Friday , August 7 2020
Home / Indeks Berita / Dulu UMKM Penyelamat Krisis Ekonomi, Sekarang Perlu Diselamatkan

Dulu UMKM Penyelamat Krisis Ekonomi, Sekarang Perlu Diselamatkan

Ida Bagus Kade Perdana

KOLOM – Sungguh suatu peristiwa yang merupakan bencana, marabahaya, mala petaka, dan musibah yang tidak pernah terbayangkan dan terduga sangat tragis. Hampir semua negara didunia ketimpaan krisis wabah penyakit virus C19C yang sangat berbahaya dan mematikan ini membawa kandungan krisis multi dimensional.

Sehingga WHO telah mengumumkan bahwa krisis wabah penyakit virus C19C yang berdampak multidimensional sebagai pandemi global. IMF juga menyampaikan dampak dari pandemi virus C19C berakibat krisis sosial. Tidak tehindarkan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) kehilangan mata pencaharian menimbulkan masalah sosial.

BACA JUGA :   Sinar Mas Land Serahkan 1.000 Paket Personal Care Untuk RSD Wisma Atlet

Situasi krisis ekonomi sekarang ini sangat jauh berbeda dan lebih berbahaya dari krisis ekonomi tahun 1997/1999 kendatipun perusahaan korporasi ikut terjerembab ambruk bangkrut namun UMKM bahkan bangkit sebagai penyelamat ekonomi kala itu. Namun sekarang krisis ekonomi yang ditimbulkan oleh krisis wabah penyakit virus C19C sangat dahsyat bagaikan predator tanpa pandang bulu tidak saja bisnis korporasi yang dilahap hingga lumat namun UMKM pun tidak terhindarkan menjadi lunglai ambruk mati suri perlu bantuan untuk diselamatkan.

Mengingat dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi sekarang dampak dari wabah krisis penyakit virus C19C yang mematikan ini. Membuat perekonomian mati suri nyaris lumpuh total hampir tidak bergerak semua. Dalam kaitan itu Pemerintah telah meresponnya dengan mengeluarkan kebijakan untuk mencegah penyebaran krisis wabah ini agar jaga kesehatan semua pihak berdiam diri diri dirumah (stay at home), jaga jarak (physical distancing) pakai masker, belajar kerja, ibadah dari rumah, jangan berkerumun, sampai bandarapun ditutup dan lainnya membuat perekonomian menjadi hampir lumpuh total.

Sudah barang tentu tidak mungkinlah melakukan tindakan kreatif membuka usaha. Orang juga keluar rumah pada takut terkena wabah virus mematikan ini. Sehingga usaha UMKM juga semakin merana sengsara megap megap antara hidup dan mati sepertinya pingsan perlu segera diberi bantuan untuk diselamatkan dengan diinjeksi sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya agar bisa pulih kembali.

BACA JUGA :   Dukung Sektor UMKM, Bank DKI Salurkan Kredit Untuk 250 Wirausahawan

Beruntung pemerintah cepat tanggap Presiden Jokowidodo telah menganggarkan untuk digelontorkan Rp.405,1 triliun tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk perlindungan sosial & stimulus ekonomi menghadapi dampak C19C antara lain untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR sebesar Rp.70,1 triliun dan untuk pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha sebesar Rp.150 triliun.

Disamping itu juga Presiden telah berkoordinasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) untuk memberikan relaksasi kredit berupa penundaan angsuran selama setahun dan penurunan suku bunga pinjaman kepada para debetur UMKM yang mendapat pinjaman dibawah Rp.10 miliar asalkan untuk tujuan usaha. Jadi kebijakan ini merupakan angin segar dalam upaya menyelamatkan UMKM yang terkapar lebih awal terkena krisis ekonomi imbas dari wabah virus covid 19 corona. Supaya bisa mendukung kegiatan ekonomi yang sedang parah diterpa wabah virus covid 19 corona yang harus dituntaskan lebih dulu. Berharap wabah virus covid 19 corona yang saat ini menunjukkan gejala peningkatan merupakan puncaknya.

BACA JUGA :   Saat Pandemi, Pegawai Pemerintah Pasar Potensial Bisnis Perumahan

Di bulan Mei 2020 bisa berangsur angsur mereda secara tuntas. Dengan demikian UMKM bisa bangkit menjadi pendorong pergerakan ekonomi nasional menuju kearah pemulihan. Berharap bank bank yang membeayai UMKM utamanya BRI sebagai bank UMKM dan besar karena UMKM telah bekerja lama untuk memberikan pendapatan yang besar kepada BRI. Sehingga bisa masuk big cap top dalam kapitalisasi pasar mendampingi BCA yang berada diurutan teratas yang merupakan salah satu bank swasta nasional terbesar di tanah air. Bahkan mengalahkan bank bank BUMN milik pemerintah. (Quo Vadis Bank BUMN, OJK dan Meneg BUMN).

Dengan demikian berharap pada bank bank yang melayani dan memberikan pinjaman pada UMKM utamanya BRI. Semestinya tanpa menunggu petunjuk teknis dari OJK bila para pengurusnya (Direksi dan Komisaris) merasa sebagai bankir profesional sejati dan tangguh sebagai agen pembangunan. Sudah selayaknya melakukan tindakan bank tehnis dengan memberikan relaksasi kredit berupa keringanan penundaan angsuran dan keringanan bunga disaat saat yang sulit ini. Sehingga UMKM bisa bangkit dari keterpurukannya sebagai pendorong kearah pemulihan ekonomi nasional bisa kembali normal secepatnya.

Denpasar, 4 Mei 2020
Ida Bagus Kade Perdana (Pemerhati Kebijakan Ekonomi)
Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Fiskal dan Moneter

Check Also

triniti land

Triniti Land Berencana Buyback Saham TRIN Sebesar Rp 20 Miliar

PROPERTI – PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link