Bank Digital BCA Sasar Nasabah Dari Kalangan Milenial

0
Foto : Ilustrasi

Perbankan : Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia, termasuk Indonesia telah mendorong perubahan dan perilaku hidup masyarakat terhadap berrbagai aspek. Baik aspek kesehatan, sosial dan ekonomi.

Sejak dimulainya era normal baru, masyarakat semakin berbahti-hati dan memilih untuk melakukan berbagai transaksi keuangan secara daring/online. Terutama setelah diberlakukannya aturan physical distancing dan kebijakan pembatasan sosial berskala besar di sejumlah wilayah.

[irp]

Menjawab kebutuhan dan tren di masa yang akan datang, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah merampungkan akuisisi terhadap PT Bank Royal Tbk yang selanjutnya perseroan mengubah namanya menjadi PT Bank Digital BCA. Sedangkan operasional akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Segala sesuatu terkait akuisi sudah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) termasuk nama baru (Bank Royal) menjadi Bank Digital BCA. Semua sudah diizinkan OJK dan akan beroperasi dalam waktu dekat,” ungkap EVP Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn didampingi SVP Corporate Communication BCA Susanti Nurmalawati disela diskusi bareng bersama sejumlah media belum lama ini.

[irp]

Menurut Hera Bank Digital BCA nantianya akan membidik kaum milenial untuk menjadi nasabah (simpanan ataupun pinjaman). Anak usaha baru ini akan melayani semua hal yang berkaitan dengan dunia digital yang selama ini tidak tergarap maksimal oleh induknya.

“Segmentasi ini menjadi penting di masa depan demi kelangsungan usaha BCA itu sendiri. Untuk jangka waktu 5-10 tahun ke depan, kita tidak hanya melayani nasabah yang sudah akrab dengan BCA. Mau tidak mau akan menjangkau nasabah yang berbeda generasi. Nasabah milenial termasuk usahanya menjadi segmentasi baru yang akan dilayani Bank Digital BCA. Contohnya, akan menyalurkan kredit di bidang financial technologi (fintech) atau semua disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” tandas Hera.

[irp]

Hera menambahkan, Bank Digital BCA bukan bukan sekadar mini BCA, tetapi platform baru di pasar digital. “Yang pasti kita tunggu saja Bank Digital BCA. Kita akan menjangkau segmen yang saat ini tidak banyak dijangkau BCA. Tentu dengan customer experience yang berbeda,” urainya.

Pada kesempatan yang sama, Susanti Nurmalasari menjelaskan selama pandemi Covid-19 terjadi perubahan kebiasaan nasabah yang sebagian besar bertransaksi secara online. Terjadi lonjakan transaksi sebesar 14 persen melalui internet banking dan 43 persen melalui BCA Mobile. Karena itu perseroan terus menambah fitur transaksi yang dibutuhkan nasabah meningkatkan nilai transaksi melalui klik BCA dari Rp100 juta menjadi Rp250 juta.

[irp]

“Nasabah melakukan transaksi dari rumah atau manapun secara online. Porsinya 98 persen online dan sisanya melalui kantor cabang. Namun, di masa depan, Kami tidak akan menutup kantor cabang termasuk di daerah karena keberadaannya tetap dibutuhkan masyarakat,” ujar Susanti.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.