Friday , August 7 2020
Home / Indeks Berita / Kuota FLPP Habis, MBR Menangis, Pengembang Meringis

Kuota FLPP Habis, MBR Menangis, Pengembang Meringis

Data PPDPP menyebut penyaluran FLPP hingga per 19 Maret 2020 telah mencapai 8.550 unit rumah

BERITA UTAMA – Para pengembang bilang ratusan unit rumah subsidi yang selesai dibangun tak bisa akad akibat habisnya kuota FLPP.

Namun, data di PPDPP menyebutkan masih ada tersedia kuota untuk 54.501 unit rumah senilai dari target 102.500 unit senilai Rp11 Triliun.

BACA JUGA :   Dianggap Program Gagal, APERSI Minta Aplikasi SiKasep Dihapus Saja

Soal habisnya kuota FLPP masih jadi isu dan perdebatan serius di kalangan stake holder perumahan, khususnya yang menekuni pembangunan rumah bersubsidi. Selain pengembang, masyarakat berpenghasilan rendah menangis karena batal punya rumah idaman. Masyarakat berpenghasilan rendah yang sudah membayar lunas uang muka, tidak bisa menempati rumahnya. Akibat tak bisa melakukan akad.

Sekjen DPP APERSI, Daniel Djumali

Sekjend DPP Apersi Daniel Djumali menyebut, ada 20 ribu unit rumah yang seharusnya akan diakadkan seharga Rp 140 juta. Akibat habisnya kuota FLPP, ada investasi yang tersendat sekitar Rp 2,8 triliun. Dampaknya, “Ada lebih dari 120 komponen bisnis lainnya, seperti material, tenaga kerja, dan lainnya ikut terhenti,” kata Daniel dalam beberapa kali kesempatan kepada Property&Bank.

BACA JUGA :   Jaga Likuiditas dan Modal Bank, OJK Kembali Gulirkan Relaksasi Lanjutan

Senada dengan Daniel, Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja menuturkan habisnya kuota ini akan membuat konsumen terhambat untuk melakukan akad. Sebagian pengembang mencoba mensiasatinya dengan menawarkan KPR komersial. “Tapi kebanyakan masyarakat berpenghasilan rendah enggan memilih skema komersil lantaran harganya yang lebih mahal,” tutur Endang.

Andre Bangsawan, Ketua Umum Appernas Jaya juga menambahkan, MBR tidak mungkin mampu mencicil KPR komersial. “Selisih cicilannya bisa mencapai 75 persen lebih mahal ketimbang FLPP. Apalagi di tengah pandemic saat ini. Kemampuan MBR dalam mencicilan semakin turun,” jelas pengembang yang juga pernah menjadi jurnalis di sebuah stasiun Teleivisi swasta ini.

BACA JUGA :   Bank BTN Kembali Gelar IPEX 2016
appernas jaya
Ketua Umum Appernas Jaya Andre Bangsawan

Namun, dari data yang diperoleh Property&Bank dari PPDPP, ternyata masih tersedia kuota dari target 2020 sebesar 102.500 unit, sudah terealisasi per Mei 2020 sebanyak 47.666 unit rumah. Artinya masih ada sisa kuota FLPP yang bisa diakadkan untuk 54.501 unit rumah.

Agusny Gunawan, Direktur Layanan PPDPP membantah jika disebut-sebut kuota FLPP sudah habis. Menurut Agusny, kuota FLPP masih tersedia di 35 bank penyalur FLPP selain Bank BTN. “Masih ada sekitar 55% lagi yang belum diserap, atau sekitar 57. unit lagi,” tegasnya. Kalaupun yang sudah habis, bisa jadi di beberapa bank kerjasama, termasuk Bank BTN.

BACA JUGA :   Khalawi Minta Himperra Dukung Penuh Program Satu Juta Rumah 

Namun, Hermita, Senior VP Bank BNI Bidang Hubungan Kelembagaan mengakui kuota di Bank BNI sudah habis. “Paling tersisa yang sudah diplot dan segera cair,” kata Hermita yang sukses meningkatkan penyaluran KPR FLPP dengan program akad masalnya dengan sejumlah pengembang. Untuk melanjutkan sukses penyaluran KPR FLPP di Bank BNI, Hermita saat ini menjajaki untuk menambah target penyaluran melalui target BPD yang belum optimal menyalurkan  KPR FLPP.

Agusny Gunawan, Direktur Layanan PPDPP

Daniel Djumali mengaku saat ini konsumen yang sudah membayar uang muka tidak bisa akad KPR FLPP lagi. “Pihak PPDPP bilang masih tersedia kuota, tapi kok nggak ada akad juga,” tukasnya.

BACA JUGA :   APL Tutup Atap Tower Pertama PGV

Hal ini diperkuat oleh Ketua DPD Apersi Banten, Safran Edi Harianto Siregar. Banyak anggota Apersi DPD Banten yang mengalami kesulitan untuk merealisasikan akad KPR FLPP dengan bank pelaksana. “Konsumen yang sudah bayar uang muka di reject dengan alasan yang tidak jelas,” ungkap Safran. Ada kemungkinan besar, adanya kekuatiran perbankan untuk merealisasikan kredit di saat pandemi ini.

Analisa pengamat Tumiyo, mantan Ketua YKPP yang menyebutkan peluang penyaluran KPR FLPP kepada ASN, TNI, Polri masih terbuka, sesuai dengan kenyataan di lapangan. “Yang masih bisa cair hanya konsumen ASN, Polri dan TNI, rata-rata bisa akad 2 sampai 5 unit,” sebut Safran. Total ASN, Polri dan TNI di Banten yang sudah melaksanakan akad KPR FLPP mencapai 400 unit. Dalam kondisi norma, jumlahnya bisa mencapai 1200-1500 unit tahun 2018. Terjadi penurunan sampai 70 persen. Selama ini pengembang DPD Apersi Banten bergantung pada Bank BTN yang sudah bekerja sama cukup lama. “Tapi per 1 Mei 2020 Bank BTN sudah stop menyalurkan KPR FLPP,” tambahnya.

BACA JUGA :   Bidik Pasar Potensial Jakarta Barat, ERA Infinity Grand Opening Kantor Baru

Akibat habisnya kuota KPR FLPP di Bank BTN, sebagian besar pengembang mencoba mengalihkan kepada bank pelaksana yang lain. Masalahnya, sebagian besar pengembang belum melakukan kerjasama dengan bank penyalur selain Bank BTN. “Kalaupun mau mulai kerjasama sekarag, butuh waktu dan proses dari nol dan makan waktu lama, sementara konsumen sudah bayar uang muka,” tutur Safran Panjang lebar.

Bahkan setelah melakukan kerjasama, tidak sedikit juga bank pelaksana yang masih wait and see menyalurkan kredit saat ini. Tak heran, dari target DPD Apersi Banten sebesar 1200 unit rumah subsidi dalam sebulan, hanya terealisasi 400 unit saja. Ada antrian yang belum mendapatkan kredit sebanyak 800 unit.

Check Also

triniti land

Triniti Land Berencana Buyback Saham TRIN Sebesar Rp 20 Miliar

PROPERTI – PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link