Wednesday , August 12 2020
Home / Indeks Berita / BP Tapera Kelola Dana Perumahan, Asosiasi Pengembang : Harus Ada Dewas

BP Tapera Kelola Dana Perumahan, Asosiasi Pengembang : Harus Ada Dewas

Totok Lusida
Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida

BERITA UTAMA – Skema pembiayaan perumahan bersubsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan rencananya bakal dilebur ke skema Tabungan Perumahan Rakyat pada 2021, seiring kembali beroperasinya Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Lantaran pembiayaan rumah bersubsidi melalui skema untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang saat ini dipegang oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) nantinya akan dialihkan kepada BP Tapera.

BACA JUGA :   Tiga Bank Pelaksana Salurkan FLPP di Atas 50%  Kuartal I 2020

Dalam acara Virtual meeting, bertajuk Ngopi Sore Bareng Jurnalis, dengan tema “Mau Di Bawa Kemana Tapera”, yang diselenggarakan oleh Majalah Property&Bank, pada Jumat (26/06/2020), beberapa asosiasi pengembang perumahan, turut berbicara mengenai hal ini.

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, menyarankan agar fungsi BP Tapera jangan saling bertentangan, bahkan dalam aturan yang sudah merupakan amanah Undang-undang Nomor 4 Tahun 2016, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.

BACA JUGA :   PPDPP Sosialisasikan Kepmen PUPR No. 242, Begini Tanggapan Pengembang

Dalam PP tersebut, BP Tapera akan memungut sekaligus mengelola dana untuk perumahan bagi PNS, prajurit TNI dan Polri, pekerja di perusahaan BUMN dan BUMD, dan pekerja  perusahaan swasta.

“Cuma, permasalahan yang ada dalam PP-nya itu ada dua yang bertentangan. Di awal, pemerintah itu fokus hanya untuk di bidang perumahan, tapi selanjutnya di belakangnya menyebutkan bahwa ini bisa untuk melaksanakan perputaran uangnya, dalam posisi sebagai pengelola dana (asset management),” beber Totok.

BACA JUGA :   Perwiranusa Bangun Hunian Terjangkau Yang Layak Huni dan Layak Investasi

Pria Surabaya ini menjelaskan, masalahnya adalah jika alokasi dana tersebut diapakai sebagai investasi, maka menjadi tidak tepat karena banyak permasalahan di sisi perusahaan aset menajemen. “Sekarang aset manajemen goyang karena banyak permasalahan yang ada. Termasuk permasalahan pengelolaan yang bukan untung, tapi jadi buntung,” jelas pemegang gelar insinyur kimia ini.

REI mengaku hanya bisa mengusulkan agar ada pengawasan khusus dana BP Tapera yang diputar di bidang investasi. “Misalnya dewan pengawas (dewas), berasal dari asosiasi yang anggotanya cukup besar. Bisa sebagai wakil, sebagai staf ahli atau sebagai apa, di dalam BP Tapera, supaya pelaksanaannya sesuai dan masyarakat tenang,” pungkasnya.

BACA JUGA :   Miliki Banyak Keunikan, Batam Akan Jadi Tujuan Baru Investasi Pasca Pandemi

Senada dengan REI disampaikan, Ketua Umum DPP Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas), Muhammad Syawali, mengusulkan pentingnya Dewas. Ia meyakini jika, besarnya dana Tapera, membutuhkan kerjasama dengan pihak asosiasi.

Asprumnas
Ketua Umum DPP Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas), Muhammad Syawali

“Idealnya ada badan supervisi dari asosiasi, agar bisa mengakomodir gagasan dan masukan yang edukatif,” ujar Syawali, seraya menyoroti platform perluasan kepesertaan Tapera bagi pekerja Warga Negara Asing (WNA).

Sementara, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja mengatakan, percaya bahwa kehadiran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dapat mempercepat penyediaan hunian bagi seluruh masyarakat.

BACA JUGA :   STR Gelar Akad Kredit Masal 'Instant Approval'

Namun begitu, ia masih menyangsikan proses pengumpulan dana Tapera dapat berjalan dengan cepat, sebab penghimpunan simpanan peserta direncanakan akan mulai secara bertahap pada Januari 2021. “Lebih mudah mestinya. Tapi, nunggu pemupukan dananya masih lama,” ujar Endang .

