Monday , October 26 2020
Home / Indeks Berita / Dukung MBR Miliki Rumah, BNI Syariah Luncurkan KPR Sejahtera Syariah

Dukung MBR Miliki Rumah, BNI Syariah Luncurkan KPR Sejahtera Syariah

foto : ilustrasi

Perbankan : Industri keuangan syariah menunjukkan perkembangan yang positif seiring bertambahnya tahun. Salah satunya adalah pembiayaan properti berbasis syariah. Perkembangan positif perbankan syariah di Indonesia juga sejalan semakin besarnya minat masyarakat untuk memiliki rumah dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah atau KPR Syariah, di mana pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan KPR Konvensional yang tumbuh single digit.

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) awal Januari 2020 silam, telah menggandeng 15 Bank Syariah dalam rangka menyalurkan bantuan pembiayaan perumahan. Kerja sama dengan bank syariah dilakukan untuk memberi alternatif pilihan pembiayaan bagi masyarakat.

BACA JUGA :   Sunrise Properti Sedang Ada Di Ciputat

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keberhasilan penyaluran KPR subsidi FLPP bagi MBR tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang tersalurkan, melainkan juga harus dilihat kualitas rumah subsidi yang dibangun pengembang, sehingga keluhan konsumen bisa diatasi dengan baik.

“Setiap rumah subsidi yang dibangun wajib memenuhi ketentuan teknis bangunan dan kelayakan hunian rumah seperti keselamatan, kesehatan, pencahayaan dan luas minimum,” kata Menteri Basuki, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima redaksi, (12/1/2020).

BACA JUGA :   Pengembang Diminta Ringankan Beban MBR

Salah satu bank syariah yang ikut berpartisipasi dalam memberikan KPR, yakn Bank BNI Syariah. BNI Syariah resmi mulai memasarkan KPR subsidi syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan produk KPR Sejahtera Syariah. Ini setelah BNI Syariah resmi ditunjuk sebagai bank penyalur KPR Syariah FLPP tahun 2020 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan penyaluran pembiayaan rumah subsidi merupakan wujud komitmen bank mensukseskan program satu juta rumah yang dikelola melalui Kementerian PUPR. “Hal ini sejalan dengan maqashid syariah sebagai bentuk dukungan BNI Syariah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah idaman sesuai prinsip syariah,” ujar Iwan melalui siaran persnya (29/6).

BACA JUGA :   Empat Tower Rusun dan 132 Unit Rusus Di Sulawesi Utara Telah Rampung

Iwan menjelaskan, KPR Syariah ini diharapkan bisa memberikan solusi kepada MBR yang belum memiliki rumah dengan dengan angsuran terjangkau dengan prinsip 58..

Dikatakan Iwan, prinsip 5B, yakni nasabah bebas administrasi untuk akad murabahah, bebas provisi, bebas appraisal, bebas pinalti, dan bebas gharar ini. Selain itu, dengan konsep syariah ini membuat perasaan tentram dan tenang karena sesuai prinsip syariah, angsuran ringan sampai lunas, proses persetujuan pembiayaan mudah dan relatif cepat, subsidi bantuan uang muka dari pemerintah, jangka waktu pembiayaan sampai dengan 20 tahun, pembayaran angsuran melalui debet rekening secara otomatis, dan bebas kontribusi asuransi serta PPN.

BACA JUGA :   Dukung Wisata Bali, Segera Dibangun Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi

“KPR Sejahtera Syariah ditujukan untuk pembelian rumah subsidi tapak/susun dengan kondisi baru dan siap huni. Produk ini didukung oleh pengembang yang telah bekerjasama dengan BNI Syariah dan sistem informasi yang terintegrasi antara BNI Syariah dengan Kementerian PUPR sehingga memudahkan masyarakat memperoleh rumah idaman,”papar Iwan.

Lebih jauh dijelaskan Iwan, bahwa KPR Sejahtera Syariah ini dapat diikuti oleh masyarakat yang memiliki penghasilan maksimal Rp 8 juta berdasarkan seluruh pendapatan bersih. Dengan syarat WNI dibuktikan dengan KTP, berstatus pegawai aktif, pengusaha, wirausaha, minimal berusia 21 tahun, belum pernah memiliki rumah atau mendapatkan bantuan pemilikan rumah dari pemerintah, dan wajib menempati rumah yang dibeli dalam lima tahun pertama kepemilikan.

BACA JUGA :   2018, Saatnya Kalangan Milenial Untuk Menjajal Hunian Vertikal

Selain program FLPP, Masyarakat Berpenghasilan Rendah juga dapat mengikuti program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Program SBUM merupakan program subsidi dari pemerintah yang diberikan kepada MBR dalam rangka pemenuhan sebagian atau seluruh uang muka perolehan rumah. Besaran SBUM yang diberikan sebesar Rp 4 juta, dan khusus untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp 10 juta.

Berdasarkan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) yang telah ditandatangani antara Bank BNI Syariah dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR pada tanggal 19 Desember 2019, BNI Syariah diberikan kuota sebesar 1.750 unit atau setara dengan Rp 187,8 miliar untuk dapat disalurkan kepada MBR pada tahun 2020.

BACA JUGA :   Ciputra Grup Luncurkan Cluster Park Hill Di Malang

Sampai dengan Maret 2020, outstanding pembiayaan KPR BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah berada di posisi Rp 13,58 triliun dengan pertumbuhan 11,86% year on year. Pada awal tahun 2020, BNI Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah sebesar 9%-12% secara tahunan atau year on year (yoy) yang diharapkan dari KPR Sejahtera Syariah ini dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pembiayaan tersebut

Check Also

Peminat Rumah DP Rp 0 Tinggi, DPRD : Bangunan Rampung, Kok Penghuni Sepi

PROPERTI – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta menyebut peminat hunian dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link