Monday , September 28 2020
Home / Nasional / Ekonomi / Kelola Rp 29,1 triliun Aset Negara, LMAN Gandeng Virtual Hotel Operator

Kelola Rp 29,1 triliun Aset Negara, LMAN Gandeng Virtual Hotel Operator

LMAN adalah salah satu badan layanan umum (BLU) Kemenrian keungan dalam meningkatkan optimalisasi aset negara. Selain mengelola properti, LMAN juga menyediakan lahan proyek strategis nasional serta melayani konsultansi terkait aset negara. (poto Kontan)

EKONOMI – Kelolaan aset Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) bertambah besar. Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan ini mengelola aset negara dengan nilai sebesar Rp 29,1 triliun di tahun 2019.

LMAN adalah salah satu badan layanan umum (BLU) Kemenkeu dalam meningkatkan optimalisasi aset negara. Selain mengelola properti, LMAN juga menyediakan lahan proyek strategis nasional serta melayani konsultansi terkait aset negara.

BACA JUGA :   Tol Paspro Diresmikan, Akses ke Kawasan Wisata Bromo - Tengger Jadi Lancar

Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari menjelaskan, peningkatan aset kelolaan ini sejalan makin besarnya kepercayaan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu selaku pengelola barang milik negara (BMN) dan pembina teknis LMAN, dengan menambah penyerahan aset kepada lembaga tersebut.

“Termasuk kepercayaan DJKN menyerahkan dua kawasan aktiva kilang Arun dan kilang Badak, untuk kami kelola,” tutur Rahayu, dalam acara Property Outlook 2020 di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (18/12). Kedua kilang liquid natural gas (LNG) tersebut merupakan aset negara dengan nilai mencapai Rp 28,5 triliun.

Selain itu, LMAN juga mengelola aset seperti gedung dengan total nilai mencapai Rp 91 miliar, apartemen Rp 119 miliar, serta ruko, rumah, dan tanah dengan keseluruhan nilai mencapai Rp 463 miliar.

BACA JUGA :   Properti Akan Tumbuh Pesat di Vietnam, Indonesia, dan Philippine

Ia mengatakan, optimalisasi kawasan plansite seluas 76 hektare, serta 598 dari 1.080 rumah di kilang LNG Arun berhasil menciptakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga Rp 106 miliar di 2019, lebih tinggi dari Rp 17 miliar di 2018.

“Kami optimistis melalui pembentukan KEK Arun Lhokseumawe dan sinergi dengan stakeholder swasta maupun pemerintah daerah, perekonomian di kota itu lebih hidup lagi,” tutur Rahayu. Sebab, LMAN tak hanya bertugas untuk mengutilisasi aset negara menjadi sumber penerimaan saja.

Namun, menciptakan nilai tambah dan daya ungkit dari aset-aset tersebut terhadap perekonomian. Begitu pula dengan optimalisasi 2.100 hektare area aktiva kilang LNG Badak di Bontang yang menghasilkan PNBP sebesar Rp 598 miliar di 2019.

BACA JUGA :   JUNG Resmikan Kantor Baru di Indonesia

Tak hanya PNBP, manfaat ekonomi dari optimalisasi kilang LNG Badak di Bontang mencapai Rp 95,16 miliar, serta manfaat cost saving mencapai Rp 41,23 miliar. Selain itu, LMAN juga memiliki kelolaan aset properti yang menghasilkan PNBP sebesar Rp 34,93 miliar di 2019.

Terdiri dari 116 unit apartemen dan 22 unit aset eks Hak Tanggungan Bank Indonesia (HTBI). LMAN akan menggandeng dua jaringan perhotelan berbasis internet yakni OYO dan RedDoorz untuk mengelola apartemen negara. Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan properti milik pemerintah.

Selain OYO dan RedDoorz, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata membuka pintu bagi pihak lain yang ingin bekerja sama dalam pemanfaatan aset pemerintah. “LMAN sudah menggunakan internet based marketplace untuk menawarkan apartemen,” kata Isa dalam kesempatan yang sama.

BACA JUGA :   Akhir Tahun, Paramount Land Rilis Dua Produk Baru

Isa mengatakan dengan penggunaan teknologi, pelaku usaha juga bisa mengetahui mana aset negara yang bisa dikerjasamakan.“Kami tidak menjual aset negara, tapi punya ruang untuk memanfaatkannya secara bersama,” jelasnya lagi.

Di luar mengelola aset negara, LMAN pun berperan menjamin ketersediaan lahan tepat waktu bagi pekerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Rahayu kembali mengungkapkan, hingga 13 Desember, telah terealisasi pembayaran pengadaan tanah sebesar Rp 45,09 triliun guna mendukung 69 PSN.

“Total jumlah luas bidang pengadaan tanah mencapai 68.251 bidang, terdiri dari berbagai proyek strategis seperti ruas jalan tol, jalur kereta, bendungan dan irigasi, serta pelabuhan,” pungkasnya. (Artha Tidar)

Check Also

IFRA 2020

Animo Tinggi, IFRA Virtual Expo 2020 Diperpanjang Hingga 30 September

UMUM – Gelaran pameran waralaba dan lisensi virtual ‘IFRA Virtual Expo 2020’ memasuki hari ketiga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link