Saturday , October 31 2020
Home / Indeks Berita / Lima Cara Bisnis Bertahan Di Tengah Wabah Covid-19 Dari Grant Thornton

Lima Cara Bisnis Bertahan Di Tengah Wabah Covid-19 Dari Grant Thornton

Foto : Ilustrasi

UMUM- Virus corona (COVID-19) yang merebak di Indonesia sejak awal bulan lalu tidak hanya berdampak serius pada kesehatan masyarakat, namun juga mengancam stabilitas ekonomi Tanah Air. Bahkan ekonomi Indonesia diprediksi dapat masuk ke dalam skenario terburuk selama masa pandemi ini.

Bahkan pemerintah telah meningkatkan Physical distancing dengan menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut berdampak pada sektor industri dalam menghadapi gangguan signifikan dari sisi supply-chain, tenaga kerja, kesinambungan bisnis hingga arus kas perusahaan.

BACA JUGA :   Program Padat Karya di 34 Propinsi Sebesar Rp 10 Triliun Dipercepat

Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, mengungkapkan ada 5 (lima) area yang bisa menjadi fokus pengusaha untuk melewati krisi ini. Pertama, Cash Managemen.

Mengatur arus kas merupakan kunci utama perusahaan untuk dapat melewati tantangan berat di tahun 2020 ini. Perusahaan perlu mengambil langkah-langkah untuk mengamankan persediaan kas mereka termasuk mengambil tindakan yang diperlukan seperti memperpanjang pembayaran kreditor, negosiasi penangguhan pembayaran sewa dan kredit bank, negosiasi dengan pelanggan untuk pembayaran lebih awal hingga mempertimbangkan keringanan pajak maupun program pemerintah yang memberikan kemudahan bagi pengusaha. “Cash Management juga meliputi bagaimana perusahaan mampu melakukan forecast keuangan jangka pendek dan menengah dengan baik.”

BACA JUGA :   Jadi Finalis Ajang Kompetisi AETP, Startup Gradana Ingin Layanan Lebih Luas  

Kedua, Contingency Planning atau panduan tanggap darurat. Ini perlu disusun untuk mengetahui apa saja sector krusial dalam perusahaan dan memastikan strategi yang akan diambil aman untuk kelangsungan bisnis kedepannya. “jadi perlu diketahui dimana titik-titik kritis dalam rantai pasokan, menyiapkan cadangan darurat saat persediaan menipis dan mengidentifikasikan pasokan alternatif termasuk dalam perencanaan darurat ini. Pastikan juga karyawan-karyawan yang berada di posisi krusial untuk mendukung bisnis perusahaan tetap dapat bekerja dengan fleksibilitas tinggi melalui kebijakan work from home dan remote meeting,”ujar Johanna Gani, dalam siaran pers yang diterima redaksi (15/04/2020).

Ketiga, Pengelolaan Pemegang Saham. Perkiraan arus kas yang baik tentunya akan menempatkan perusahaan pada posisi yang lebih kuat saat berdiskusi dengan para pemegang saham. “ kami sarankan perusahaan agar proaktif dan mengambil inisiatif untuk secara aktif berhubungan dengan otoritas pajak, pemberi pinjaman hingga supplier utama untuk tetap mendapat dukungan keuangan yang mungkin saja tersedia.”

BACA JUGA :   Gunakan Go Untar, Cara Untar Terima Mahasiswa Baru Di Tengah Pandemi

Keempat, Perhatikan Karyawan. Memahami profil karyawan menjadi sangat penting dalam situasi ini untuk menemukan berbagai opsi untuk solusi tenaga kerja dalam perusahaan. Pada beberapa situasi, pengusaha akan menghadapi posisi sulit antara mempertahankan karyawan atau harus melakukan pengurangan demi kelangsungan bisnis.  “Kebijakan yang jelas untuk work from home, unpaid leave hingga kapan karyawan harus dikarantina di kondisi kesehatan tertentu perlu disampaikan agar karyawan tahu bagaimana posisi mereka dan dapat menerima pesan dari pemimpin bisnis.”

Kelima, Bentuk Tim Manajemen Krisis . ini penting dengan membentuk tim khusus dan pastikan perwakilan dari tiap divisi saling berkomunikasi untuk membahas dan menentukan prioritas masalah yang dihadapi perusahaan dan mengantisipasi masalah yang dapat muncul ke depannya. “Komunikasi sejak dini dan keterbukaan dengan tim dapat membangun sistem komunikasi yang sehat dan menjangkau semua karyawan baik mereka yang bekerja dari rumah maupun yang masih melakukan pekerjaan di kantor. Komunikasi yang baik juga mengurangi ketidakpastian dan kekhawatiran para karyawan,”ujarnya.

BACA JUGA :   Bluebird Gandeng BTN Agar Pengemudi Taksi Bisa Miliki Rumah

Situasi COVID-19 yang terus berkembang pasti akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan maupun di masing-masing industri. Para pengusaha perlu memastikan mendapat informasi terkini dari sumber berita yang kredibel sebelum menentukan strategi bisnis mereka.

Johanna Gani, menegaskan “Kunci untuk bertahan adalah tetap optimis dan selalu beradaptasi dengan keadaan, pengusaha yang dapat menyusun rencana terstruktur baik dimasa pandemi ini maupun setelah krisis mereda akan mampu bergerak lebih cepat kembali pada trajektori pertumbuhan semula.”

Check Also

perkantoran

Kepailitan Rugikan Semua Pihak di Sektor Properti, REI Minta Aturannya Direlaksasi

PROPERTI – Pandemi Covid-19 yang kini melanda, merupakan bencana nasional non-alam dan tergolong dalam kondisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link