Thursday , November 26 2020
Home / Breaking News / Kelengkapan Transportasi Yang Terintegrasi Dukung Konsep TOD Cisauk Point

Kelengkapan Transportasi Yang Terintegrasi Dukung Konsep TOD Cisauk Point

Cisauk Point
Progres pembangunan Cisauk Point

PROPERTI – Bagi properti yang memproklamirkan sebagai kawasan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), hadirnya transportasi publik di kawasan tersebut mutlak diperlukan. Moda transportasi yang terintegrasi tersebut menjadi faktor penting untuk memudahkan mobilisasi penghuni maupun masyarakat disekitarnya.

Salah satu proyek properti yang mengusung konsep TOD dengan didukung oleh kelengkapan sarana transportasi adalah Cisauk Point, Tangerang. Lokasinya dekat dengan Stasiun Kereta Listrik Cisauk, terhubung dengan Terminal Shuttle Bus BSD Link, Pasar Modern, hingga fasilitas pendukung komuter dengan sepeda.

BACA JUGA :   Solterra Residence Laris Manis, Waskita Rilis Tower Kedua Mulai Rp 1,2 Miliar

Bahkan, sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengklaim bahwa Stasiun Cisauk merupakan salah satu contoh integrasi antar moda transportasi yang baik. “Hal ini senada dengan upaya kami mendorong para komuter menggunakan transportasi massal. Saat ini baru mendekati 30 persen dari prosentase idealnya sebesar 60 persen dibandingkan kendaraan pribadi,” jelas Budi Karya beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Project Director Cisauk Point Teguh Waskitha memastikan proyek yang dikembangkan tepat di sebelah Stasiun Cisauk tersebut, terintegrasi dengan moda transportasi massal. Dengan begitu, kata dia, Cisauk Point dapat berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat Tangerang atau dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, begitu pula sebaliknya.

BACA JUGA :   Ekonomi Melemah, BTN Ajak Developer Bersinergi Perkuat Sektor Properti

“Cisauk Point berkonsep TOD yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal bersifat multimoda, seperti KRL dan bus. Diharapkan, masyarakat yang terbiasa dengan kendaraan pribadi dapat beralih ke transportasi massal karena kemudahan akses transportasi. Selain itu, interkoneksi antarmoda ini dapat menekan biaya transportasi para pekerja dan daya tempuh lebih efisien,” ujar Teguh.

Cisauk Point merupakan proyek kolaborasi PT Adhi Commuter Properti yang merupakan subsidiary dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dibangun di lahan seluas 1,65 Ha, Cisauk Point berada di sisi stasiun KRL Cisauk dan terminal intermoda Cisauk. Proyek mixed-use ini merangkum empat tower apartemen setinggi 26 lantai dengan 2.305 unit dan area komersial.

Dijelaskan Teguh, saat ini Stasiun Cisauk telah selesai menjalani renovasi besar-besaran dan sudah beroperasi sejak 1 Februari 2019. Stasiun Cisauk juga memiliki fasilitas yang jauh lebih lengkap dan sudah bertaraf internasional dengan gaya arsitektur minimalis futuristik, lengkap dengan fasilitas khusus ibu menyusui, toilet, fasilitas difabel, dan skywalk untuk menyeberangi rel.

BACA JUGA :   Pembangunan Selesai, IZZARA Apartment Diserahterimakan Kepada Pembeli

Sedangkan bangunan lama Stasiun Cisauk yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen -perusahaan kereta api di era kolonial Hindia Belanda- telah dinonaktifkan dan digantikan dengan bangunan di sisi selatan peron stasiun sehingga jalur 1 berada di sisi selatan. Bangunan lama stasiun yang sudah tidak lagi dipergunakan untuk keberangkatan dan kedatangan penumpang, kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI.

show unit Cisauk Point

“Kami juga memberikan kenyamanan bagi para komuter dalam menjangkau akses moda transportasi dan menuju ke Cisauk Point dengan membangun jalur pedestrian yang dilengkapi taman kota sepanjang 200 meter. Jarak ke Jakarta, Kebayoran Lama misalnya, hanya 30 menit saja,” tambah Direktur Pemasaran PT Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza.

BACA JUGA :   Investor Asal Tiongkok Paling Dominan Di Australia

Disamping dekat dengan sarana transportasi, Cisauk Point juga dilengkapi dengan pelbagai fasilitas kota, seperti coworking space dan fitness area. Di samping itu, tutur Teguh, Cisauk Point berdekatan pula dengan area komersial dan pendidikan. Sebut saja, Pasar Modern Intermoda, Indonesia Convention Exhibition, AEON Mall, The Breeze, Unika Atma Jaya, dan Universitas Prasetiya Mulya.

Cisauk Point menawarkan dua tipe, yaitu Studio dengan luas 24,4 meter persegi dan 1 BR 35 meter persegi. Hunian simpel dan strategis ini ditawarkan dengan harga Rp 360 jutaan untuk tipe Studio. Dibangun sejak Agustus 2019, Tower Sapphire rencananya akan topping off pada tahun 2021.

Check Also

Jelang Akhir Tahun, Paramount Land Raih Tiga Penghargaan Dari Event Berbeda

PROPERTI – Paramount Land berhasil meraih tiga penghargaan menjelang akhir tahun 2020 ini yaitu, Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link