Thursday , November 26 2020
Home / Indeks Berita / Fokus Biayai UMKM, Langkah Strategis BRI Hadapi Ketidakpastian

Fokus Biayai UMKM, Langkah Strategis BRI Hadapi Ketidakpastian

Ida Bagus Kade Perdana

KOLOM – Langkah strategis dan antisipatif yang telah diambil oleh PT. Bank Rakyat Indonesia  Persero (Tbk) yang dinakhodai oleh Sunarso selaku Direktur Utama.

Merupakan jebolan bankir senior profesional tangguh dari Bank Mandiri. Telah melakukan kesepakatan penanda tanganan komitmen  pinjaman luar negeri sebesar US.$.1 miliar dengan kurs saat ini dikisaran Rp.14.900,- per US$. atau setarangan jumlah  Rp.14,900 triliun. Diperolehnya dari skhema club loan  yang berasal dari 10 bank regional Asia, Eropa dan Amerika. Komitmen standby loan yang diperolehnya merupakan cerminan bahwa dimasa sulit yang penuh ketidak pastian seperti sekarang ini yang melanda perekonomian dunia.

BACA JUGA :   Siapkan Strategi dan Pondasi Bisnis Kuat, BTN Targetkan Laba Rp 3 Triliun

Pihak BRI masih mampu membuktikan diri sebagai bank BUMN yang fokus pada pembiayaan UMKM yang tidak saja mendapat apresiasi terpercaya dari investor dalam negeri. Namun juga tidak tanggung tanggung telah mampu unjuk gigi mendapat kepercayaan tinggi dari investor global terhadap prospek kinerja BRI kedepan. Diyakini pinjaman luar negeri tersebut merupakan standby loan untuk  tujuan berjaga jaga dan akan dimamfaatkan pada saat diperlukan.

Sejalan dengan upaya  memperkuat struktur liabilities dan penguatan net stable funding ratio dalam menjaga likuidtas valas  dalam kaitan dengan dengan transaksi internasional dan untuk kepentingan dalam negeri menyiapkan loanable funds dalam rangka ekspansi kredit. Supaya berkemampuan memberdayakan kembali UMKM sekaligus berupaya memberikan kontribusi yang tinggi terhadap recovery dan pertumbuhan perekonomian nasional. Dampak dari wabah krisis multidimensional virus penyakit Covid 19 Corona yang membuat situasi perekonomian nasional maupun global menjadi penuh ketidak pastian.

BACA JUGA :   Di tengah Pandemi Covid-19, Kinerja Bank Kalsel Tetap Sehat dan Raih PK-2

Sudah pasti juga pinjaman standby loan dimaksud sebagai langkah kompensasi terhadap kebijakan merealisasikan relaksasi pinjaman kepada para debetur UMKM nya. Berkaitan dengan adanya instruksi presiden untuk melakukan tindakan bank teknis  guna merealisasikan pemberian penangguhan penundaan pembayaran angsuran dan penurunan bunga pinjaman kepada ara debetur pelaku UMKM dengan maksimum pinjaman dibawah Rp.10 miliar untuk tujuan usaha.

Tentu saja BRI sebagai bank UMKM merasa punya tanggung jawab moral untuk membantu meringankan dan menyelamatkan para debetur UMKM yang sudah lama memberikan sumbangsih dan bekerja untuk BRI dengan menyumbangkan pendapatan bunga yang membuat BRI menjadi bank BUMN terbesar di tanah air. Saat ini UMKM paling awal terpuruk terkena imbas dampak dari krisis ekonomi yang tercipta dari adanya wabah virus Covid 19 Corona.

BACA JUGA :   Memaknai Hari Raya Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid – 19

Membuat UMKM menjadi tidak berdaya hampir mati suri karena tidak adanya aktivitas sosial manusia. Padahal pada masa krisis ekonomi di tahun 1997 UMKM keluar sebagai penyelamat perekonomian nasional. Namun justeru yang terjadi sekarang ini justeru malah keluar sebagai pecundang yang perlu segera mendapat pertolongan agar  kembali bisa bernafas menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Dengan demikian sudah barang tentu BRI sebagai bank UMKM yang sudah menjadi besar karena UMKM. Disaat keterpurukan UMKM tentu BRI tidak berpangku tangan tidak mau menjadi parner dikala senang saja.

Memang sekaranglah saatnya BRI keluar sebagai partner yang baik. Di kala susah dan keterpurukan UMKM telah terinfo bahwa BRI  sudah merealisasikan kebijakan relaksasi pemberian penundaan angsuran dan  keringanan bunga pinjaman para debetur UMKM nya. Disamping itu dengan langkah cepat dan visioner dari para bankir profesional handal dari jajaran para direksi BRI yang dikomandoi oleh Sunarso sebagai direktur utamanya.

BACA JUGA :   Inilah, Raja Rumah Bersubsidi Dari Kota Daeng Sulsel

Perlu diapresiasi atas langkah  antisipasi yang telah diambilnya dengan menyadari bahwa BRI sebagai bank Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) tidak bisa mengabaikan perannya sebagai agen pembangunan. Langkah strategis dan kebijakan yang dilakukan oleh BRI dalam mengamankan perannya agar banknya tetap eksis going concern. Dengan harapan terjadi penguatan kepercayaan masyarakatnya terhadap bank BRI yang tetap aman dan terjamin sebagai bank yang terpercaya dan tidak ada keraguan untuk tetap dan meningkatkan jumlah penempatan dananya di BRI bank UMKM milik pemerintah.

Dengan demikian berharap BRI kedepan tidak menjadi beban pemerintah sekaligus bisa berkontribusi tinggi dalam perannya menyelamatkan perekonomian nasional. Dengan demikian sudah semestinya perlu diteladani oleh para bankir nasional lainnya.

Penulis : Ida Bagus Kade Perdana
Pemerhati Perbankan Nasional dan UMKM

Check Also

tol layang makassar

Jalan Tol Layang AP Pettarani Bantu Kelancaran Arus Logistik di Makassar

DAERAH – Kapasitas jalan pada kawasan perkotaan metropolitan terus ditambah. Salah satu ruas yang siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link