Thursday , November 26 2020
Home / Breaking News / Indonesia Punya Bonus Demografi, Peluang Bagi Sektor Properti dan Perbankan

Indonesia Punya Bonus Demografi, Peluang Bagi Sektor Properti dan Perbankan

jakarta
ilustrasi Gedung perkantoran di Jakarta

PROPERTI – Kebutuhan terhadap hunian di Indonesia diprediksi akan terus meningkat, seiring dengan pertambahan penduduk yang juga mengalami pertumbuhan. Diperkirakan, adanya bonus demografi di di Indonesia pada tahun 2020-2030, akan membuat kebutuhan rumah meningkat tajam.

Dengan adanya permintaan yang tinggi tersebut, tentu saja menjadi potensi bisnis yang sangat besar bagi pengembang dan juga perbankan dalam sisi pembiayaan perumahan. BP Tapera memperkirakan bonus demografi di Indonesia terjadi pada tahun 2025 dengan rasio ketergantungan penduduk mencapai titik terendah yaitu 44,2.

BACA JUGA :   Synthesis Gelar Indonesia Is Me Ketiga Kalinya

“Hal ini berarti setiap 100 orang yang bekerja menanggung 44 orang yang tidak bekerja. Bonus demografi ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hadirnya BP Tapera di sisi demand side diyakini mampu menyediakan potential buyer untuk sektor perumahan. Sehingga melalui kontribusi ini, BP Tapera menjadi salah satu penggerak pertumbuhan sektor sekunder di Indonesia,” ujar Komisioner BP Tapera Adi Setianto dalam sebuah diskusi virtual, Senin (19/10).

Tumbuhnya sektor sekunder di Indonesia, sambung Adi Setianto, diyakini mampu membuka lapangan usaha dan menyerap tenaga kerja pada sektor tersebut. Pertumbuhan tersebut juga dapat mendorong investasi dan inovasi teknologi pada sektor sekunder. Oleh karena itu, kata Adi, Tapera sudah siap untuk menangkap besarnya potensi bonus demografi yang sudah mulai terasa di tahun 2020 ini.

BACA JUGA :   Tehnik Sipil UNDIP Kunjungi Sentra Timur

“Kami membuka akses dan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menjadi peserta dan mendapatkan manfaat dari kepesertaannya. Tidak hanya itu, kemudahan akses untuk menjadi peserta ini juga akan mengarah kepada dorongan sektor properti untuk dapat mengakomodir demand yang terjadi,” ujar Adia Setianto.

Dalam diskusi virtual tersebut, Bank BNI juga menyatakan kesiapannya guna mendukung BP Tapera, terutama jika dikaitkan dengan adanya bonus demografi. Bagi BNI, bonus Demografi menjadi peluang bagi BNI untuk meningkatkan BNI Griya, atau produk (Kredit Kepemilikan Rumah) KPR yang diterbitkan BNI. Jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah, terutama segmen milenial Indonesia dan diiringi dengan kebutuhan rumah.

“BNI siap untuk menjadi mitra BP Tapera dalam mengakselerasi kepemilikan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. BNI yakin dengan telah dijalinnya kerjasama dengan BP Tapera dapat lebih mendorong pertumbuhan KPR. Hal tersebut terutama dengan adanya Program kerjasama berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP),” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sis Apik Wijayanto.

BACA JUGA :   Di Tengah Pandemi, Minat Konsumen Beli Proyek TOD Masih Tinggi

BNI, imbuh Sis Apik, sebagai salah satu Bank yang menyalurkan KPR dengan nama BNI GRIYA selalu siap mensupport program Pemerintah untuk pemenuhan rumah Masyarakat Indonesia terutama Milenial. Program yang ditawarkan adalah BNI Griya Komersil dan BNI Griya Subsidi Pemerintah. Untuk program komersil, saat ini BNI Griya menawarkan suku bunga ringan.

“Suku bunga mulai 4,74% pa efektif dan opsi angsuran bayar bunga saja hingga 2 tahun pertama yang merupakan salah satu bentuk kemudahan calon debitur agar tetap dapat memiliki rumah khususnya di masa pandemi covid19. Pengajuan KPR dapat dilakukan secara online melalui www.bni.co.id atau BNI mobile banking,” ungkap Sis Apik.

BACA JUGA :   Solusi Di Tengah Covid-19, BNSP dan LSP-AREA Gelar Uji Kompetensi Agen Properti Secara Online

Sedangkan untuk KPR Subsidi pemerintah, lanjut Sis Apik, diantaranya terdapat Program FLPP, Program SSB, Program BP2BT, dan Program BPJSTK MLT. Selain itu, tegasnya, Bank Negara Indonesia juga menyalurkan kredit konstruksi untuk pengembang dengan skema paket kerja sama pembiayaan pembangunan perumahan sampai penjualan.

Perlu Kerjasama Strategis
Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menyampaikan potensi bonus demografi sangat besar bagi bisnis sektor perumahan. Untuk itu perlu kerja sama strategis dari pemerintah, BP Tapera, perbankan dan pengembang dalam memanfaatkan peluang tersebut.

Menurut Totok kerja sama yang perlu dilakukan salah satunya, BP Tapera harus menempatkan dana Tapera di bank, dengan begitu bank memiliki kecukupan likuiditas untuk menurunkan suku bunga KPR. Pemerintah juga perlu menjamin agar bunga pinjaman dari dana jangka panjang tersebut tidak tinggi (sama dengan tingkat inflasi).

BACA JUGA :   Tawarkan Kepastian Investasi dan Legalitas, MKostel Sabet Trophy Bergengsi IPBA XV

“Ketersediaan dana ini diharapkan dapat mendukung penyediaan rumah bagi kelompok milenial, ASN, TNI, Polri, dan kelompok masyarakat kelas menengah lainnya yang tidak bisa masuk dalam program FLPP,” papar Totok.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya BKKBN Muktiani Asrie Suryaningrum mengatakan, pada tahun ini Indonesia sudah menikmati bonus demografi dimana dua orang usia produktif menangani kurang dari satu orang usia non produktif. Dari jumlah usia produktif tersebut sekitar 25% didominasi oleh usia 14-24 tahun. “Jumlah usia produktif yang cukup besar di Indonesia ini pastinya jadi peluang bagi sektor perumahan untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka akan rumah,” tutup Muktiani.

Check Also

Jelang Akhir Tahun, Paramount Land Raih Tiga Penghargaan Dari Event Berbeda

PROPERTI – Paramount Land berhasil meraih tiga penghargaan menjelang akhir tahun 2020 ini yaitu, Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link