Monday , September 28 2020
Home / Indeks Berita / Bangun TOD 6 Hektar, Urban Jakarta Siap Naturalisasi Sungai Ciliwung

Bangun TOD 6 Hektar, Urban Jakarta Siap Naturalisasi Sungai Ciliwung

Urban Jakarta
PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) hendak membangun proyek Transit Oriented Development (TOD) terbesar di Ibu Kota Jakarta mencapai 6 hektare. (poto : urbanjakarta.co.id)

PROPERTI – Emiten properti PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) hendak membangun proyek Transit Oriented Development (TOD) terbesar di Ibu Kota Jakarta mencapai 6 hektare. Hal ini disampaikan President Direktur Urban Jakarta Propertindo Bambang Sumargono, pada Selasa (02/06/2020).

Ia mengatakan bakal membangun proyek mix-used berkonsep TOD bernama Jakarta River City (JRC) di Cawang, Jakarta Timur. Menurutnya JRC akan berkembang menjadi 8 menara apartemen, 1 area komersial dan 1 perkantoran. Dia menargetkan proyek JRC segera dipasarkan mulai tahun depan.

BACA JUGA :   Mereka Yang Mempersiapkan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

“Proyek ini dekat stasiun LRT Ciliwung di MT Haryono, Cawang Jakarta Timur,” katanya dalam siaran resminya. Bambang menyebut perseroan tengah melakukan kajian naturalisasi sungai Ciliwung dengan melibatkan tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Luasan lahan yang akan dinaturalisasi sepanjang lebih kurang 500 meter.

“JRC rencananya akan memanfaatkan sisi sungai, sebagai promenade yang melengkapi kawasan hunian dan komersial,” imbuhnya. Selain itu, URBN berencana akan memulai pembangunan galeri pemasaran dengan lahan 3.500 meter persegi, dengan nilai investasi Rp20 miliar.

BACA JUGA :   Segera Hadir, Lifestyle Center Teranyar Di JGC

Awalnya, lanjut Bambang, pembangunan kantor pemasaran akan dimulai pada Juli 2020. Namun, mencermati kondisi Covid-19, kemungkinan akan mundur ke September 2020. Toh, pihaknya memiliki keyakinan bahwa kontribusi dari JRC akan sangat signifikan bagi Perseroan.

“Rencana peluncuran proyek ini pada tahun 2021. Kami segera mengembangkan greenfield project JRC agar segera pula memperoleh nilai tambahnya,” tandasnya. Selain itu, URBN sudah memiliki empat proyek TOD yang saat ini dalam tahap pembangunan yaitu Gateway Park (Bekasi) dan Urban Signature (Ciracas) yang merupakan kerja sama operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Property (ACP).

BACA JUGA :   Paramount Gelar Block Party Dan Kenalkan Teknologi 3d Virtual

Sementara dua proyek lainnya adalah Urban Sky dan Urban Suite, yang sama-sama berada di Bekasi, Jawa Barat, sepenuhnya dimiliki oleh URBN. Direktur Operasional Urban Jakarta Propertindo Firdaus Fahmi menambahkan, untuk pengembangan dan pemasaran Urban Suites yang membidik segmen menengah atas. Urban Suites rencananya akan resmi diluncurkan pada bulan Oktober 2020.

“Tahun 2020 Perseroan menargetkan marketing sales Rp300 miliar untuk proyek ini. Adapun penentuan dan pengambilan Nomor Urut Pemesan (NUP) akan mulai dilakukan pada bulan Juni 2020. Kami yakin dan optimistis Urban Suites akan diminati oleh masyarakat yang sedang mencari hunian,” tuturnya.

BACA JUGA :   Jenis Rumah Dengan Desain Minimalis

Sebelumnya, URBN menambah daftar kepemilikan proyek properti berkosep TOD lewat akuisisi 51,01% saham PT Jakarta River City dari tangan PT Ciptaruang Persada Property. Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/4/2020), manajemen URBN menyebutkan besaran nilai saham 51,01% itu setara dengan 576.878 saham dengan nilai nominal Rp 1 juta.

Adapun nilai akuisisi tersebut setara dengan Rp 633 miliar berdasarkan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). Nilai tersebut mencerminkan 49,99% dari ekuitas perseroan. Namun Urban Jakarta yakin bakal mendapatkan hasil setimpal. Proyek TOD kelolaan Jakarta River City nanti bakal menghasilkan akumulasi pendapatan usaha Rp 9,3 triliun dan laba bersih Rp 2,8 triliun.

BACA JUGA :   PropertyGuru Indonesia Property Awards Kembali Digelar

“Secara keseluruhan perseroan memperkirakan periode proyek ini 7-8 tahun,” tulis manajemen URBN. Mengacu data BEI, saham URBN stagnan di level Rp 1.765/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 5,70 triliun. Secara year to date, saham URBN minus 27,37%. (Artha Tidar)

Check Also

IFRA 2020

Animo Tinggi, IFRA Virtual Expo 2020 Diperpanjang Hingga 30 September

UMUM – Gelaran pameran waralaba dan lisensi virtual ‘IFRA Virtual Expo 2020’ memasuki hari ketiga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link