Home / Indeks Berita / Dua Perusahaan Pengembang Properti Melantai di Bursa Efek Indonesia

Dua Perusahaan Pengembang Properti Melantai di Bursa Efek Indonesia

Saham properti diprediksi kembali menarik untuk dikoleksi (poto : katadata.co.id)

PASAR MODAL – Dua perusahaan, yakni PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Kamis (10/09/2020). Keduanya secara berurutan menjadi perusahaan tercatat ke-43 dan ke-44 di BEI pada tahun ini.

Grand House Mulia atau yang sering disebut dengan Grand Development akan melepaskan saham sebanyak 157,5 juta lembar saham kepada publik, atau setara dengan 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetorkan GHM dengan harga Rp380 per lembar saham.

BACA JUGA :   Crown Group Pasarkan ARTIS Bulan Depan, Proyek Pertama di Melbourne

Dikutip dari prospektusnya, lewat pelepasan saham perdana, perusahaan dengan kode emiten HOMI ini, bakal meraup sebesar Rp59,85 miliar. GHM menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek.

Direktur Utama Grand House Mulia, Velliana Tanaya menuturkan, pada awal tahun 2020, pemegang saham GHM telah menyetujui rencana perusahaan untuk melakukan IPO dengan mengubah anggaran dasar perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka.

BACA JUGA :   Perwiranusa Bangun Hunian Terjangkau Yang Layak Huni dan Layak Investasi

GHM menerima pernyataan efektif terhitung 31 Agustus 2020 dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Grand House Mulia mendapat tanggapan baik dari pada investor dan publik dari hasil penawaran saham perdana kepada publik pada masa 2 September 2020 hingga 4 September 2020.

Ia menjelaskan, untuk mendukung modal kerja dan guna mengembangkan usaha, maka GHM melakukan go public. “Perusahaan berharap, modal yang dipercaya oleh publik kepada kami ini menjadi amanah yang dipegang teguh untuk terus maju dan berkembang dengan investor publik yang mempercayai Grand House Mulia,” kata dia.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka rencana penggunaan dana hasil penawaran umum yang tertuang di dalam prospektus, hampir seluruhnya digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan usaha dan untuk mewujudkan komitmen nyata perusahaan kepada pihak-pihak yang telah mendukung, baik para konsumen maupun investor publik.

BACA JUGA :   100 Unit Eksekutif Bus JR Connexion Beroperasi

Velliana menjelaskan Grand Development merupakan perusahaan pengembang properti yang memiliki fokus pembangunan hunian horizontal dan vertical. “Grand Development akan terus maju dan berkarya dalam mengembangkan produk properti yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sebagai bukti komitmen Grand Development terhadap kepercayaan para stakeholder-nya, mereka membangun kompleks hunian Parkville Serpong, komplek komersial. Selanjutnya, akan terus berkarya dalam membangun komplek Mixed Used Hi-Rise Apartemen.

Pada pembukaan Kamis pagi, saham HOMI mengalami kenaikan sebesar 24,74% menjadi Rp474 atau penambahan Rp94. Hingga penutupan sore, harga saham masih menguat di level tersebut.

BACA JUGA :   Penuhi Kebutuhan, Dibangun Rusunawa Paspampres Tanah Abang

Senada, Rockfields Properti Indonesia atau RPI, telah melepas sejumlah 287.037.000 atau 287,03 juta lembar saham baru, atau setara 20% modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Sebelum melantai di bursa, ROCK telah melewati masa penawaran umum yang dilaksanakan pada tanggal 1-3 September 2020.

Dengan harga saham Rp1.340 per lembar, perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp384.629.580.000 atau Rp384,62 miliar. RPI menunjuk NH Korindo Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Corporate Secretary RPI, Clara Theresia mengatakan perseroan berencana menggunakan dana IPO untuk pengembangan usaha melalui entitas anak.

“Untuk perkembangan usaha dan meningkatkan pendapatan, perseroan berencana memakai dana IPO sebesar 100% untuk pengembangan usaha melalui entitas anak,” ujar Clara. Penggunaan dana IPO sebesar 74% untuk Proyek International Exchange House yang merupakan pembangunan gedung sewa kantor grade A di Kawasan Segitiga Bisnis, Jakarta.

BACA JUGA :   Bank Daerah Terus Didorong Salurkan KPR FLPP

Lokasi ini didukung dengan adanya konektivitas terhadap transportasi publik, seperti Transjakarta dan LRT (Light Rail Transit), dan beberapa alternatif jalur kendaraan pribadi.

“Proyek ini akan menghadirkan sebuah lingkungan kerja yang produktif dan berkesinambungan, dan didukung dengan berbagai fasilitas yang berorientasi pada komunitas dan gaya hidup,” ungkapnya. Sisanya, yakni sebesar 26%, lanjut dia, akan digunakan untuk pengembangan gedung perkantoran Noble House.

“Penggunaan dana digunakan untuk pembangunan fasilitas penunjang seperti fasilitas ruang meeting, kantin, area casual leasing (outlet penjualan makanan), dan ruangan yang disewakan dengan perabotan dan perlengkapannya (fully furnished),” tuturnya.

BACA JUGA :   CHL Hadirkan Marchand Hype Station, Kawasan Komersial Baru Era Milenial

Noble House merupakan gedung sewa kantor dengan grade A, di kawasan bisnis yang sangat strategis dan bergengsi di Jakarta Selatan, yaitu Lingkar Mega Kuningan. RPI merupakan holding company yang dibentuk sejak 2013 dan mempunyai standart internasional yang tinggi dan selalu memberikan material dan workmanship yang terbaik.

“Perseroan mempunyai visi untuk menciptakan produk yang dapat memberikan manfaat dan meningkatkan taraf lingkungan kerja maupun tinggal kepada tiap penghuninya. Dengan posisi cash flow yang berkesinambungan dengan baik, perseroan dapat melakukan pengembangan usaha ke depannya dengan cepat,” kata Clara.

Perseroan, lanjutnya, telah mempersiapkan proyek besar berupa proyek residensial dan commercial. Menurut Clara, RPI memiliki pertumbuhan usaha yang potensial dengan mengembangkan usaha melalui landbank entitas anak yang memiliki asset-aset di lokasi yang sangat strategis di Jakarta, Bali, dan Semarang.

BACA JUGA :   Laba Bersih CIMB Niaga Naik 12,4% Menjadi Rp3,9 Triliun di 2019

Saham ROCK melesat menyentuh auto reject atas (ARA) saat pertama kali, melantai di bursa hari ini. Sahamnya melesat 25% di level Rp1.675 per saham. Hingga penutupan Kamis sore, harga saham masih menguat di level itu. (Artha Tidar)

Check Also

Pembeli Unit Tower Pertama Apartemen Mkostel Serang, Segera Serah Terima

Progres pembangunan Tower A2 M’Kostel, tampak pemasangan Bekisting Tower A2 yang sudah hampir selesai PROPERTI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 180

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link