Monday , October 26 2020
Home / Indeks Berita / Bak Buah Simalakama, Kepala Negara Menghadapi Pandemi Covid-19

Bak Buah Simalakama, Kepala Negara Menghadapi Pandemi Covid-19

IMF sudah memperingatkan dampak pandemic covid 19 corona terhadap perekonomian dunia bakal lebih buruk dari Depresi Besar pada tahun 1930. The Economist Intelegence Unit (EIU) memprediksi Negara-negara maju dan berkembang yang tergabung dalam G20 akan mengalami resesi pada tahun 2020. Negara-negara Eropah termasuk menjadi wilayah yang paling terdampak covid 19 corona seperti Jerman (-5%), dan Italia (-7%) akan mengalami resesi sepanjang tahun ini. Pemulihan parsial diperkirakan baru akan terjadi pada tahun 2021.

Dengan keadaan dan kondisi perekonomian global yang akan terkontraksi dan bila pandemic virus covid 19 corona bakal terus memburuk  sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  maka akan bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi  atau tumbuh negative. PDB saat ini diestimasikan dalam kondisi berat. Baseline di  5,3% akan mengalami tekanan, turun ke pertumbuhannya sampai di level 2,3%. Bahkan di situasi sangat berat mungkin juga menurun sampai negative growth.

BACA JUGA :   Fasilitas Observasi Penyakit Menular Akan Rampung 28 Maret 2020

Pertumbuhan ekonomi Indonesia paling merosot akan terjadi pada kuartal kedua tahun 2020. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat hingga hanya sebesar 0,3% bahkan berpotensi terkontraksi atau minus 2,6%. Dikatakannya lebih lanjut pada kuartal ketiga tahun2020 akan ada pemulihan pertumbuhan ekonomi  menjadi 1,5% hingga 2,8%. Bila kondisinya menjadi berat cukup panjang kemungkinan akan terjadi resesi dimana dua kuartal berturut turut Indonesia PDB nya bisa negative dan diupayakan untuk tidak terjadi. Penerimaan Negara akan turun hingga 10%. Karena perlambatan ekonomi, penerimaan Negara turun karena pemerintah memberikan berbagai insentif perpajakan. Belanja Negara akan naik sekitar 3% defiisit diperkirakan akan meningkat di sekitar 5%.

Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan deficit APBN berpotensi melebar mencapai Rp.1.028,5 triliun atau 6,27% terhadap produk domestic bruto. Tentu akan berdampak pada bidang social dan pembangunan. Tambahan orang miskin 1,1 juta orang miskin akibat wabah corvid 19 corona. Dalam scenario berat bakal ada tambahan 3,78 juta orang miskin di Indonesia, pengangguran diperkirakan akan ada kenaikan 2,9 juta pengangguran baru, bila scenario lebih berat bisa mencapai sampai 5,2 juta.

BACA JUGA :   Rayakan HUT ke 48, APL Gelar Investment Day

Perekonomian Indonesia dalam scenario berat berpotensi hanya tumbuh 1,1% pada kuartal II/2020 kata Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 diperkirakan akan hanya menyentuh 2,3% dengan rincian kuartal I tumbuh sebesar 4,7%, kuartal II sebesar 1,1%, kuartal III sebesar 1,3% dan kuartal IV 2020 tumbuh 2,4%. Namun International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memperkirakan perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh sebesar 0,5% akan segera pulih pada tahun 2021.

Dikhawatirkan juga dalam scenario terburuk konsumsi rumah tangga bisa melambat menjadi 3,2% sedangkan dalam scenario berat bisa mencapai hingga 1,6% dengan pertumbuhan konsumsi pemerintah hanya tumbuh 6,83% atau 3,73% yang berpotensi meningkatkan deficit hingga 5,07%. Kinerja Investasi investasi hanya tumbuh 1% bahkan menurun 4%. Demikian juga ekspor menurun tajam 14% hingga 16,65%. Nilai tukar rupiah dalam scenario berat yang diperkirakan mencapai Rp.17.500,- dan Rp.20.000,- perdolar AS pada scenario terburuk.

BACA JUGA :   Diskon Hingga 45%, Ada Promo Merdeka di Kota Modern dan ModernHill

Namun demikian Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis ekonomi Indonesia mampu pulih dari covid 19 corona tahun 2021 diproyeksi berada pada rentang 4,5% hingga 5,5%. Dengan perkiraan inflasi sebesar 2% – 4%, sama seperti target inflasi tahun 2020 dan deficit APBN diproyeksikan sebesar 3% – 4%.

bersambung ke halaman berikutnya….

Check Also

Hingga 2024, Kementerian PUPR Targetkan Bangun 2.724 Km Ruas Tol Baru

INFRASTRUKTUR– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan sejumlah proyek jalan tol …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link