Friday , August 7 2020
Home / Indeks Berita / Dampak Pandemi Covid-19, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26%

Dampak Pandemi Covid-19, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26%

Crown Group
Crown Group segera bangun proyek pertama di Melbourne

BERITA UTAMA – Investasi real estate komersial di Asia Pasifik cenderung melemah selama kuartal pertama tahun 2020 dengan menurun sebesar 26% dibanding tahun lalu.

Terlebih lagi di tengah wabah COVID-19 yang berdampak pada aliran modal ke berbagai industri dan kelas aset. Menurut data terbaru dari laporan JLL Global Capital Flows, volume transaksi real estate Asia Pasifik turun menjadi US$ 34 miliar di kuartal pertama.

BACA JUGA :   Investasi Di Amerika, Helix Targetkan Jual 100 Unit

China, Hong Kong, dan Singapura adalah pasar yang paling terpengaruh di Asia Pasifik, dengan aktivitas investasi menurun setidaknya 60% dibanding tahun lalu. Dampak paling kecil dirasakan  oleh Korea Selatan dan Jepang, di mana kegiatan investasi tidak banyak berubah atau sedikit lebih tinggi disbanding tahun lalu.

Stuart Crow, CEO Capital Markets, Asia Pasifik, JLL mengatakan, penurunan volume transaksi Asia Pasifik di Q1 sudah diperkirakan sebelumnya, melihat dampak dari situasi COVID-19. Banyak investor telah menghentikan aktivitas karena kondisi ekonomi yang tidak menentu dan banyak kesepakatan bisnis yang terpengaruh.

BACA JUGA :   Vittoria Residence, Apartemen Berkonsep TOD

“Kami melihat penurunan aktivitas ini berlanjut ke Q2, dengan volume perdagangan yang cenderung bangkit kembali dan menguat di paruh kedua tahun ini. Ada banyak investor bermodal besar menunggu peluang, dan kami pikir dislokasi di pasar akan menciptakan banyak kesepakatan pada sebagian besar sektor,” kata Stuart Crow dalam keterangan tertulis.

Dikatakannya dalam rilis tersebut, semua sektor real estate komersial dipengaruhi oleh COVID-19 pada Q1, dengan tingkat aliran investasi yang bervariasi dibanding tahun lalu. Volume investasi ritel mencatat kontraksi paling signifikan, turun 39% YoY karena penerapan lockdown dan penjagaan jarak aman di banyak wilayah.

BACA JUGA :   Pemerintah Minta Pemda Dorong Perumahan Berbasis Komunitas Di Daerah

Sedangkan kebutuhan untuk aset perkantoran tetap tinggi bagi investor luar negeri dan domestik, namun volume turun 36% YoY, sekalipun dengan penjualan aset kantor berskala besar di China, Jepang, dan Korea Selatan.Kegiatan transaksi hotel berkurang sebesar 22% YoY, sebagian diantaranya terbantu oleh penawaran tertentu yang diselesaikan pada awal kuartal di Jepang dan Korea Selatan.

Sektor industri dan logistik investasi adalah kelas aset paling tangguh di Asia Pasifik pada kuartal pertama, dengan pertumbuhan aktivitas mencapai 9% YoY.

BACA JUGA :   Dukung UMKM Hadapi Covid - 19, Dibangun Sejumlah Ruang Usaha

Regina Lim, Executive Director, Capital Markets Research, Asia Pasifik, JLL menjelaskan, investor yang dimaksud akan tetap tenang dan optimis, tetapi juga berkomitmen untuk memainkan peran yang lebih besar di pasar real estate Asia Pasifik dalam jangka panjang. Dampak keseluruhan dari wabah COVID-19 pada pasar investasi diharapkan akan mulai terlihat lebih jelas pada kuartal kedua saat para investor fokus pada portofolio yang ada dan menggunakan waktu mereka untuk menunggu peluang yang tepat.

“Meski demikian, karena aktivitas bisnis di China secara bertahap kembali normal pada bulan Maret dan beberapa ekonomi di wilayah tersebut telah berhasil menghindari penutupan wilayah secara keseluruhan, kami percaya penurunan material tidak mungkin lebih rendah dari kuartal ini,” kata Regina Lim.

BACA JUGA :   Crown Group Siapkan Empat Proyek Fenomenal Di Tahun 2019

Berikut kesimpulan penting dari pasar Asia Pasifik:
Australia: Volume transaksi menurun 28% (YoY). Pasar CBD Sydney dan Melbourne bertahan pada trimester pertama. Pasar investasi retail merosot tajam 78% per trimester ketika penjualan properti besar ditunda atau dibatalkan karena kurangnya antusiasme terhadap properti pusat perbelanjaan.

China: Kegiatan investasi pada trimester pertama di daratan Tiongkok sangat terpengaruh, penurunan tercatat sebesar 62% (YoY). Selama trimester pertama, penanam modal banyak yang menunda investasi dan penjual banyak yang menangguhkan rencana penjualan. Namun, perusahaan domestik sudah mendominasi sebagian besar transaksi aset perkantoran, terutama di Shanghai, untuk kepentingan para pemilik.

Hong Kong: Total volume transaksi di Hong Kong di trimester pertama menurun 74% (YoY), dengan wabah Covid-19 yang memperparah masalah yang diakibatkan oleh keresahan sosial. Dalam situasi seperti ini, ada transaksi-transaksi terbatas secara serentak dan jarak pemisah antara pembeli dan penjual tetap sangat lebar.

Jepang: Kegiatan investasi tetap tangguh, tetap datar dibanding tahun lalu karena kesepakatan besar yang berasal dari luar negara membantu meredam dampak COVID-19. Kegiatan investasi kantor dan ritel menurun di Q1, sementara volume transaksi di sektor logistik, hotel, dan perumahan naik dibanding tahun lalu selama kuartal tersebut.

Singapura: Negara-kota ini memprediksi volume investasi anjlok 68% YoY ketika wabah membebani pasar. Ditambah dengan tidak adanya aset unggulan yang tersedia untuk dijual dan risiko resesi yang meningkat, investor menjadi lebih berhati-hati – menghabiskan lebih banyak waktu untuk manajemen aset dan menunda penyebaran modal untuk saat ini.

Korea Selatan: Volume transaksi di Q1 naik, mewakili pertumbuhan 33% YoY. Aliran modal yang sehat ke sektor perkantoran membantu pasar tetap tangguh selama ketidakpastian COVID-19, namun mengingat banyak kesepakatan yang ditransaksikan merupakan kelanjutan dari tahun lalu, volume kuartal tersebut mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan dampak yang sesungguhnya.

Check Also

triniti land

Triniti Land Berencana Buyback Saham TRIN Sebesar Rp 20 Miliar

PROPERTI – PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link