Ia mengutarakan, jika mulai beroperasi, pada 2 tahun pertama BP Tapera dapat meminjam dana dari pihak penyelenggara jaminan sosial lain seperti BPJS Kesehatan dan PT Taspen (Persero), sebagai talangan yang lebih likuid. Cara tersebut bisa dilakukan jika Badan Pengelola (BP) Tapera sudah dapat memproyeksikan berapa jumlah dana peserta yang akan masuk.

“Kalau sudah tau berapa besar dana yang akan masuk, maka dapat pinjam dulu dari BPJS/Taspen. Toh pengembaliaannya suatu keniscayaan,” imbuh Endang. Jumlah talangan itu nanti dikembalikan ketika sudah beroperasi. “Ini supaya bisa mulai cepat realisasi. Karena itu yang ditunggu, benar bisa lancar realisasi atau tidak,” tegasnya lagi.

Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja

Begitu mulai uangnya bisa dikembalikan dari iuran bulanan peserta, bisa juga ditambah bunga. Selanjutnya tahun ketiga, keempat, dan kelima, baru porsi investasi dan lainnya diurus untuk memenuhi kriteria lima tahun pertama. “Jadi, pada tahun kelima, semuanya tercatat sudah sesuai,” jelasnya.

Dukungan Produsen Material Bulding
Tak hanya pengembang, stake holder bidang perumahan turut mendukung rencana bergulirnya Tapera untuk golongan MBR. Perusahaan yang fokus bergerak di bidang kunci dan perlengkapan pintu serta jendela, PT Kenari Djadja Prima (KD), adalah salah satunya. Hal ini disampaikan Product Manager PT. Kenari Djaja Prima, Panji Kurniawan.

Dalam diskusi virtual ini, Panji mengatakan, selain hunian komersil, sebagai unit usaha material building, KD juga terlibat menyediakan kebutuhan untuk segmen Middle-Low (Ekonomis). Sebab, hunian bersubisidi juga harus memiliki material konten bangunan yang sesuai.

Kenari Djaja
Product Manager PT. Kenari Djaja Prima, Panji Kurniawan.

“KD memiliki perlengkapan pintu dan jendela berkualitas, harga ekonomis bergaransi 25 Tahun, dengan label Fino dan Belezza. Dua brand ini khusus untuk kebutuhan segmen Middle-Low (ekonomis). Meski harganya ekonomis, namun kualitas produknya terjaga dan bergaransi untuk fungsi mekanis selama 25 tahun,” sebut Panji.

BACA JUGA :   Demi Kualitas, Perumnas Luncurkan Desain Center

Jalur distribusi kedua produk ini pun merata secara nasional. Hingga di level kabupaten, dari Sabang hingga Merauke, produk ini sudah tersedia dan mudah didapatkan. Ia menjelaskan, KD di kalangan developer, merupakan building material khusus untuk pintu dan jedela, yang sudah sangat dikenal.

“Engsel, handle, lockes dan silinder, biasanya adalah perlengkapan utama untuk pintu. Lalu ada juga, real sliding, hingga door stop. Namun, khusus untuk rumah subsidi, dengan anggaran yang terbatas, maka brand Fino dan Belezza menjadi pilihan bagi kustomer yang membutuhkan,” jelasnya.

BACA JUGA :   Kinerja Aspek Layanan BLU PPDPP Tahun 2020 Raih Kategori Baik

Ia mencotohkan, untuk brand Fino, KD menyediakan paket seharga Rp 270 ribu, yang berisi lengkap engsel, handle serta silinder. Bahkan, lanjutnya, KD bekerjasama dengan pengembang, agar mendapatkan settingan produk yang tepat, dengan menambah atau mengurangi konten material yang ada, tanpa menurunkan standar kualitas yang ada.

“Sementara untuk brand Belleza, untuk jalur pesebarannya itu sangat masif hingga di kecamatan dan desa-desa, di seluruh Indonesia. Harganya pun juga lebih terjangkau, yakni Rp 226 ribu (engsel+handle+silinder), sehingga untuk pasar rumah bersubisidi, ini menjadi produk yang laris,” bilangnya.

Seperti diketahui, KD memulai bisnis dari penjualan bahan bangunan kasar, perlahan berkembang menjadi konsinyasi sebagai salesman kunci keliling mampu bertahan hampir setengah abad lebih. Pada Februari 2020, KD sudah menginjak usia 55 tahun. (Artha Tidar)

Check Also

rumah sederhana

Unit Rumah Tapak Subsidi Terdaftar di SiKumbang Tembus 100 Ribu

PROPERTI – Sistem Informasi untuk Pengembang yang dikenal dengan SiKumbang yang merupakan aplikasi yang disediakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link