Sunday , August 9 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Broker Properti Mesti Mendapat Sertifikasi Nasional

Broker Properti Mesti Mendapat Sertifikasi Nasional

Sebagai salah satu profesi yang sangat diminati, broker atau agen properti menjanjikan pendapatan yang tak terhingga. Semakin tinggi dan banyak transaksi yang dapat dibukukan oleh si agen tersebut, maka otomatis akan semakin besar juga pendapatan yang diperoleh. Hal ini karena berdasarkan komisi yang mereka terima dari penjualan yang dibukukan.
Setiap tahunnya, tak kurang dari Rp 40 triliun perputaran uang di industri agen atau broker properti. Namun, sebagai salah satu profesi resmi, agen properti atau broker properti malah belum memiliki standar nasional. Pemerintah seharusnya lebih memberikan perhatian pada permasalahan sertifikasi profesi broker karena belum memiliki standar nasional. Padahal, profesi ini sangat sangat dikenal dan diminati.
Hingga saat ini, sertifikasi profesi broker memang belum memiliki lembaga resmi yang khusus. Sertifikasi dilakukan oleh asosiasi sehingga standardisasinya belum berlaku secara nasional. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Perdagangan RI No. 33/2008 untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4), bahwa agen broker harus memiliki dua tenaga ahli yang bersertifikasi.
Lembaga resmi yang berhak mengeluarkan sertifikasi broker ini, bertujuan untuk menyamakan standar bagi semua tenaga ahli. Lembaga sertifikasi ini harus dapat diakui secara nasional dan berada di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). BNSP sendiri merupakan lembaga independen yang dibentuk pemerintah berdasarkan UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Badan ini berfungsi untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan sebuah profesi lewat proses sertifikasi.
Untuk memberikan rasa aman, profesionalitas dan legalitas kepada konsumennya, seharusnya dalam sebuah agen broker tidak hanya dua orang tenaga ahli yang bersertifikasi, melainkan seluruh orang yang terlibat di dalamnya harus bersertifikasi. Jika hal ini dapat dipenuhi, maka dampaknya akan meningkatkan kinerja profesi broker sehingga lebih menguntungkan konsumen maupun pengembang sebagai pengguna jasa broker properti.

Check Also

adhi karya

Ikuti Jasa Marga, Adhi Karya dan Waskita Batal Buyback Saham Rp 100 M

EKONOMI – Manajemen PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengungkapkan batal melakukan pembelian kembali (buyback) saham …

2 comments

  1. minat jual 2 property di Bali sbb:
    Kuta ,SHM 1450 m2 tnh +gedung Htl Melati *3 +IMB top up Room
    Ubud SHM 5368 m2 tnh utk akomodasi parawisata
    yg berminat boleh lansung hubungi kami ,tks.

  2. Media propertynbank.com sangat Smart bagi masjarakat sudah tepat dgn mudah mendapat sambutan baik
    Semoga sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link