Tuesday , 25 February 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Kelola Rp 29,1 triliun Aset Negara, LMAN Gandeng Virtual Hotel Operator

Kelola Rp 29,1 triliun Aset Negara, LMAN Gandeng Virtual Hotel Operator

LMAN adalah salah satu badan layanan umum (BLU) Kemenrian keungan dalam meningkatkan optimalisasi aset negara. Selain mengelola properti, LMAN juga menyediakan lahan proyek strategis nasional serta melayani konsultansi terkait aset negara. (poto Kontan)

EKONOMI – Kelolaan aset Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) bertambah besar. Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan ini mengelola aset negara dengan nilai sebesar Rp 29,1 triliun di tahun 2019.

LMAN adalah salah satu badan layanan umum (BLU) Kemenkeu dalam meningkatkan optimalisasi aset negara. Selain mengelola properti, LMAN juga menyediakan lahan proyek strategis nasional serta melayani konsultansi terkait aset negara.

BACA JUGA :   Tutup Tahun, Serapan  Anggaran PUPR 90,48 %

Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari menjelaskan, peningkatan aset kelolaan ini sejalan makin besarnya kepercayaan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu selaku pengelola barang milik negara (BMN) dan pembina teknis LMAN, dengan menambah penyerahan aset kepada lembaga tersebut.

“Termasuk kepercayaan DJKN menyerahkan dua kawasan aktiva kilang Arun dan kilang Badak, untuk kami kelola,” tutur Rahayu, dalam acara Property Outlook 2020 di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (18/12). Kedua kilang liquid natural gas (LNG) tersebut merupakan aset negara dengan nilai mencapai Rp 28,5 triliun.

Selain itu, LMAN juga mengelola aset seperti gedung dengan total nilai mencapai Rp 91 miliar, apartemen Rp 119 miliar, serta ruko, rumah, dan tanah dengan keseluruhan nilai mencapai Rp 463 miliar.

BACA JUGA :   Bangun Perumahan Tetap Jaga Lingkungan

Ia mengatakan, optimalisasi kawasan plansite seluas 76 hektare, serta 598 dari 1.080 rumah di kilang LNG Arun berhasil menciptakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga Rp 106 miliar di 2019, lebih tinggi dari Rp 17 miliar di 2018.

“Kami optimistis melalui pembentukan KEK Arun Lhokseumawe dan sinergi dengan stakeholder swasta maupun pemerintah daerah, perekonomian di kota itu lebih hidup lagi,” tutur Rahayu. Sebab, LMAN tak hanya bertugas untuk mengutilisasi aset negara menjadi sumber penerimaan saja.

Namun, menciptakan nilai tambah dan daya ungkit dari aset-aset tersebut terhadap perekonomian. Begitu pula dengan optimalisasi 2.100 hektare area aktiva kilang LNG Badak di Bontang yang menghasilkan PNBP sebesar Rp 598 miliar di 2019.

BACA JUGA :   Sky House Hunian 400 Jutaan Untuk Kaum Milenial Di Alam Sutera

Tak hanya PNBP, manfaat ekonomi dari optimalisasi kilang LNG Badak di Bontang mencapai Rp 95,16 miliar, serta manfaat cost saving mencapai Rp 41,23 miliar. Selain itu, LMAN juga memiliki kelolaan aset properti yang menghasilkan PNBP sebesar Rp 34,93 miliar di 2019.

Terdiri dari 116 unit apartemen dan 22 unit aset eks Hak Tanggungan Bank Indonesia (HTBI). LMAN akan menggandeng dua jaringan perhotelan berbasis internet yakni OYO dan RedDoorz untuk mengelola apartemen negara. Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan properti milik pemerintah.

Selain OYO dan RedDoorz, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata membuka pintu bagi pihak lain yang ingin bekerja sama dalam pemanfaatan aset pemerintah. “LMAN sudah menggunakan internet based marketplace untuk menawarkan apartemen,” kata Isa dalam kesempatan yang sama.

BACA JUGA :   Pengembang Plat Merah Mesti Patuhi UDGL

Isa mengatakan dengan penggunaan teknologi, pelaku usaha juga bisa mengetahui mana aset negara yang bisa dikerjasamakan.“Kami tidak menjual aset negara, tapi punya ruang untuk memanfaatkannya secara bersama,” jelasnya lagi.

Di luar mengelola aset negara, LMAN pun berperan menjamin ketersediaan lahan tepat waktu bagi pekerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Rahayu kembali mengungkapkan, hingga 13 Desember, telah terealisasi pembayaran pengadaan tanah sebesar Rp 45,09 triliun guna mendukung 69 PSN.

“Total jumlah luas bidang pengadaan tanah mencapai 68.251 bidang, terdiri dari berbagai proyek strategis seperti ruas jalan tol, jalur kereta, bendungan dan irigasi, serta pelabuhan,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

Seion @Serang

Baru Dilaunching, Rumah Konsep Jepang Seion @Serang Sudah Terjual 50%

  BERITA PROPERTI – Raut muka Naotsugu Suzuki tampak selalu tersenyum sumringah sepanjang Minggu, (23/2) kemarin. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 168

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link