Saturday , October 31 2020
Home / Breaking News / Di Tengah Pandemi, Realisasi Penanaman Modal Asing Di Jakarta Tertinggi

Di Tengah Pandemi, Realisasi Penanaman Modal Asing Di Jakarta Tertinggi

Perilaku dunia usaha akan berubah jika pandemi Covid-19 berakhir

EKONOMIBadan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia merilis realisasi penanaman modal Triwulan I Tahun 2020 (periode Januari s.d Maret).

Dalam laporan tersebut tercatat realisasi penanaman modal di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar Rp. 20,1 Triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai US$ 0,91 Miliar atau setara Rp. 13,1 Triliun dengan kurs APBN 2019 US$1= Rp. 14.400 dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp. 7 Triliun.

BACA JUGA :   Banyak Terjadi Penyimpangan, Anies Cabut Pergub Pembebasan PBB di Jakarta

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra mengatakan pealisasi PMA Provinsi DKI Jakarta menempati urutan pertama secara nasional. Dirinya menilai bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi sekalipun pada kondisi pandemi.

“Triwulan pertama ini memang cukup berat karena adanya pandemi Covid-19 yang berdampak padapelemahan perekonomian dunia. Namun tentunya masih ada kabar baik dimana Jakarta masih menjadi yang terdepan dalam hal pencapaian realisasi investasi Penanaman Modal Asing. Kami terus berusahadapat meraih target Realisasi Investasi Tahun 2020 yang telah ditetapkan, sebesar Rp.110 Triliun.” ujar Benni dalam keterangan persnya, Jumat, (8/5/2020).

BACA JUGA :   Taman Buah Mekarsari Peringati Hari Bumi

Benni mengungkapkan pada Triwulan pertama ini sektor usaha yang menopang Realisasi PMA di Jakarta didominasi oleh bidang usaha Telekomunikasi. Sementara untuk realisasi PMDN Benni mengaku bahwa ada beberapa proyek besar yang belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Untuk hal ini dirinya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan BKPM RI sekaligus menyusun strategi dalam meningkatkan realisasi investasi di tengah Pandemi.

“Kondisi Pandemi Covid-19 ini berdampak pada sistem kerja perkantoran di Jakarta. Oleh karenanya, masih ada beberapa proyek yang memiliki nilai investasi besar namun belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Untuk itu kami terus melakukan koordinasi intensif dengan BKPM sekaligus membahas strategi dalam meningkatkan realisasi investasi di tengah Pandemi Covid-19,” tegas Benni.

Check Also

perkantoran

Kepailitan Rugikan Semua Pihak di Sektor Properti, REI Minta Aturannya Direlaksasi

PROPERTI – Pandemi Covid-19 yang kini melanda, merupakan bencana nasional non-alam dan tergolong dalam kondisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link