Saturday , October 31 2020
Home / Indeks Berita / Jadi Solusi Saat Pandemi, Kepemilikan Properti Asing Harus Dipermudah

Jadi Solusi Saat Pandemi, Kepemilikan Properti Asing Harus Dipermudah

Properti di Indonesia bisa menjadi primadona bagi warga negara asing karena harganya masih lebih murah dibanding properti di negara tetangga

PROPERTI – Aturan kepemilikan properti asing kembali mengemuka. Hal ini karena kepemilikan properti asing diharapkan mampu menjadi penyelamat bagi sektor properti di tanah air, di saat daya beli masyarakat dalam negeri sedang anjlok.

Pendiri Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma, salah satu pengembang yang mendorong pemerintah untuk memberikan kemudahan pembelian properti bagi pasar asing, guna mendorong geliat industri properti, penggunaan bahan lokal dan penyerapan tenaga kerja. Apalagi kabarnya Presiden Jokowi sudah memberi deadline bahwa akhir Agustus 2020 warga negara asing (WNA) sudah bisa membeli properti di Indonesia. “Diharapkan hal itu benar-benar dapat diselesaikan karena sudah banyak yang menunggu-nunggu,” ujar taipan yang kerap disapa Aguan itu, Kamis (24/7).

BACA JUGA :   Intiland Story Fabulous Friday, Program Promo Spesial 17 Proyek Pilhan Intiland

Dia pun berharap Indonesia dapat memberikan kemudahan untuk mendapatkan citizen pass, PR atau longstay/multiyear visa bagi warga asing yang memiliki properti di Indonesia seperti yang juga diberlakukan di Malaysia, Singapura atau Thailand. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi lebih menarik apalagi Indonesia sedang gencar menarik masuknya investasi asing.

Hal senada diungkapkan CEO/Executive Director Sinarmas Land Muktar Widjaja yang menyebut kepemilikan properti asing tidak perlu terlalu dirisaukan, karena rumah atau unit apartemen tidak bisa dibawa keluar dari Indonesia. Menurut dia, kemudahan membeli properti bagi warga asing di Indonesia dipastikan akan mengairahkan kembali pasar properti nasional.

BACA JUGA :   Selamat Jalan Cosmas Batubara, Tokoh Yang Peduli Perumahan Rakyat

“Pasar properti nasional harus didorong supaya lebih cepat pulih, apalagi akibat dampak Covid-19. Sekarang industri ini sudah batuk-batuk sehingga perlu diobati segera, karena nanti kalau sudah bangkrut susah bangkitnya,” kata Muktar.

Sementara itu, CEO Lippo Group, James Riady menyebutkan bahwa realestat adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Untuk itu, beberapa hal perlu dilakukan pemerintah untuk mendorong sisi permintaan antara lain dengan membuka dan memberi kemudahan bagi warga asing untuk membeli properti di Indonesia.

BACA JUGA :   Jaga Pasokan Listrik Indonesia, PLN Siagakan Karyawan di Kantor

“Kita berharap supaya orang asing bisa membeli properti di sini, sehingga ada permintaan yang mampu mendorong pasar kembali bangkit. Kalau kemudian hari nanti pasar orang asing ini sudah terlalu hot misalnya, ya bisa saja dibatasi kembali,” kata James.

Menanggapi harapan pelaku industri properti, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menyebutkan bahwa pemberian izin bagi warga negara asing  untuk membeli properti di Indonesia akan dimasukkan dalam Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja (omnibus law) yang rencananya sebelum akhir Agustus 2020 sudah disahkan.

BACA JUGA :   IPEX 2017, BTN Targetkan Rp 5 Triliun Kredit Baru

“Saya dari dulu berpendapat asing itu boleh saja beli, apa saja beli, kan barangnya tidak bisa dibawa ke luar negeri, justru mereka bawa duitnya ke dalam. Karena masalah ini stakeholder banyak dan kita sekarang memasukannya ke dalam RUU Cipta kerja, yang rencananya sebelum akhir Agustus sudah bisa disahkan,” ungkap Menteri Sofyan.

Namun, diingatkannya RUU Cipta Kerja harus berjalan dan semua pihak harus memiliki kesepahaman yang sama dahulu sehingga tidak muncul kesalahpahaman. Jangan sampai setelah disahkan nanti dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan di-judicial review lagi.

BACA JUGA :   Dua Tahun Pimpin REI, Eman : Tujuh Program Sudah Dijalankan

“Masalah kepemilikan properti asing akan diatur lebih simpel dan lebih baik. RUU Cipta Kerja ini sangat penting, sehingga diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala bisnis di lapangan termasuk di industri properti,” papar Menteri Sofyan.

Dalam RUU Cipta Kerja akan diatur bahwa satuan rumah susun di atas HGB dapat dimiliki warga lokal dan asing, sedangkan untuk rumah tapak bagi warga asing akan diberikan hak pakai dengan syarat rumah baru dan ada pembatasan harga.

Check Also

perkantoran

Kepailitan Rugikan Semua Pihak di Sektor Properti, REI Minta Aturannya Direlaksasi

PROPERTI – Pandemi Covid-19 yang kini melanda, merupakan bencana nasional non-alam dan tergolong dalam kondisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link