Friday , January 22 2021
Home / Figur / Jabat Wadirut BTPN, Darmadi Sutanto Kembangkan Platform Jenius Untuk UMKM

Jabat Wadirut BTPN, Darmadi Sutanto Kembangkan Platform Jenius Untuk UMKM

Wakil Direktur Utama BTPN, Darmadi Sutanto

FIGUR – Situasi Covid-19 dan kualitas kredit pasca restrukturisasi masih menjadi tantangan hampir di semua sektor industri, termasuk industri perbankan. Inovasi dan tren pada instrumen pembayaran elektronis dengan menggunakan kartu telah berkembang menjadi bentuk yang lebih praktis yakni transaksi digital. Salah satunya PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN).

Dimasa pandemi covid-19 ini, BTPN memasuki babak baru dengan diangkatnya Darmadi Sutanto sebagai wakil direktur utama melalui RUPST serta mendapat persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari ojk sesuai dengan Keputusan Dewan Komisioner OJK, sejak tanggal 14 mei 2020. Merentas karier selama hampir puluhan tahun di industri perbankan.

BACA JUGA :   Produk Bata Ringan Bricon Siapkan Sejumlah Strategi Hadapi Persaingan

Darmadi telah membawa ke BTPN pengetahuan dan pengalamannya yang luas di sektor keuangan dan perbankan. Pria yang mengawali mengawali karirnya di Citibank pada tahun 1991 – 2000, kemudian menjabat sebagai EVP Sales and Distribution di Standard Chartered Bank pada tahun 2000 – 2006, menjabat sebagai Direktur Perbankan Komersial di ABN Amro pada tahun 2007 – 2010, selanjutnya sebagai Direktur Perbankan Komersial di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2010 – 2015 dan terakhir sebelum bergabung dengan BTPN, sebagai Komisaris di PT Bank Mega Tbk pada tahun 2015 – 2018.

Seperti yang dikatakan Wakil Direktur Utama BTPN, Darmadi Sutanto, masa pandemi ini telah mendorong peningkatan transaksi digital perbankan termasuk aktivitas transaksi penggunaan Jenius. Dimasa pandemi ini jenius telah mengalami pertumbuhan yang baik dibanding dari sebelum pandemi.

BACA JUGA :   Mulai Dibangun, Samanea Hill, Cluster Acacia Parung Panjang Rp 400 jutaan

“Saya melihat perkembangan Jenius di 2 tahun terakhir ini nasabah Jenius telah mengalami penambahan 1,5 juta nasabah baru sehingga totalnya menjadi 2,7 juta nasabah, Ini merupakan perkembangan yang buat kami cukup baik dan cukup besar,” jelas pria yang sejak Mei 2020 dikukuhkan menjadi Wakil Direktur Utama Bank BTPN Tbk ini.

Kalau bicara masa pandemi, lanjut Darmadi, jumlah transaksi meningkat dengan pesat. Di awal bulan Januari 2020, jumlah transaksi yang terjadi sekitar 8 juta yang dipakai Jenius, tapi hingga terakhir (15 Desember) itu sudah meningkat menjadi 11,5 juta.

“Memang perpindahan orang bertransaksi sangat kelihatan. Terutama di transaksi-transaksi online tentunya ini tidak hanya e-commerce tapi saat ini orang sudah mulai terbiasa bertransaksi melalui digital untuk transfer dengan menggunakan smart phone,” ujar Master of Business Administration dari University of Western Illinois, Amerika Serikat, tahun 1991.

BACA JUGA :   Sudah Jalan Dua Bulan, Progres Kontrak Adhi Karya Baru 5% Dari Target

Selain itu, tambah Darmadi dimasa pandemi ini telah terjadi peningkatan pengguna digital bank. Kalau awalnya mungkin lebih banyak porsinya dari kalangan milenial, namun saat ini orang-orang diluar kalangan milenial atau yang saya sebut sermilenial (senior milenial) mulai menggunakan digital bank bahkan dengan porto folio aset yang lebih besar. ini juga yang menjadi portofolio Jenius ini tumbuh dengan pesat.

“Pertumbuhan ini, cukup menggembirakan buat kami sehingga funding kamipun dengan masuknya jumlah orang yang menaruh uangnya di tanbungan maupun di deposito jenius terus meningkat tajam selama pandemi. Sekarang kami sudah di atas 12 triliun dari sebelum pandemi sekitar 7 triliun. Jadi dalam beberapa bulan meningkat cukup tajam, hanya dalam waktu 1 tahun 9 bulan,” ujarnya.

BACA JUGA :   Di Tengah Pandemi, Bank DKI Tetap Catatkan Pertumbuhan Kinerja Positif

Menyinggung strategi Jenius ke depan, Darmadi mengatakan ke depan BTPN melalui Jenius akan menjadi platform digital untuk semua bisnis ritel yang akan diluncurkan salah satunya UMKM.

Untuk UMKM Jenius, tambah peraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Trisakti, Jakarta pada tahun 1988 ini, secara fitur ada yang sebut dengan Jenius bisnis. Ini memang ditujukan kepada para pelaku usaha kecil, maupun pemula yang mana di masa pandemi ini semakin banyak bertumbuh. Jenius sudah ada fitur bisnis yang bisa dipisahkan di dua rekening yakni rekening bisnis dan rekening personal.

BACA JUGA :   Naik Peringkat, Perumnas Siapkan Strategi Pacu Kinerja Korporasi

Selain itu Jenius juga ada aplikasi yang terpisah tetapi masih terkoneksi dengan jenius yang diberikan secara gratis untuk pelaku-pelaku usaha rumahan. Tujuannya agar bisa memenej inventori, bisa memenej flow of product yang di jual. Sehingga pada saat pembayaran dilinkkan ke jeniusnya.

“Inilah yang sudah kita lakukan saat ini, melalui fitur jenis bisnis. Jadi ada fitur bisnis account dan personal account. Disamping itu juga kita sedang memikirkan dan menyiapkan untuk memberikan pendanaan kepada usaha UMKM melalui digital dalam hal ini kita akan menggunakan platform dari jenius juga,” pungkas pria yang pernah ikut program pelatihan eksekutif, antara lain yang diselenggarakan oleh Erasmus Huis University di Amsterdam dan Harvard Business School di Boston, Amerika Serikat.

Check Also

Pemerintah Perbaiki Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa di Sulbar

UMUM – Presiden Joko Widodo menyatakan, untuk gedung-gedung pemerintahan yang rusak dan roboh akan dibangun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link