Monday , September 21 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Ini, Tiga Strategi Pelaku UKM Hadapi Krisis Akibat Pandemi Covid -19

Ini, Tiga Strategi Pelaku UKM Hadapi Krisis Akibat Pandemi Covid -19

UKM harus manfaatkan teknologi dengan optimal dalam menghadapi pandemi krisis karena Covid-19

UMUM – Pandemi Covid – 19 memiliki dampak besar pada keberlangsungan bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Berdasarkan hasil survei, sebanyak 96% pelaku UKM mengaku sudah mengalami dampak negatif Covid – 19 terhadap proses bisnisnya. Sebanyak 75% diantaranya mengalami dampak penurunan penjualan yang signifikan.

Tak hanya itu, 51% pelaku UKM meyakini kemungkinan besar bisnis yang dijalankan hanya akan bertahan 1 bulan hingga 3 bulan ke depan. Sebanyak 67% pelaku UKM mengalami ketidakpastian dalam memperoleh akses dana darurat, dan 75% merasa tidak mengerti bagaimana membuat kebijakan di masa krisis. Sementara, hanya 13% pelaku UKM yakin bahwa mereka memiliki rencana penanganan krisis dan menemukan solusi untuk mempertahankan bisnis mereka.

BACA JUGA :   Urai Kemacetan, Pikko Aktifkan Akses Sekitar SPG

Dari sisi pemerintah sendiri, Kementerian Koperasi dan UKM telah membuka layanan hotline 1500 587 yang ditujukan sebagai tempat aduan bagi UKM yang usahanya terkena dampak pandemi Covid – 19 ini mulai pertengahan Maret lalu. Pendataan ini kemudian menjadi acuan dari pemerintah untuk menyiapkan program – program antisipasi dampak Covid – 19.

Program-program tersebut antara lain, mengajukan stimulus daya beli UKM dan koperasi, program belanja di warung tetangga untuk menggerakkan ekonomi sekitar, restrukturisasi kredit bunga, memasukkan sektor mikro dalam program kartu pra – kerja, bantuan langsung tunai, hingga relaksasi pajak untuk UKM. Pemerintah berharap program – program ini bisa membantu koperasi dan UKM bertahan di masa pandemi ini.

BACA JUGA :   APLN Lakukan Ground Breaking PGV Cimanggis

Di sisi lain, pemilik usaha pun harus memutar otak untuk memastikan keuangan usahanya tetap sehat dan bisa bertahan di masa sulit ini. Denny Simano, Founder DSC.ID mengatakan, ada berbagai langkah dan solusi bagi UKM untuk mempertahankan bisnis di saat sulit karena pandemi Covid – 19. Dalam event Webinar Jurnal Masterclass yang mengangkat topik ‘Strategi Manajemen Keuangan Bisnis di Masa Krisis’, Denny menjelaskan 3 strategi yang harus dilakukan oleh para pelaku UKM dalam menanggapi situasi krisis ini, yakni :

Perbaiki Kualitas Produk dan Layanan
Masa krisis ini menjadi momen yang tepat bagi pemilik UKM untuk memperbaiki kualitas produk ataupun layanannya serta berhenti sejenak untuk mengembangkan strategi penawaran produk barang atau jasa yang menjadi basis bisnisnya. Seringkali, para pelaku usaha tidak menyadari perbedaan antara perbaikan produk dan pengembangan penawaran. Pada dasarnya, produk adalah barang atau jasa yang dipasarkan dalam bisnis. Sedangkan penawaran adalah cara yang dilakukan pelaku usaha untuk memasarkan produk tersebut. Maka itu, pelaku usaha perlu membedakan antara produk dan penawaran berdasarkan perspektif konsumen.

BACA JUGA :   Di Megabuild 2018, Conwood Hadir Dengan Tampilan Berbeda

Strategi menawarkan produk bukan dengan cara mempromosikan keunggulan produk itu sendiri, tetapi membuat konten iklan yang menarik dengan komponen attention, interest, desire, dan action.

Selain itu, UKM juga perlu memperbaiki strategi dalam berkoordinasi dan berkolaborasi dengan timnya. Pemanfaatan teknologi dan tools-tools profesional yang sudah tersedia saat ini bisa menjadi cara pelaku usaha menentukan menentukan prioritas pekerjaan, memonitor dan mengevaluasi pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilaksanakan dalam periode tertentu.

