Thursday , October 29 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Jakarta-Bandung Hanya Setengah Jam

Jakarta-Bandung Hanya Setengah Jam

Proyek kereta api super cepat ini bakal mendongrak pertumbuhan kota bandung dan wilayah tempat stasiun di didirikan. Bisnis properti dan industry terkait lainnya pun akan melesat.  
Jika tidak ada aral melintang, warga Jakarta yang akan ke Bandung atau sebaliknya, hanya butuh waktu setengah jam saja untuk mencapai kota berjarak 147 kilometer ini. Jauh lebih cepat jika menggunakan kendaraan melalui jalan tol yang bisa mencapai waktu 2 jam jika kondisi normal. Rencanannya, proyek kereta super cepat alias Shinkansen Jakarta-Bandung ini ditargetkan selesai pada tahun 2020. Rute kereta ini menghubungkan Stasiun Dukuh Atas di Jakarta dengan Gedebage di Bandung.
Dipilihnya stasiun Dukuh Atas karena berada tepat di tengah kota Jakarta dan memungkinkan diakses dari semua warga. Sedangkan di Bandung direncanakan di kawasan Gedebage. Ada juga tiga stasiun pemberhentian kereta super cepat ini, yaitu Stasiun Bekasi, Stasiun Cikarang dan Stasiun Karawang, Jawa Barat. Pertimbangannya, karena tiga kawasan tersebut merupakan area industri yang memungkinkan banyak penumpang.
Jalur kereta super cepat ini juga akan terkoneksi dengan sejumlah rencana pengembangan proyek strategis seperti bandara baru di Karawang yang kini masih tahap perencanaan.  Shinkansen Jakarta-Bandung juga akan terhubung dengan transportasi massal di Jakarta. Mulai dengan jaringan Mass Rapid Transit (MRT), Monorel, dan kereta ekspres Bandara Soekarno-Hatta yang bertemu kelak di titik Stasiun Dukuh Atas.
Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pembuatan kerata api cepat dimulai pada tahun 2015. Kereta cepat ini akan melesat dari Jakarta-Bandung pada tahap pertama. “Perkiraan saya paling cepat, desain dan lain-lain itu tahun 2015 atau 2016 baru mulai desain,” ungkapnya.
Kereta cepat tersebut, lanjut Dedy, memang telah disepakati dengan pihak Jepang yang menjadi pihak investor proyek tersebut. Namun, pada tahap pertama, pembuatan kereta ini dilakukan untuk jalur Jakarta-Bandung. Setelah itu sampai ke Surabaya setelah study dulu. Tarip kereta api super cepat ini dipatok hanya berkisar Rp 200 ribu sekali jalan.
Pemerintah Jepang sangat mendukung pembangunan proyek ini karena mereka ingin Indonesia mengadopsi teknologi Jepang. Shinkansen ialah kereta kebanggaan Jepang yang dalam kurun 50 tahun sejak beroperasi, keterlambatannya hanya mencapai satu menit. Proyek besar ini ditangani bersama kantor Menko Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pemerintah provinsi DKI Jakarta, dan pemerintah provinsi Jawa Barat.
Dengan kecepatan 300 km/jam, Jakarta-Bandung dapat ditempuh hanya setengah saja. Rencananya kereta ini akan beroperasi di bawah tanah pada 2010 nanti. Lewat transportasi cepat ini, selain akan membuat kawasan Bandung dan sekitarnya akan semakin berkembang, wilayah stasiun tempat perhentian seperti di Bekasi, Cikarang dan Karawang juga akan berkembang sangat cepat. Bisnis property di kawasan ini pun dipastikan akan melejit, baik pengembangannya maupun harganya. Siap-siap meraih untung berlipat.

Check Also

BI Pangkas Lagi Suku Bunga Acuan, Analis : Sektor Properti Jadi Menarik

EKONOMI – Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link