Thursday , June 4 2020
Home / Indeks Berita / Laba dan Kredit Bank BTN Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi Covid-19

Laba dan Kredit Bank BTN Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi Covid-19

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury saat paparan kinerja melalui teleconference

INFO PERBANKAN – Pandemi Covid-19 di tanah air masih belum reda. Namun, sebagai pemain utama dalam pembiayaan sektor perumahan, Bank BTN mampu mencatatkan kinerja yang positif.

Dalam teleconference Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal I/2020 dengan media melalui aplikasi zoom, Jumat (15/5), Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury memaparkan, kendati kondisi industri perbankan dan ekonomi nasional tengah mengalami kontraksi, Bank BTN masih on track dan tetap optimistis.

BACA JUGA :   Di Tengah Pandemi Covid-19, Bank BTN Dorong Kinerja Digital Banking

Pahala mengatakan, berbagai strategi yang telah dijalankan perseroan sejak tahun lalu, mampu mempertahankan kinerja positif di Bank BTN. Menutup kuartal I/2020, kata dia, data keuangan Bank BTN merekam perseroan menghasilkan pendapatan bunga senilai Rp6,17 triliun. Dengan kinerja tersebut, laba operasional perseroan sebelum provisi tercatat sebesar Rp870 miliar.

“Pendapatan bunga tersebut disumbang pertumbuhan kredit kami yang masih solid kendati dampak Covid-19 cukup terasa. Pencadangan, permodalan, dan likuiditas kami yang cukup tebal juga menjadi bantalan kuat di tengah kondisi seperti saat ini,” jelas Pahala.

BACA JUGA :   Penjualan SCG Naik 15% Pada Kuartal II 2016

Untuk tetap menjaga rasio pencadangan yang kuat, jelas Pahala, Bank BTN terus memupuk provisinya dengan mengalokasikan dari laba operasional. Per kuartal I/2020, coverage ratio perseroan melonjak ke level 105,66% dari 45,07% pada periode yang sama tahun lalu. Dengan alokasi untuk pencadangan tersebut, Bank BTN mencatatkan laba bersih senilai Rp457 miliar pada 31 Maret 2020.

Perseroan, sambungnya, juga mencatatkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 18,73% pada kuartal I/2020 atau naik 111 basis poin (bps) dari 17,62% di kuartal I/2019. Peningkatan permodalan tersebut didukung penerbitan subdebt pada awal 2020 yang mencatatkan kelebihan permintaan hingga lebih dari 10 kali. Pahala melanjutkan, bank tabungan spesialis kredit perumahan ini juga aktif mencari pendanaan di luar Dana Pihak Ketiga (DPK). Sehingga, Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan masih kuat di level 140,51% per 31 Maret 2020.

BACA JUGA :   Ciputra Kembangkan Propan Tower, Perkantoran Untuk Bisnis Startup

“Bank BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp253,25 triliun pada akhir kuartal I/2020. Posisi tersebut tumbuh 4,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp242,13 triliun di kuartal I/2019. Penopang terbesar pertumbuhan kredit Bank BTN yakni segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi,” imbuh Pahala yang saat teleconferce didamping jajaran direksi.

Zoom BTN
Teleconferemce paparan kinerja Bank BTN dengan sejumlah media

Pahala menegaskan, segmen yang menempati porsi sebesar 44,53% dari total kredit di emiten bersandi saham BBTN tersebut, mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,57% yoy dari Rp101,9 triliun pada kuartal I/2019 menjadi Rp112,78 triliun pada periode yang sama tahun ini.

BACA JUGA :   Kredit Bank BTN Tumbuh 19,28 % Dan NPL Turun 2,65%

Sedangkan pada segmen KPR Non-subsidi yang menempati porsi sebanyak 31,58% terekam penyaluran kredit sebesar Rp79,99 triliun pada kuartal I/2020. Secara total, kredit di sektor perumahan di Bank BTN mencatatkan kenaikan sebesar 4,14% yoy dari Rp219,73 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp228,82 triliun di bulan yang sama tahun ini.

Segmen kredit non-perumahan juga mengalami kenaikan sebesar 9,05% yoy dari posisi sebesar Rp22,41 triliun pada 31 Maret 2019 menjadi Rp24,43 triliun di periode yang sama tahun ini. Kenaikan terbesar di segmen ini ditopang melesatnya penyaluran kredit korporasi sebesar 87,75% yoy menjadi Rp6,54 triliun pada 31 Maret 2020.

BACA JUGA :   Diikuti Sebanyak 1.673 Peserta, Bank BTN Gelar BTN Santri Developer

Di sisi lain, Bank BTN juga telah menghimpun DPK sebesar Rp221,72 triliun per kuartal I/2020 atau naik 2,73% yoy. Dengan berbagai capaian tersebut, aset BBTN per kuartal I/2020 yakni senilai Rp308,19 triliun atau naik 2,27% yoy dari Rp301,35 triliun pada kuartal I/2019.

Perseroan juga mencatatkan penurunan Cost of Fund (CoF) sebesar 61 bps dibanding tahun lalu. Perbaikan CoF tersebut disebabkan adanya peningkatan tabungan reguler Batara sebesar 6,8% yoy menjadi Rp18,23 triliun. “Secara gradual, dari Januari hingga Maret 2020, cost of fund Bank BTN juga menunjukkan tren perbaikan,” pungkas Pahala.

Check Also

Begini Strategi Pemasaran Properti Di Tengah Pandemi Covid-19

SOSOK  – Pemerintah Indonesia terus mengambil langkah-langkah tegas guna memutus penyebaran virus corona (covid-19) yang mematikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 171

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link