Monday , October 26 2020
Home / Indeks Berita / Memaknai Hari Raya Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid – 19

Memaknai Hari Raya Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid – 19

Dr. Charyna Ayu, R., M.A
Dr. Charyna Ayu, R., M.A

KOLOM – Tidak pernah ada yang menyangka pandemi covid-19 ini akan meluluhlantakkan sebagian besar sektor di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Mulai dari kebijakan maupun peraturan yang diterapkan pemerintah untuk mencegah merebaknya pandemi ini membuat kita semua yang dikenal sebagai makhluk sosial harus menahan diri untuk tidak berinteraksi secara langsung antar sesama. Kalaupun interaksi harus dilakukan, kita sungguh beruntung karena media teknologi telah mengakomodir kebutuhan tersebut.

BACA JUGA :   Saat Pandemi, Pegawai Pemerintah Pasar Potensial Bisnis Perumahan

Adapun pemberlakuan kebijakan untuk melakukan physical/social distancing sebagai implementasi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangsung sehingga sekarang, mungkin saja sehingga perayaan Idul Fitri tiba. Dampaknya, Ramadan tahun ini tentu saja menjadi sangat berbeda. Berbagai kebiasaan yang kerap dilakukan mulai dari gaya hidup sampai dengan prinsip utama yaitu beribadah pun harus mengalami penyesuaian.

Kebiasaan buka puasa bersama dengan kawan dan kerabat di restoran atau tempat yang menyediakan ‘eating out’, tumpah ruahnya berbagai makanan yang dijual di pinggir jalan atau tempat-tempat perbelanjaan, kemeriahan sahur bersama, bahkan shalat tarawih berjamaah di masjid menjadi dibatasi bahkan tidak diperbolehkan. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah diam di rumah dan melakukan semua aktivitas hanya dari rumah.

BACA JUGA :   Kegiatan Event Dibatalkan, Covid-19 Force Majeor Atau Bukan?

Jadi, ada apa sebenarnya dengan fenomena ini? Bukankah bulan ramadan ini adalah bulan suci yang sangat dicintai Rasul dan Allah, tapi mengapa kenyataannya seperti ini?

Mari kita bersama-sama mengevaluasi apa esensi dari fenomena ini. Salah satu hal utama yang dilakukan Rasul saat bulan Ramadan dibanding bulan-bulan lainnya adalah dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Sementara, apa yang selama ini dilakukan kebanyakan orang dalam menjalankan ibadah puasa? Ada suatu pergeseran keutamaan yang terjadi dalam mengamalkan ibadah puasa dimana kemeriahan terjadi secara berlebihan sepanjang bulan ini.

BACA JUGA :   Teknologi Bambu Laminasi Jadi Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Apa buktinya? Restoran selalu full booked di jam buka puasa, bahkan sudah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak cukup hanya dengan makan bersama kawan maupun kerabat, selanjutnya yang paling ditunggu adalah ajang foto-foto, dimulai dari foto makanan, foto selfie, foto beramai-ramai, dan satu yang tidak pernah lupa adalah segera mengunggahnya di media sosial. Tentu saja yang kerap terselip di acara tersebut adalah membahas tentang kehidupan orang lain dengan nuansa satire.

Semoga saja, shalat tarawih di masjid tidak terlewat karena orang-orang lebih mengutamakan kemeriahan ini. Tidak hanya cukup sehari, aktivitas berbuka bersama sejenis ini bisa terjadi berulang-ulang, mungkin lebih sering dibandingkan buka bersama dengan keluarga.

BACA JUGA :   PSBB : Sintuhan Bimbo, Jiayou, dan Hak atas Kota

Hal lainnya adalah tradisi mudik, yang ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Bagi mereka yang ‘memaksakan’ untuk pulang kampung sesungguhnya memiliki resiko tinggi, terutama bagi mereka yang tidak memiliki biaya yang cukup sehingga harus melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan roda dua. Tidak jarang kita melihat 4 orang (ayah ibu dan 2 anak) ditambah dengan perlengkapan kanan kiri di atas motornya. Resiko keselamatan jiwa baik diri sendiri dan anak istri menjadi prioritas kedua, karena yang utama adalah mudik.

Maka tak heran angka kecelakaan lalu lintas sepanjang perayaan idul fitri meningkat tajam dibanding hari-hari biasanya. Dapat dilihat dari data yang dilansir oleh The Indonesian Public Health Portal pada 18 April 2020 (www.indonesian-publichealth.com) yang membandingkan data rata-rata kecelakaan per hari yaitu sebanyak 233 kasus, sementara selama periode Lebaran tercatat ada 326 kejadian; artinya terjadi peningkatan sekitar 71%.

bersambung ke hal berikutnya….

Check Also

Pahala BTN

Jalankan Strategi Dengan Tepat, Laba Bank BTN Kuartal III/2020 Naik 39,72%

INFO PERBANKAN – Mengakhiri kuartal III/2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan prestasi sangat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link