penghargaan kepada stakeholder properti dan anggota Appernas Jaya yang berprestasi. Tampak hadir dalam pembukaan Munas dari Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, anggota DPR, BP Tapera, pemerintah kota Bekasi, perbankan, perwakilan dari sejumlah asosiasi pengembang dan undangan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *