Monday , August 10 2020
Home / Indeks Berita / Inilah Lima Bank Penyalur KPR FLPP Tertinggi, Bank BTN Paling Banyak

Inilah Lima Bank Penyalur KPR FLPP Tertinggi, Bank BTN Paling Banyak

FLPP
Sebanyak Rp6,82 triliun, untuk 67.498 unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) telah dilsalurkan melalui PPDPP

NASIONAL – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak Rp6,82 triliun, untuk 67.498 unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, akan mengevaluasi kinerja dari bank pelaksana sejauh mana komitmennya terhadap kuota unit rumah yang disepakati saat melakukan perjanjian kerjasama dengan PPDPP.

BACA JUGA :   Nava Park BSD City Topping Off Tower Pertama

“Bank yang menurut penilaian kami berkinerja kurang bagus dalam penyaluran dana FLPP, kuotanya dialihkan ke Bank yang berkinerja bagus. Namun sejauh ini bank pelaksana optimistis target kuota mereka tercapai hingga akhir tahun,”ujarnya dikutip dari laman resmi, Kamis (18/06/2020).

Hingga 16 Juni 2020, Bank Tabungan Negara (BTN) masih menjadi bank pelaksana penyalur tertinggi, yang menyalurkan dana FLPP untuk 38.177 unit rumah, senilai Rp3,86 triliun. Disusul Bank Negara Indonesia (BNI), sebanyak 6.654 unit senilai Rp677 miliar.

BACA JUGA :   Tinggal Di Rusunawa Dapat Membentuk Karakter Sosial Generasi Muda

Selanjutnya posisi ketiga tertinggi penyalur FLPP, dipegang oleh BTN Syariah sebanyak 6.016 unit rumah senilai Rp585 miliar. Posisi keempat ditempati oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah sebanyak 3.300 unit senilai Rp332 miliar dan BJB telah menyalurkan sebanyak 2.088 unit senilai Rp209 miliar.

Sementara itu, Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) mencatat 174.210 masyarakat telah mendaftar sebagai calon debitur. Dari jumlah itu, 142.897 dinyatakan lulus subsidi checking.

Sedangkan, masyarakat yang telah menerima dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapi 67.982 orang. Aplikasi tersebut mempertemukan masyarakat dengan bank pelaksana penyalur FLPP. Arief mengatakan aplikasi merupakan salah satu percepatan kesediaan hunian dalam mempertemukan supply dan demand.

BACA JUGA :   WNI Masih Pilih Singapura Tempat Beli Properti

Pembangunan rumah subsidi pada akhirnya dapat didasarkan pada permintaan masyarakat. “Melalui data tersebut berarti membangun rumah harus sesuai permintaan. Pemerintah sangat memperhatikan sisi permintaan, inilah yang dinamakan MBR sebagai subyek penyaluran bantuan pembiayaan perumahan,” bilangnya.

Dengan mengetahui lokasi yang diinginkan oleh masyarakat melalui SiKasep, para pengembang memiliki referensi guna membangun huniannya secara efisien, menghindari rumah kosong yang tidak diminati oleh masyarakat.

BACA JUGA :   Meski Belum Maksimal, Himperra Upayakan Penjualan Melalui Digital

Pemerintah melalui PPDPP pada 2020, menempatkan anggaran penyaluran FLPP sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun DIPA 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok, untuk 102.500 unit rumah.

Penyaluran FLPP 2020 ini telah mencapai Rp6,87 triliun untuk 67.982 unit rumah, atau telah mencapai 66,32 persen. Sehingga total penyaluran FLPP sejak 2010 hingga 2020 mencapai Rp51,24 triliun untuk 723.584 unit rumah. (Artha Tidar)

Check Also

rumah khusus

Pengembang Minta Relaksasi, Bank Tegaskan Tidak Ada Pengetatan KPR

BERITA UTAMA – Indonesia masih berpeluang untuk mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah pertumbuhan ekonomi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link