Thursday , October 1 2020
Home / Indeks Berita / Dana IPO Untuk Proyek Anak Usaha, Triniti Land Fokus di Rumah Tapak

Dana IPO Untuk Proyek Anak Usaha, Triniti Land Fokus di Rumah Tapak

TRIN
Direktur Utama Triniti Land, Ishak Chandra (kanan) dan Direktur PT. Perintis Triniti Properti Tbk. (Triniti Land), Bong Chandra (kiri) saat press conference RUPS TRIN melalui aplikasi Zoom

PROPERTI – PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) alias Triniti Land mendapatkan persetujuan dari pemegang saham pada Rabu (19/08/2020), untuk mengubah penggunaan dana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Triniti Land mengubah penggunaan dana penawaran ini, agar lebih ekspansif dan adaptif pada peraturan pemerintah.

Hal ini terkait dengan penerapan standar akuntasi PSAK 72, sehingga TRIN fokus mengembangkan rumah tapak. Direktur Utama Triniti Land, Ishak Chandra menjelaskan, pasar rumah tapak masih sangat potensial, terutama untuk harga Rp 600 juta-Rp 1,2 miliar. Pihaknya fokus memperluas pasar rumah tapak, yang sesuai kebutuhan pasar.

BACA JUGA :   PUPR Tetap Salurkan KPR Sejahtera FLPP

“Saya rasa perbandingannya 1:4, dari 4 orang lebih memilih rumah tapak dibandingkan vertikal (apartemen) apalagi di kawasan sub urban. Berbeda dengan Jakarta atau kota besar lain yang harga tanahnya sudah mahal,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (19/08/2020).

Sebelumnya, Triniti meraup dana sebesar Rp 218,6 miliar pada IPO Januari 2020 lalu. Pengembang properti ini memakai sekitar 35% dana IPO, untuk membiayai pembangunan Apartemen Collins Boulevard, di bawah anak usahanya yaitu Triniti Menara Serpong, serta untuk tambahan modal kerja.

BACA JUGA :   Perhatikan Enam Hal Ini Sebelum Ajukan KPR

“Sekarang sepertiga kami kurangi karena Triniti Menara Serpong mendapatkan pinjaman Rp 650 miliar dari Bank Panin. Jadi kebutuhan dana itu kami alihkan ke pusat untuk membuat proyek baru,” kata Ishak. Selama Semester I/2020, Triniti juga mampu mencatatkan marketing revenue sebesar Rp 122 miliar.

Marketing revenue Triniti Land diperoleh dari penjualan unit apartemen di 6 proyeknya yakni Brooklyn,Yukata, Springwood, The Smith, Collins Boulevard dan juga Marcs Boulevard. Dari keenam proyeknya tersebut, Collins Boulevard, memiliki kontribusi paling besar bagi marketing revenue Triniti Land.

Jumlahnya sebesar 64% dari total marketing revenue perusahaan, atau sekitar Rp 78,9 miliar. Di tahun ini, Triniti Land juga akan terus menggenjot penjualan di Collins Boulevard dengan meluncurkan tower keduanya yakni The Scott yang merupakan convertible residence yang bisa dirubah menjadi hunian maupun kantor.

BACA JUGA :   Masih Terjangkau, Sewa Kantor Premium di Jakarta Peringkat 55 Di Dunia

“Walaupun pada bulan Maret s/d Juni penjualan kami terkena dampak Covid-19, tapi persero masih membukukan marketing sales yang cukup baik, kami harapkan pada semester 2 penjualan bisa lebih baik daripada semester 1 ini,” harapnya.

Selain mengubah dana IPO, pada 2020 ini, perusahaan juga akan terus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan marketing revenue. Salah satunya penjualan berbagai proyek unggulannya yang akan terus dilakukan oleh perseroan dengan berbagai metode baik online melalui zoom meeting maupun offline.

Perusahaan akan melakukan penawaran awal berbagai produknya seperti The Scott, yang merupakan tower kedua dari Collins Boulevard dan juga Glenn The Hive yang merupakan rumah tapak 2,5 lantai yang berlokasi di pengembangan proyek mix-used development, Marc’s Boulevard, Batam.

BACA JUGA :   Tower Paris Metropolitan Park Diserah Terimakan

“Kami mengharapkan yang terbaik dan harus realistis. Dibanding tahun lalu, tahun ini akan banyak perubahan karena muncul pandemi covid-19, sehingga terjadi penurunan,” sebut Ishak. Ia pun memperkirakan situasi mulai kembali normal pada Kuartal I/2021.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan dan pendapatan mengalami penurunan tajam sebesar 72,35% menjadi Rp 36,44 miliar pada semester I-2020, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya Rp 131,79 miliar.

BACA JUGA :   39 Bank Pelaksana Yang Ikut PKO, Hanya 18 Bank Salurkan FLPP Lebih Dari Kuota

Penurunan ini membuat perseroan membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 3,66 miliar, dibandingkan semester I-2019 dengan raihan laba bersih Rp 25,04 miliar.

“Saya rasa sampai awal tahun depan investor akan menahan atau mengurangi investasi di properti walaupun masih ada sekitar 20-30%. Investor, secara psikologi masih wait and see. Jika vaksin pada awal tahun depan sudah tersedia dan siap disuntik pada manusia keyakinan investor juga akan tumbuh,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

LIXIL Dukung Ajang Penghargaan Bergengsi Asia Pacific Property Awards 2020-21

Properti : Asia Pacific Property Awards, sebuah ajang penghargaan di bidang real estate paling bergengsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link