Friday , August 7 2020
Home / Bahan Bangunan / Apresiasi Stimulus, ASAKI Ingin Pemerintah Kuatkan Industri Dalam Negeri

Apresiasi Stimulus, ASAKI Ingin Pemerintah Kuatkan Industri Dalam Negeri

Edy Suyanto
Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto

BAHAN BANGUNAN – Perusahaan bahan bangunan yang tergabung dalam Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mengapresiasi langkah pemerintah dengan mulai diimplementasikannya Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 89K/2020. Aturan yang berlaku surut mulai tanggal 13 April 2020 itu, diharapkan menjadi stimulus untuk mendorong bergairah kembali industri keramik nasional.

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto menyampaikan terimakasih atas dukungan pemerintah dengan berlakunya Kepmen tersebut. ASAKI, kata dia, sangat menghargai perhatian Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM yang terus mengawal implementasi dari stimulus harga gas baru tersebut.

BACA JUGA :   Kawan Lama Gelar ACE BOOM SALE Hingga 12 April

Selain itu, sambung Edy, pihaknya juga berterimakasih atas usaha keras yang telah dilakukan Perusahaan Gas Negara (PGN) karena tagihan dengan harga baru sangat membantu industri keramik yang saat ini sedang mengalami kesulitan cashflow akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pelemahan daya beli masyarakat.

“ASAKI yakin dengan implementasinya harga gas baru dapat membantu meningkatkan daya saing industri yang tentunya juga memberikan multiplier effect terhadap sektor lain. ASAKI bisa lebih agresif memanfaatkan peluang pasar di kawasan ASEAN dan peluang baru untuk pasar Australia yang selama ini dikuasai produk keramik dari Malaysia,” tegas Edy kepada propertynbank.com, Senin, (6/7).

BACA JUGA :   Tingkatkan Hunian Layak di Pandeglang, 1.200 Unit Rumah Rusak Di Bedah

Saat ini, jelas Edy, ASAKI masih menghadapi sejumlah kendala khusus di industri keramik yang membutuhkan campur tangan dan dukungan Pemerintah. Hal ini adalah terkait dengan penghapusan minimum charge untu pemakaian gas di semester dua 2020 yang bisa dipastikan mayoritas industri belum bisa berproduksi normal, karena daya beli yang rendah dan level persediaan produk jadi yang over  di gudang pabrik-pabrik keramik.

Sementara mengenai implementasi harga gas 6 USD mulai diberlakukan untuk industri keramik yang berada di Jawa Barat untuk pembayaran tagihan gas yang jatuh tempo di pertengahan bulan Juli, dimana 44% dari alokasi volume gas yang tertuang di KepmenESDM no.89K/2020 telah menggunakan harga gas baru 6 USD/mmbtu. Sisanya masih menggunakan harga lama 9,1 USD/mmbtu. Hal itu dikarenakan LOA PGN dengan hulu  yang sudah terlaksana baru mencapai 44%.

BACA JUGA :   Emerald Land Development Kembangkan ‘Emerald Neopolis’ di Karawang

“Sedangkan industri keramik yang berada di Jawa Timur akan menerima stimulus hrg gas 6 USD untuk pembayaran yang jatuh tempo di bulan Agustus mendatang. Oleh karena itu, ASAKI ingin membantu pemulihan industri keramik dengan percepatan penyerapan Anggaran Belanja Pemerintah, proyek-proyek infrastuktur menggunakan produk keramik buatan dalam negeri, penyaluran Dana Desa dan FLPP untuk proyek perumahan sederhana segera dijalankan,” tutur Edy.

ASAKI, imbuh Edy, juga mengharapkan perhatian Pemerintah untuk penguatan industri keramik dalam negeri yang menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Yang menjadi masalah utama saat ini, kata dia, adalah gencarnya produk impot dari India dan Vietnam. “Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengeluarkan Safeguard untuk kedua negara tersebut,” pungkasnya.

Check Also

triniti land

Triniti Land Berencana Buyback Saham TRIN Sebesar Rp 20 Miliar

PROPERTI – PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link