Ini Dampak Buruk Pembatasan Sosial Bagi Sektor Properti di Jakarta

0
jakarta
Salah satu kawasan di DKI Jakarta

PROPERTI – Diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan saat ini mulai sedikit dilonggarkan karena memasuki masa transisi menuju New Normal, berdampak kepada turunnya aktifitas perekonomian, khususnya sektor properti.

Head of Research JLL James Taylor mengatakan, banyak penyewa kantor yang lebih berfokus pada kesinambungan bisnis mereka ketimbang berekspansi selama masa pembatasan sosial. Ada juga penyewa yang menunda perjanjian sewa. Akan tetapi, kata dia, negosiasi perpanjangan sewa tetap berlanjut, seperti beberapa kesepakatan yang sudah berlangsung sebelum pandemi.

[irp]

“Sementara di sektor ritel, sebagian besar mal tutup atau beroperasi secara terbatas selama periode Maret hingga Juni. Hanya beberapa toko dan layanan tertentu yang tetap buka. Dengan kondisi tersebut, aktivitas sewa tertunda dan hanya beberapa perjanjian sewa baru yang disepakati selama triwulan ini,” ujar James Taylor dalam keterangan tertulis.

Terbatasnya pasokan dan tingkat kekosongan yang rendah, sambung James Taylor, dapat memberikan harapan pada pemilik mal-mal kelas menengah ke atas bahwa pasar ritel masih cukup kuat. Namun, pertumbuhan sewa selama beberapa tahun terakhir nampaknya akan terhenti sementara karena operator mal dan para penyewa melakukan penyesuaian di masa adaptasi kebiasaan baru.

[irp]

Head of Markets JLL Angela Wibawa mengatakan, terdapat satu gedung yang selesai pada triwulan ini, yaitu RDTX Place. Perkantoran grade A seluas 98 ribu meter persegi ini terletak di Jalan Satrio, salah satu jalan utama di kawasan CBD. Sekitar 170 ribu meter persegi telah selesai yang membuat rata-rata tingkat hunian di kawasan CBD sedikit menurun menjadi 74% dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Tidak ada penyelesaian proyek baru di area non-CBD menyebabkan tingkat hunian di wilayah ini tetap stabil di angka 77%. Kami berharap kegiatan sewa perkantoran akan meningkat mulai triwulan ketiga meskipun beberapa penyewa cenderung tetap berhati-hati. Dari sisi pasokan, penambahan ruang grade A tidak akan terjadi pada sisa tahun ini, namun kami memperkirakan pasokan baru akan ada di setiap tahun hingga 2023,” imbuh Angela. “Kami percaya bahwa pandemi ini akan lebih mempengaruhi permintaan jangka pendek ketimbang tarif sewa. Tingkat sewa telah menurun selama sekitar lima tahun terakhir akibat tingginya volume pasokan.”

[irp]

Sementara Head of Advisory JLL, Vivin Harsanto menambahkan, ditutupnya kantor pemasaran dan terbatasnya perizinan untuk melakukan acara yang melibatkan berkumpulnya orang secara massal menyebabkan tidak ada kondominium baru yang diluncurkan pada triwulan ini.

“Para pengembang lebih berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang ada dan keberlangsungan bisnis mereka serta mengadopsi strategi pemasaran baru yaitu menggunakan teknologi digital, seperti tur virtual, media sosial, webinar, dan lain-lain,” tegas Vivin.

[irp]

Country Head James Allan mengungkapkan sektor logistik tetap menjadi sektor yang disukai para pengembang lokal dan internasional di Indonesia mengingat besarnya peluang dari sisi sosial-ekonomi negara ini. Sektor ini terbukti sangat tangguh di tengah pandemi dan permintaan sewa pun masih kuat di triwulan ini.

“Operator dan pengembang juga menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengembangan pusat-pusat data (data centres). Hal ini merupakan segmen pasar yang relatif baru di Indonesia dan sejumlah operator mengincar area kawasan industri maupun lokasi-lokasi yang lebih strategis di tengah kota,” tutur James Allan.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 182

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link