Tuesday , January 26 2021
Home / Breaking News / Jelang Akhir Tahun, Pergerakan Harga Properti Residensial Mulai Meningkat

Jelang Akhir Tahun, Pergerakan Harga Properti Residensial Mulai Meningkat

rotterdam, Jababeka
Rumah contoh Cluster Rotterdam, menjawab kebutuhan hunian di era new normal

PROPERTI – Sesuai survei harga properti residensial Bank Indonesia, harga properti residensial tumbuh terbatas pada triwulan III (Juli-September) 2020 dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun 2020. Secara triwulanan, indeks harga properti residensial (IHPR) tumbuh 0,42 persen, tetapi masih lebih rendah 0,5 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun lalu.

Kenaikan harga properti yang berkaitan dengan hunian (residensial) secara triwulanan terutama pada tipe rumah kecil dan menengah. Sementara IHPR rumah tipe besar secara triwulanan tumbuh melambat.

BACA JUGA :   South Quarter Disewa Citi Indonesia 10 Lantai

Direktur, Kepala Riset dan Konsultan Savills Indonesia Anton Sitorus menilai, penjualan properti residensial mulai bergerak, terutama rumah tapak dengan rentang harga di bawah Rp1,5 miliar per unit. Beberapa proyek yang diluncurkan pengembang besar dengan segmen pasar tersebut dinilai memiliki tingkat serapan besar sejalan dengan kebutuhan hunian. “Di tengah kondisi pandemi COVID-19, kebutuhan rumah masih tinggi dan pasar perumahan yang berkembang adalah rumah hunian untuk end user,” ujar Anton, pada Kamis (20/11/2020).

Sejalan dengan kebutuhan rumah tinggal, semakin banyak pengembang mendorong proyek rumah tapak yang lebih terjangkau untuk segmen pasar menengah ke bawah. Lokasi proyek itu bergeser di pinggiran Jakarta, seperti Bogor, Maja, Karawang, dan Cikarang. Sebagian pengembang memanfaatkan kedekatan dengan jalur akses transportasi. Sebaliknya, pemasaran apartemen cenderung melambat karena investor masih menahan diri dan risiko investasi proyek lebih besar.

BACA JUGA :   Tiga Faktor Terlaksananya Sejuta Rumah 2016

Menurut Country Manager Rumah.com Marine Novita, pertumbuhan pasar turut mendorong tren kenaikan harga properti. Tren kenaikan harga properti tecermin dari hasil analisis Rumah.com terhadap 400.000 properti di seluruh Indonesia yang dijual dan disewa melalui laman tersebut.

Kenaikan harga pada triwulan III-2020 menjadi titik balik yang memperlihatkan tanda-tanda pemulihan industri properti nasional. Di sisi lain, terjadi tren peningkatan suplai properti. Suplai properti yang menurun pada triwulan I (Januari-Maret) 2020 secara bertahap kembali meningkat pada triwulan kedua dan ketiga tahun ini.

”Kenaikan harga properti pada triwulan III-2020 mengindikasikan mulai pulihnya optimisme pelaku industri properti dari sisi suplai. Kenaikan dari sisi harga ini menunjukan tanda-tanda pemulihan industri properti nasional,” kata Marine dalam keterangan tertulis, akhir pekan ini.

BACA JUGA :   Bank DBS - Bank Mandiri Kerjasama Uang Elektronik

Berdasarkan Rumah.com Indonesia Property Market Index-Harga (RIPMI-H), kenaikan harga properti berlangsung di sejumlah wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Peningkatan juga terjadi di sisi suplai. Rumah.com Indonesia Property Market Index-Suplai (RIPMI-S) terdata 144,7 atau meningkat 8,3 persen dari triwulan sebelumnya, serta naik 24,9 persen secara tahunan. Suplai properti residensial terbesar ialah DKI Jakarta, yakni 32 persen dari total suplai nasional. Sementara itu, Jawa Barat menyumbang 28 persen, diikuti Banten (17 persen), dan Jawa Timur (14 persen). (Artha Tidar)

Check Also

bank btn

Dukung Properti Bangkit, BTN Gelar Lomba Jurnalistik Berhadiah Rp171 Juta

UMUM – Untuk mewujudkan ambisi menjadi The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara pada tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 175

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link