Monday , October 26 2020
Home / Indeks Berita / Bantu PEN, Bank Kalsel Ajukan Penempatan Dana Rp500 Miliar ke Kemenkeu

Bantu PEN, Bank Kalsel Ajukan Penempatan Dana Rp500 Miliar ke Kemenkeu

Bank Kalsel
Direktur Utama Bank Kalsel (Paling Kanan) Saat Panen Demplot Padi di Tanah Laut

INFO PERBANKAN – Bank Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) telah mengajukan permohonan penempatan dana pemerintah di perbankan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjadi salah satu penggerak utama dalam pemulihan ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya terkait dengan bantuan stimulus permodalan kepada masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin mengatakan, Bank Kalsel didukung Pemprov Kalsel untuk menjadi bank mitra penyalur dana PEN dengan nominal yang diajukan sebesar Rp 500 miliar. Sejak awal Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 64/2020 muncul, kata Agus, pihaknya langsung mengajukan. Bank Kalsel, katanya, juga sudah mengajukan rekomendasi dari Gubernur Kalimantan Selatan untuk menjadikan Bank Kalsel sebagai mitra Pemulihan Ekonomi Nasional.

BACA JUGA :   Di Tengah Pandemi Covid-19, Pendapatan PermataBank Tumbuh 15,5%

“Pengajuan kami Rp 500 miliar cukup, karena nanti harus di leverage 2x lipat dari itu, jadi totalnya menjadi 1 triliun. Kalau kita lihat dari apa yang sudah berjalan, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) kan sudah Rp30 triliun, sementara penyerapan dana PEN per 1 Oktober 2020 baru sebesar 45,5%,” ujar Agus Syabarruddin dalam keterangan tertulis.

Dikatakan Agus, strategi yang dijalankan tersebut diharapkan pada kuartal 4 ini, Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia bisa membantu Pemerintah Pusat menyalurkan dana pemulihan ekonomi nasional tersebut. Sebagai Bank Daerah, Bank Kalsel disamping memiliki jaringan hingga ke pelosok desa tentunya, juga sangat tahu local wisdom dan cara berkomunikasi dengan masyarakat setempat.

BACA JUGA :   CIMB Niaga Tawarkan KPR Smart Rate Suku Bunga  Transparan

“Hal tersebut bisa lebih efektif sehingga upaya-upaya kami membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dengan membangkitkan sektor ekonomi prioritas tiap daerah menjadi tepat sasaran,” tutur Agus lebih lanjut.

Ditambahkan Agus, dana PEN yang ditempatkan oleh Pemerintah akan disalurkan untuk program-program prioritas pemulihan ekonomi yang ditetapkan oleh Pemda. Menurut dia, Gubernur Kalsel saat ini memprioritaskan ketahanan pangan. Maka, Bank Kalsel membuat mekanisme kerjasama antara pemerintah daerah, petani dan Bank Kalsel.

“Bahkan kami mengusulkan kepada Pemda untuk membangun ekosistem keuangan daerah, karena dengan membuat ekosistem keuangan daerah dimana BPD berperan di sana maka geliat upaya pemulihan ekonomi bisa lebih efektif dan diakselerasi dengan lebih cepat,” ujar Agus memaparkan.

BACA JUGA :   Perluas Layanan, Bankaltim Jadi Bankaltimtara

Diketahui sebelumunya, Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Adi Budiarso mengatakan, pada akhir September ini besaran bunga penempatan dana pemerintah Himbara sebesar 2,8%. Angka tersebut lebih rendah dari gelombang pertama yang mencapai 3,42%. Hal tersebut tercantum dalam ketentuan PMK nomor 104/2020 mengatur penempatan dana pemerintah di perbankan akan dilaksanakan selama tiga bulan.

Check Also

Peminat Rumah DP Rp 0 Tinggi, DPRD : Bangunan Rampung, Kok Penghuni Sepi

PROPERTI – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta menyebut peminat hunian dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link