Monday , October 26 2020
Home / Indeks Berita / Bak Buah Simalakama, Kepala Negara Menghadapi Pandemi Covid-19

Bak Buah Simalakama, Kepala Negara Menghadapi Pandemi Covid-19

Kondisi dan prediksi yang tercipta diatas semuanya adalah dampak dari serangan  musibah wabah krisis penyakit  multi dimensional virus covid 19 corona yang mematikan hingga kini belum ditemukan obatnya berupa vaksin yang efektif. Membuat para kepala Negara didunia pada kelimpungan bahkan ada yang nyaris menyerah. Demikian juga sebagaimana yang dihadapi oleh

Presiden Jokowidodo saat ini menghadapi dilema pada dua pilihan bagaikan makan buah simala kama. Disatu sisi harus memilih menyelamatkan rakyatnya dari serangan wabah covid 19 corona namun vaksin yang efektif belum diketemukan. Maka dari dua pilihan yang timbul apakah focus pada terciptanya kesehatan rakyat dengan memberantas wabah virus covid 19 corona padahal obatnya berupa vaksin yang efektif belum diketemukan merupakan pilihan dengan mengedepankan kesehatan.

BACA JUGA :   Fokus Biayai UMKM, Langkah Strategis BRI Hadapi Ketidakpastian

Namun dipihak lain juga harus melakukan penyelamatan ekonomi yang juga merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya dari masalah kesehatan hidup dan mati kita sebagai suatu bangsa yang harus kuat secara ekonomi dengan sendirinya selanjutnya diharapkan juga kuat sebagai bangsa yang sehat jasmani dan rokhani secara lahir batin.

Maka dengan demikian apa yang menjadi keputusan dari dua pilihan  tersebut diatas yang bagaikan makan buah simalakama. Nampaknya Presiden Jokowidodo telah mengeluarkan seruan mengambil jalan tengah yang bijak dengan berbagai masukan yang ada untuk berdamai dengan virus covid 19 corona yang diungkapkannya pada awal bulan Mei lalu. Dengan mengulangi pernyataannya melalui twiter pada 16 Mei 2020 WHO menyatakan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan covid 19 corona. Karena ada potensi virus covid 19 corona tidak akan segera menghilang dan tetap ada ditengah masyarakat.

BACA JUGA :   Hingga 31 Agustus, Generali Telah Bayarkan Klaim COVID-19 Rp 10,9 Milyar

Berdampingan bukan berarti menyerah, tapi menyesuaikan diri. Tentu dengan pertimbangan yang matang dan strategic dengan landasan yang kuat. Merupakan pilihan yang terbaik kendatipun sempat memicu silang pendapat yang luas dimasyarakat tentu hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan lumrah terjadi dalam alam demokrasi di Negara kita. Tentu kebijakan hidup berdamai dan berdampingan dengan covid 19 corona bukan berarti kita menyerah.

Namun demikian dengan mengingat bahwa masih ada kemungkinan potensi covid 19 corona tidak akan segera menghilang. Bahkan kita berupaya sampai ditemukannya vaksin yang efektif dan diyakini bisa melenyapkan virus covid 19 corona agar tidak lagi menjadi hantu yang menakutkan yang membuat kita sebagai mahluk social yang mempunyai akal dan budi tidak terus menerus dirundung rasa khawatir, ketakutan menjadi mahluk penuh keterbatasan tidak bisa bebas kemana mana, beraktivitas social dan berinteraksi dalam hubungannya manusia dengan alam, manusia dengan sesama manusia dan manusia  dengan Tuhan itu sendiri.

BACA JUGA :   Serpong Bangun Cipta Bantah Terlibat Bangun Jalan Puspitek

Apakah langkah yang diambil Presiden Jokowidodo ini merupakan pola kebijaksanaan mengedepankan ekonomi. Tetapi langkah Presiden Jokowidodo ini tentu agar bangsa  Indonesia terhindar dan nantinya tidak bagaikan pepatah yang mengatakan sudah jatuh ketimpa tangga pula. Dengan menciptakan kondisi new normal dimana pemerintah membagi lima fase pemulihan ekonomi yang akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2020. Skenario new normal sebagai dampak dari pandemic virus corona tentu kita berharap bisa berjalan lancer tanpa ada gangguan lagi dari musibah covvid 19 corona dan musibah lainnya.

Dengan demikian kita semua harus menyadari dengan mendukung langkah kebijakan new normal agar berusaha hanya dengan berdampingan secara hidup sehat dengan covid 19 corona supaya kita bisa melenyapkannya dan membangun perekonomian kembali menuju kehidupan yang lebih baik semoga bungkusan yang dikemas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa bisa berbuah berkah kehidupan yang lebih baik kedepan mewujudkan NKRI menjadi Negara maju yang berdaulat disegala bidang kehidupan secara terpercaya, terpandang dan terhormat diantara bangsa bangsa didunia.

DENPASAR, 19 Mei 2020.

Penulis :
IDA BAGUS KADE PERDANA
Pemerhati UMKM dan Perbankan Nasional

Check Also

Hingga 2024, Kementerian PUPR Targetkan Bangun 2.724 Km Ruas Tol Baru

INFRASTRUKTUR– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan sejumlah proyek jalan tol …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link