Home / Indeks Berita / Ekonomi Politik : Program Sejuta Rumah Membangun Untuk Siapa ?

Ekonomi Politik : Program Sejuta Rumah Membangun Untuk Siapa ?

Penulis : Zulfi Syarif Koto, Editor : Oswar M. Mungkasa, Desain Cover : Sandi Gelby, Penata Letak : Kevin Marchelino. Penerbit The HUD Institute.

Resensi Buku : Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk keberhasilan Program Sejuta Rumah, melalui perbaikan kebijakan diantaranya penyederhanaan perijinan serta alokasi anggaran bagi penyediaan rumah dan bantuan pembiayaan perumahan.

Dengan dukungan para pemangku kepentingan perumahan, capaian Program Sejuta Rumah secara bertahap setiap tahun mengalami peningkatan. Dalam lima tahun yakni periode tahun 2015-2019, capaian Program Sejuta Rumah sebanyak 4,8 juta unit dengan 72% merupakan rumah MBR.

Tantangan penyediaan rumah ke depan akan semakin berat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. RPJMN 2020-2024 bidang perumahan menargetkan jumlah rumah tangga menghuni rumah layak meningkat dari 56,75% menjadi 70%. Target tersebut tentunya tidak dapat dicapai oleh pemerintah sendiri namun memerlukan dukungan stakeholder lain.

Zulfi Syarif Koto, mantan deputi bidang perumahan formal di Kementerian Negara perumahan Rakyat, meski sudah tidak lagi bertugas, tetap mencermati perkembangan dan isu-isu perumahan rakyat.

BACA JUGA :   Kepercayaan Terus Meningkat, Crown Klaim Penjualan Naik 60% Tiap Bulan

Dibawah bendera The HUD Institute, Zulfi Syarif Kota menuangkan pemikiran mengenai perumahan rakyat dalam sebuah buku yang berjudul “Ekonomi Politik PROGRAM SEJUTA RUMAH MEMBANGUN UNTUK SIAPA?”

Buku setebal buku  296 halaman merangkum 13 Bab, mengupas tuntas sejarah pembangunan perumahan rakyat Indonesia yang panjang dalam upaya pemerintah menyediakan perumahan. Termasuk Kongres Perumahan Sehat di Bandung tanggal 25-30 Agustus 2020, sebagai tonggak awal pembangunan perumahan rakyat, dimana ketika itu terkenal dengan pidato epik Wakil Presiden Muhammad Hatta yang menekankan kemerdekaan bangsa dimaknai ketersediaan hunian yang sehat, layak dan terjangkau bagi rakyat. Momen penting ini kemudian menjadi dasar pemerintah melakukan pencanangan Hari Perumahan Nasional tanggal 25 Agustus.

BACA JUGA :   UU Cipta Kerja Ijinkan Eskpatriat Beli Apartemen, Saham Properti Melesat

Narasi dalam buku ini  juga di mengungkapkan secara rinci program pendukung mulai dari perumahan swadaya, perumahan berbasis komunitas, perumahan berskala besar, perumahan berbasis Transit Oriented Development (TOD), kerjasama pemerintah dan badan usaha, sistem informasi perumahan, dan BP-TAPERA. Hal ini juga membawa pesan bahwa kolaborasi, sinergi, kemitraan menjadi kata kunci pembangunan perumahan rakyat.

Strategi yang ditawarkan dalan narasi buku menjadi pelengkap dari keseluruhan pembahasan dengan berfokus pada lima strategi kebijakan yaitu pengembangan data dan informasi; pemaduserasian peraturan; koordinasi kelembagaan; penyediaan insentif; dan pemberdayaan pemerintah daerah. Kemudian secara khusus diberi penekanan pada peran pemerintah sebagai pelaku utama penyelenggaraan pembangunan perumahan khususnya keberhasilan pelaksanaan PSR.

Zulfi Syarif Koto berpandangan bahwa kebutuhan rumah merupakan isu sensitif bagi masyarakat.  Apalagi upaya untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat itu belum cukup baik.  Karena itu, kemauan politik dari pemerintah mutlak dibutuhkan agar kebutuhan rakyat akan papan bisa terpenuhi. Memenuhi kebutuhan rumah bukanlah sekadar dari fisik, namun juga dari kebijakannya.

 

Check Also

Ini Dia, Rumah Subsidi Berkualitas Dengan Konsep Syariah

APA KABAR – Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera. Pembaca setia Majalah Property&Bank di mana saja berada. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 178

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link