BACA JUGA :   Kunjungan Ke Sumbar, Presiden Resmikan Rusun Di Ponpes Prof Hamka

Manfaatkan Teknologi dengan Optimal
Pelaku usaha juga disarankan melakukan proses automasi pada bisnisnya. Pada dasarnya, terdapat tiga bahan bakar utama dalam berbisnis, yaitu waktu, energi, dan uang. Kebanyakan pelaku usaha memiliki uang, tetapi tidak memiliki waktu dan energi karena dihabiskan oleh pencatatan manual dan cara-cara tradisional. Hal itu biasanya menghambat perkembangan bisnis. Maka itu, pelaku usaha wajib memperbaiki proses bisnisnya, misalnya dengan mengubah pencatatan manual dengan software akuntansi online Jurnal by Mekari, mengubah proses pembayaran gaji karyawan yang semula manual menjadi sistem payroll otomatis, atau mengubah sistem pembayaran pajak secara tradisional menggunakan software Klikpajak.

Dalam lini pemasaran misalnya, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin dengan digital marketing, dan social media. Dari sisi penjualan, UKM juga bisa memanfaatkan jasa online delivery yang saat ini sedang digandrungi masyarakat.

BACA JUGA :   UOB Indonesia Jalankan Program Keringanan Nasabah Terdampak Covid-19

Persiapkan Bisnis untuk Lebih Berkembang
Pelaku usaha juga perlu memanfaatkan masa ini untuk meningkatkan keahlian yang dimiliki demi perkembangan bisnis kedepannya. Misal keahlian dalam melakukan pemasaran via digital atau mengembangkan platform e-commerce sendiri. Sehingga saat bisnis berjalan dengan normal, operasional bisnis bisa berjalan lebih cepat dari sebelumnya.

Krisis yang terjadi saat ini tidak seperti krisis keuangan tahun 2008 yang menyebabkan daya beli menurun drastis. Saat ini lebih disebabkan oleh health crisis dengan pola masyarakat yang hanya menahan daya beli, bukan tak memiliki kemampuan membeli. Jika kondisi kesehatan warga dunia pulih dan mereda, ekonomi berpotensi kembali berjalan normal dan daya beli bisa meningkat lagi.

BACA JUGA :   Cegah Penyebaran Corona, Jaya Real Property Terapkan Standar Kebersihan 

Ibarat sebuah kapal yang diterjang badai, kita tidak menerbangkan layar, atau menurunkan jangkar, tetapi membiarkan kapal mengikuti gelombang. Bukan berarti berdiam diri, melainkan mempersiapkan bisnis dan tim. Jadi ketika ada sesuatu yang urgent, kita siap ambil tindakan, kalau kondisi normal juga lagi bisa ngebut. Intinya jangan diam di masa krisis.

Jadi, sebagai pelaku bisnis UKM Anda tidak perlu cemas. Pastikan bisnis Anda tetap berjalan dan mampu bertahan pada saat kondisi pandemi saat ini. Strategi pengelolaan bisnis yang diberikan oleh Jurnal ini merupakan bagian dari kampanye #UKMTahanKrisis yang bertujuan untuk mendorong pelaku usaha untuk bertahan ditengah tantangan perekonomian di masa pandemi ini. Harapannya, melalui edukasi pengelolaan keuangan dan automasi yang diberikan oleh Jurnal bisa membantu pelaku usaha untuk mengambil keputusan bisnis yang strategis dan berdasarkan dengan data, serta penuh kehati – hatian untuk mengupayakan manajemen keuangan usaha tetap sehat.

Check Also

bedah rumah

Jadi Lapangan Kerja Baru, Alokasi Program Bedah Rumah di Sulteng Ditambah

NASIONAL – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah alokasisi penerima bantuan Program Bantuan …

2 comments

  1. Artikel di atas bagus sekali. Apakah bisa tahu berapa banyak UKM yang menjadi responden survey yang diadakan dan kurun waktu pengumpulan survey.
    Apakah Property dan Bank bisa diajak kerjasama dengan lembaga NGO untuk khusus isu survey ini.

    Terimakasih

    • selamat siang… untuk kerjasama sangat memungkinkan. sedangkan untuk UKM yang telah disurvey, kami mengutip dari nara sumber di artikel tersebut, thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link