Friday , October 30 2020
Home / Indeks Berita / Lahan di Jabodetabek Kian Terbatas, Pembangunan Konsep TOD Jadi Solusi

Lahan di Jabodetabek Kian Terbatas, Pembangunan Konsep TOD Jadi Solusi

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid

PROPERTI – Semakin terbatasnya lahan di kawasan perkotaan membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pembangunan perumahan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah daerah di Jabodetabek. Selain untuk mengotimalkan penggunaan lahan, TOD juga mampu meningkatkan penghematan energi serta mengintegrasikan hunian masyarakat dengan sarana transportasi.

“Kami akan terus mendorong pola pembangunan perumahan dengan konsep TOD di kawasan perkotaan,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar #3 Peringatan Hari Habitat Dunia Tahun 2020 bertemakan Pembangunan Perumahan dan perkotaan di Indonesia oleh Swasta dan Masyarakat yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

BACA JUGA :   Pemerintah Gulirkan Stimulus, Giliran Perbankan Permudah Akad KPR

Menurut Khalawi, pembangunan TOD pada merupakan salah satu amanat dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman khususnya di Pasal 6 yang menyatakan bahwa Pembangunan rumah umum harus mempunyai akses menuju pusat pelayanan atau tempat kerja. Selain itu, TOD juga menjadi bagian dari UU Nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun yang menyatakan bahwa setiap pembangunan rumah susun komersial, wajib menyediakan rumah susun umum paling sedikit 20 persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, setidaknya ada empat manfaat dari implementasi pembangunan TOD. Pertama adalah mendorong pembangunan perumahan yang layak huni dan memiliki aksesibilitas yang baik sekaligus menyediakan jaringan transportasi umum yang terjangkau. “TOD ini juga cocok untuk para generasi milenial yang ingin melakukan mobilisasi dengan mudah,” terangnya.

BACA JUGA :   Dalam Satu Tahun, IKEA Food Mampu Kurangi 31% Limbah Makanan

Manfaat kedua adalah optimalisasi penggunaan lahan. Pembangunan TOD secara vertikal juga bisa dilaksanakan di lokasi lahan yang sempit namun berpusat pada simpul jaringan transportasi.  Sedangkan yang ketiga adalah mendorong penghematan energi.

“Salah satu penghematan energi adalah penyediaan listrik yang terfokus dan bahan bakar minyak (BBM). Jadi masyarakat bisa memanfaatkan tranportasi publik massal sebagai pilihan utama moda transportasi,” tandasnya.

Adapun manfaat ke empat adalah TOD dibangun secara integrasi dengan dengan sarana transportasi seperti stasiun dan terminal. Beberapa TOD kini sudah dibangun tidak jauh dari stasiun kereta api ataupun commuter line seperti Stasiun Pasar Senen, Pondok Cina, Depok Baru, Jatijajar, Citayam dan Cinere. Sedangkan TOD yang terintegrasi dengan terminal berada di sekitar terminal Poris Plawad Tangerang, Baranangsiang Bogor, Jatijajar Depok dan Pondok Cabe Tangerang Selatan. “Kami berharap masyarakat bisa terbantu dengan pembangunan TOD ini,” harapnya.

Check Also

IKEA

Dalam Satu Tahun, IKEA Food Mampu Kurangi 31% Limbah Makanan

SEKITAR KITA – Permasalahan sampah makanan sudah menjadi isu global yang patut diperhatikan dalam beberapa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link