Thursday , August 13 2020
Home / Breaking News / Diikuti Sebanyak 1.673 Peserta, Bank BTN Gelar BTN Santri Developer

Diikuti Sebanyak 1.673 Peserta, Bank BTN Gelar BTN Santri Developer

Dirut Bank BTN
Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury saat Nota Kesepahaman Bank BTN dengan NU Circle

BERITA UTAMA – Memanfaatkan momentum di bulan suci Ramadan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengadakan pelatihan dan pendidikan online maupun offline kepada para alumni pondok pesantren dan pegiat ekonomi Islam.

Kegiatan ini, dilakukan Bank BTN bekerjasama dengan Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI). Tujuan program santri developer adalah dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi wirausaha di sektor properti.

BACA JUGA :   Bentuk Tim Nusantara, GKL Blusukan ke Daerah hingga Australia

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury mengatakan, program ini diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam penyediaaan perumahan bagi masyarakat. Oleh karena itu, dirinya berharap para alumni santri dapat menjadi motor ekonomi di pedesaan atau kota kecil khususnya di bidang perumahan, setelah mengenyam pelatihan ketrampilan wirausaha di BTN Santri Developer ini.

“Kami melibatkan sejumlah pihak, termasuk pengembang untuk memberikan materi online ataupun pelatihan di lapangan secara langsung, agar para peserta mengetahui bagaimana manajemen proyek perumahan dan bagaimana menjadi developer yang sukses,” kata Pahala pada penandatanganan Nota Kesepahaman Bank BTN dengan NU Circle tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Riset di Bidang Perumahan di Jakarta, Senin (11/5).

BACA JUGA :   Wika Realty Kembangkan Tamansari Parama di Jakarta Pusat

Dikatakan Pahala, pada BTN Santri Developer, Bank BTN bersinergi dengan NU Circle dan IAEI dengan menggelar pelatihan khusus di bidang usaha properti. NU Circle dan IAEI mendorong anggotanya untuk mengikuti pelatihan online tersebut sebagai tahap awal dan membuka perspektif untuk menjadikan profesi developer sebagai salah satu pilihan.

Untuk mengikuti pelatihan online dan offline bidang usaha properti tersebut, sudah dapat mendaftar sejak 27 April -9 Mei 2020. BTN Santri Developer, ungkap Pahala, berhasil menarik minat 1.673 alumni santri dari berbagai daerah di pulau Jawa. Padahal, Bank BTN menargetkan jumlah peserta hanya sekitar 999 peserta.

BACA JUGA :   Hingga Mei, Program Satu Juta Rumah Sudah Mencapai 335 Ribu Unit

Sedangkan pelatihan offline atau pelatihan langsung diselenggarakan selama tujuh hari penuh dengan pemberian materi di kelas selama lima hari, sehari kunjungan ke lapangan (salah satu perumahan yang dekat dengan lokasi pelatihan) dan sehari untuk workshop.

Sementara materi pelatihan yang diberikan antara lain Tantangan Ekonomi Indonesia dan Peran Sektor Perumahan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan yang juga Ketua Umum IAEI, Sri Mulyani.  Lalu kewirausahaan Islam yang akan diajarkan Rais Syuriah PBNU KH Masdar F. Mas’udi, dan Kebijakan Perumahan di Indonesia, yang akan disampaikan oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR – Kementrian PUPR Eko Heripoerwanto.

BACA JUGA :   Masih Pimpin Pasar KPR Nasional, Semester I Kredit Bank BTN Tumbuh 19,14%

Para alumnus pondok pesantren yang terjaring pelatihan tersebut minimal berusia 23 tahun.  Adapun pelatihan ketrampilan bidang perumahan terdiri dari dua tahap, yaitu pelatihan online selama periode 11- 16 Mei 2020, dan juga pelatihan offline yang akan dilakukan usai masa penanganan Covid-19 selesai. Para peserta yang sudah menyelesaikan kedua tahap pelatihan tersebut akan mendapatkan sertifikat khusus.

Bank BTN
Penandatanganan Nota Kesepahaman

Dijelaskan Pahala, peserta akan diperkaya ketrampilan mendasar untuk memulai proyek perumahan, mulai dari penyusunan anggaran, rencana bisnis, strategi pemasaran, manajemen proyek dan tata cara pembebasan lahan perijinan, serta pembebasan lahan. Semua materi pelatihan offline akan diajarkan oleh Housing Finance Center (HFC) BTN, yang memang sudah berpengalaman memberikan pelatihan kepada para developer muda dan mencetak wirausaha developer. “Materi yang diberikan HFC meliputi empat pilar yaitu land, legal, finance dan skillset , empat pilar tersebut penting untuk menjadi developer properti yang kompeten,” katanya.

BACA JUGA :   Kinerja Positif Sebagai Bank Pelaksana, BTN Dapat Tambahan Kuota FLPP 1.240 Unit

Bank BTN, imbuh Pahala, mendukung pelatihan tersebut karena sesuai dengan program pemerintah, khususnya pada masa pandemic Covid-19, dengan memberikan pelatihan yang berkualitas kepada masyarakat khususnya pra pekerja agar kelak menjadi wirausaha mandiri atau berkontribusi pada sektor properti di daerahnya.

HFC, jelas Pahala, tidak hanya menyediakan riset terkait harga properti dan pengembangan sektor pembiayaan perumahan, namun juga mengadakan pelatihan/short course , seminar, atau progam pendidikan di bidang properti, bekerjasama dengan institusi pendidikan tinggi, seperti ITB, UGM, IPB, UNDIP, Unsoed, UNS, UIN, UMM, dan hampir semua PTN di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :   Tempati Kantor Baru di Serpong, Bank Cahaya Tawarkan Promo Menarik

Selama periode 2015 – 2019, HFC telah menyelenggarakan beberapa pendidikan short course, literasi properti dan workshop serta telah menghasilkan kurang lebih 1.000 developer baru yang siap terjun ke lapangan.

Check Also

crown group

Crown Group Siapkan Proyek di Melbourne, Launching Perdana di Indonesia

INTERNASIONAL – Indonesia merupakan pasar paling potensial untuk memasarkan berbagai jenis produk. Tengok saja berita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link