Sunday , November 29 2020
Home / Indeks Berita / Luncurkan program “We Are the Future” Allianz Indonesia Cetak Anak Muda Siap Kerja

Luncurkan program “We Are the Future” Allianz Indonesia Cetak Anak Muda Siap Kerja

Sekitar Kita : Pandemi Covid-19 belum berakhir, seluruh negara di dunia termasuk Indonesia masih berjuang menghadapi wabah global ini. Hampir seluruh sektor ekonomi terdampak pandemi Covid-19, termasuk para pekerja. Imbasnya banyak tenaga kerja yang dirumahkan (PHK) karena perusahaanya tidak beroperasi.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat jumlah pengangguran per februari 2020 mencapai 6,88 juta. Jumlah ini naik 60 ribu orang dibandingkan Februari 2019, dengan perbandingan tahun per tahun. Keadaan ini kemudian diperparah oleh dampak pandemi COVID-19.

BACA JUGA :   Program Sejuta Rumah Efektif Bantu Masyarakat Hadapi Pandemi Covid-19

Keadaan saat ini sangat mempengaruhi lapangan pekerjaan dan jumlah pengangguran, terutama untuk anak muda yang baru mau melangkahkan kaki ke dunia kerja. Pilihan lapangan kerja yang masih bertahan menjadi lebih sedikit dari sebelumnya, dengan jumlah angkatan kerja yang lebih banyak.

“dengan kondisi seperti ini, siapapun harus memiliki ketrampilan khusus untuk bisa terpilih dan mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, pemerintah selalu berusaha mencari jalan agar masyarakat dapat memiliki ketrampilan yang baik agar mampu diterima di sebuah pekerjaan. Dan apa yang dilakukan oleh SOS Children’s Villages bersama Allianz Indonesia sangat baik, yaitu memperkuat generasi muda bangsa Indonesia,” ujar Harry Hikmat, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia.

BACA JUGA :   Equnix Business Solutions Hadirkan Sistem Data Deepgreen DB

Analisis dari International Labour Organisation menyebut setidaknya 1 dari 6 anak muda kehilangan pekerjaan karena dampak dari Covid-19 di seluruh dunia. Imbas dari virus ini tentu tidak hanya kita rasakan pada masa sekarang, tapi dampaknya dapat dirasakan sampai beberapa tahun ke depan. Untuk mencegah keadaan yang lebih buruk, anak-anak muda harus diberi penguatan dan dukungan dalam mengembangkan potensinya agar dapat membangun kembali perekonomian pasca COVID-19.

Masalah ini juga menjadi perhatian khusus bagi SOS Children’s Villages, sejak awal pandemi Covid-19. Sebagai sebuah organisasi nirlaba yang aktif dalam pemenuhan hak-hak anak, SOS Children’s Villages mengasuh dan membina lebih dari 5.500 anak yang telah atau terancam kehilangan pengasuhan orang tua di Indonesia.

BACA JUGA :   Woodland, Tawarkan Investasi Untung Di 2017

Sedangkan, jumlah remaja yang saat ini sedang persiapan menuju kemandirian ada sebanyak 2.584 remaja, dengan lebih dari 200 diantaranya di usia yang menempuh pendidikan tinggi untuk siap bekerja.

Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia mengungkapkan, berdasarkan assessment yang kami lakukan, ada sebanyak 100 remaja yang saat ini tidak bekerja, sebagian dari mereka karena dirumahkan akibat pandemi. Melihat kondisi ekonomi saat ini, sangat penting bagi kami untuk membantu persiapkan anak-anak dengan ketrampilan yang mumpuni agar bisa bersaing di dunia kerja. Mereka berasal dari lingkungan dan budaya yang berbeda-beda yang tersebar di 11 kota Indonesia, dari Aceh hingga Flores. Namun, tujuan dan keinginan mereka hanya satu, mampu menjadi pribadi yang mandiri dan sukses di dunia kerja.

BACA JUGA :   Sembilan Bulan, Pendapatan DILD Naik 40%, Laba Bersih Turun 47%

Setelah kesuksesan program “We Are Hope” pada tahun 2019 lalu, kembali tahun ini  SOS Children’s Villages yang bekerjasama dengan Allianz Indonesia kembali  membuat program dengan nama “We Are the Future” yang bertujuan memberikan harapan bagi anak muda khususnya di SOS Children’s Villages Semarang untuk perkembangan kapasitas remaja dan mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

“Secara resmi program ini diluncurkan pada tanggal 5 September 2020, sasaran remaja tingkat SMA/SMK. Dimana mereka akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris dan komputer, program ketahanan diri dan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga pemagangan,” papar Gregor.

BACA JUGA :   Kredit Bank BTN Tumbuh 19,28 % Dan NPL Turun 2,65%

Program ini lanjut Gregor, akan diimplementasikan selama tiga tahun terhitung dari tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2022. Evaluasi akan dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk memaksimalkan materi yang diberikan tepat sasaran,  sehingga mereka punya ketrampilan yang baik agar tidak kalah saing dengan anak muda lainnya.

Sementara itu Cui Cui, Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia mengatakan, “Dukungan ini merupakan wujud komitmen kami untuk meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia yang sejalan dengan salah satu pilar dari CSR Allianz Indonesia yaitu Pendidikan. Tujuan untuk membantu sebanyak mungkin orang muda melalui pendidikan. Dengan melibatkan profesional di bidangnya, sekitar 40 anak muda SOS Children’s Villages mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Allianz di SOS Children’s Villages Semarang. Kemandirian anak muda dan persiapan diri mereka memasuki dunia kerja adalah salah satu hal yang menjadi tugas kita bersama.

BACA JUGA :   Akhir 2016, PP Properti Mulai Bangun Verdura

“Kami berharap melalui program ini dan banyak program lainnya yang didukung oleh Allianz, akan lebih banyak lagi generasi muda Indonesia yang mampu menggapai cita-citanya dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” kata Cui Cui.

Check Also

rumah

Pastikan Kualitas Hunian, PPDPP Perkenalkan SiPetruk Kepada Bank Pelaksana

PEMBIAYAAN – Dalam Rapat Koordinasi Inovasi Teknologi Informasi PPDPP bersama dengan bank pelaksana penyalur KPR …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link