Home / Indeks Berita / Dampak Covid-19, UOB Indonesia Umumkan Program Relaksasi Kredit

Dampak Covid-19, UOB Indonesia Umumkan Program Relaksasi Kredit

UOB Indonesia
UOB Indonesia

INFO PERBANKAN – Untuk membantu nasabah yang terkena dampak pandemi COVID-19, PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) mengumumkan program relaksasi kredit yang ditujukan untuk memberikan keringanan likuiditas dan membantu nasabah mengatasi kesulitan keuangan mereka.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari kampanye global UOB Group #UnitedForYou Relief Programme yang menyatukan kekuatan jaringan UOB untuk membantu meringankan beban keuangan atau kesulitan yang dihadapi masyarakat selama pandemi. Bantuan kredit UOB Indonesia merupakan upaya kolektif dari regulator dan industri perbankan untuk mengatasi tantangan yang timbul dari pandemi dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap perekonomian domestik.

BACA JUGA :   Kinerja Penyaluran FLPP di 2020 Positif, Bank Kalsel Ajukan Tambahan Kuota

Presiden Direktur UOB Indonesia, Kevin Lam mengatakan, di UOB Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk mendukung nasabah menghadapi berbagai kondisi pasar. Pandemi ini, kata dia, telah menyebabkan penurunan pendapatan masyarakat maupun ekonomi global, termasuk rantai pasokan perdagangan dan bisnis.

“Oleh karena itu kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu nasabah individu dan nasabah bisnis kami yang terdampak. Sejalan dengan inisiatif pemerintah, langkah-langkah bantuan kredit ini akan memungkinkan nasabah kami memiliki fleksibilitas pembayaran pinjaman yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan likuiditas mereka,” kata Kevin dalam keterengan tertulis.

BACA JUGA :   Perluas Program, Bank DKI Kembangkan Inklusi Keuangan Di Pulau-pulau

Dkatakan Kevin, nasabah yang memenuhi syarat seperti memiliki catatan kredit dan pembayaran yang baik dapat mengajukan langkah-langkah keringanan kredit UOB Indonesia. Keringanan ini akan ditawarkan berdasarkan tingkat dampak yang mereka alami dari pandemi ini.

“Fokus kami saat ini adalah mendukung pemerintah dalam mempertahankan ekonomi, industri dan bisnis untuk memastikan pemulihan setelah pandemi berakhir. Kami percaya fundamental makroekonomi Indonesia tetap kuat dan program relaksasi kredit akan memungkinkan kami untuk membantu nasabah sehingga bersama kita dapat mengatasi tantangan ini,” ujar Kevin.

Check Also

Hasil Operasi Q1/2021, Pendapatan SCG Meningkat 26% Sebesar Rp 61 Triliun

BAHAN BANGUNAN – SCG melaporkan hasil operasinya untuk Q1/2021 dengan keuntungan yang meningkat dari Produk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 178

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link