Thursday , October 29 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Belajarlah Pada Thailand

Belajarlah Pada Thailand

Pemerintah, melalui Sekretariat Kabinet RI mengumumkan rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk ditunda terkait menjelang masa pemilihan umum presiden (pilpres) hingga masa bakti kabinet Indonesia Bersatu II berakhir.
Bagi stakeholder industri properti, penundaan aksi korporasi oleh salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia itu menjadi kabar baik. Keputusan pemerintahan presiden SBY terkait penundaan itu sedikit memberikan harapan, BTN yang fokus menjadi bank khusus pembiayaan perumahan akan tetap dipertahankan.
“Penundaan akuisisi ini merupakan hal yang sangat positif. Rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri selain sebagai sebuah langkah mundur, juga merupakan langkah keliru. Karena dalam hal akuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri, pemerintah lebih memilih alasan yang bersifat prestise ketimbang alasan strategis,” jelas pakar properti Panangian Simanungkalit.
Alasan prestisenya, kata pemilik Panangian School of Property ini, ingin memiliki sebuah bank besar, dengan tujuan menghadapi persaingan pasar menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Kalau hanya dengan alasan prestise seperti itu, jauh lebih baik Bank Mandiri mengakuisisi Bank BNI daripada BTN. Karena bila BNI diakuisisi, Bank Mandiri akan jauh menjadi lebih besar. Kedua Bank tersebut akan menjadi lebih sinergis, karena kedua-duanya memiliki fokus yang tidak jauh berbeda yaitu sektor ritel dan korporasi.
Panangian mengungkapkan, jika akuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri itu benar-benar terjadi, maka tidak ada seorang pun (baik menteri BUMN, Dahlan Iskan atau Presiden SBY sekalipun),yang bisa menjamin bahwa misi pembiayaan perumahan murah yang digagas oleh para founding fathers negeri ini, akan tetap terjaga dan berjalan dengan baik, paling tidak hingga tercapainya cita-cita bangsa agarsetiap keluarga di Indonesia memiliki sebuah rumah yang layak.
“Kalau pemerintah serius ingin membesarkan BTN belajarlah dari negara Thailand yang memiliki bank negara yang fokus dibidang pembiayaan perumahan sejenis BTN, namanya National Housing Bank (NHB) yang didirikan pada tahun 1958. Setelah krisis ekonomi yang berawal dari kredit macet sektor properti tahun 1998, bank dengan spesialisasi pembiayaan KPR itu, terus berkembang didukung oleh pemerintah Thailand,” ujar Panangian.
Bank tersebut, lanjutnya, terbukti berperan penting untuk mempercantik Kota Bangkok menjadi kota yang terus menerus berupaya mengentaskan kekumuhan di kawasan perkotaan. Dan NHB kini telah menjadi salah satu bank dengan suku bunga KPR paling rendah dan sekaligus Bank yang dapat memberikan deposito dengan bunga tertinggi karena NHB beroperasi secara efisien.

Check Also

BI Pangkas Lagi Suku Bunga Acuan, Analis : Sektor Properti Jadi Menarik

EKONOMI – Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link