Sunday , September 27 2020
Home / Indeks Berita / Bidik Potensi Kalangan Milenial, BSB Optimis Salurkan KPR iB Baitii

Bidik Potensi Kalangan Milenial, BSB Optimis Salurkan KPR iB Baitii

PT Bank Syariah Bukopin optimistis salurkan Rp100 miliar pembiayaan rumah pada tahun ini untuk kalangan milenial

INFO PERBANKAN – Besarnya potensi pasar milenial dan maraknya pengembangan produk hunian berbasis syariah,  PT Bank Syariah Bukopin optimistis dapat menyalurkan Rp100 miliar pembiayaan rumah pada tahun ini melalui produk baru KPR iB Baitii yang ditujukan untuk segmen nasabah milenial.

Saidi Mulia Lubis Direktur Utama Bank Syariah Bukopin menuturkan bahwa perseroan akan selalu melakukan berbagai inovasi dalam mencari kesempatan dalam memperbesar penyaluran pembiayaan konsumer.

BACA JUGA :   Bangun Energi Positif di Rumah, Schneider Electric Kampanyekan #RumahAdalah

“KPR Baitii ini produk baru kami. Kami targetkan bisa menyalurkan hingga Rp100 miliar hingga tahun ini. Target ini cukup besar bagi kami,” kata Saidi pada acara Workshop Hunian Islam pada Kamis (9/5/2019).

Menurut Saidi  produk KPR iB Baitii adalah produk KPR yang menyasar generasi milenial, dan telah diluncurkan pada akhir kuartal I/2019. Dengan mematok bunga  berkisar 9,99%, KPR iB Baitii menawarkan berbagai pilihan angsuran serta kemudahan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

BACA JUGA :   Serius Garap Milenial, BTN Rilis Properti Mobile dan Relaunching KPR Gaeesss

Saidi mengatakan potensi penyaluran KPR iB Baitii cukup baik, seiring dengan besarnya populasi generasi milenial. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), porsi generasi melenial mencapai 67% dari 261,8 juta penduduk Indonesia. “Kalau dilihat dari jumlahnya, itu kan besar sekali. Maka potensi peningkatan penyaluran pembiayaan kami juga besar,” paparnya.

Kendati diakuinya, masalah yang sering terdapat pada generasi milenial adalah gaya pada tren leisure yang cukup tinggi. Masih banyak generasi ini yang lebih suka berwisata ketimbang berinvestasi dengan membeli rumah.”Generasi sekarang agak beda memang, dulu pada umur 25 tahun sudah ingin memiliki rumah sendiri, beda dengan sekarang, baru pada umur 35 tahun bahkan lebih baru memikirkannya, Karena itu perlu dilakukan berbagai sosialisasi dan memberikan pemahaman tentang hal ini,”pungkas Saidi

Check Also

tukang BSPS

100 Tukang Bangunan Program BSPS di Sumsel Ikuti Sertifikasi

UMUM – Sebanyak 100 tukang bangunan yang akan ikut dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link