Memaknai Hari Raya Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid – 19

0

Namun perlu kita sadari bersama, sepanjang pandemi ini berlangsung masyarakat mulai peduli baik pada dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. Meskipun diawali dengan sejumlah protes sana sini akibat dilarangnya beribadah secara berjamaah di tempat peribadatan umum termasuk masjid, faktanya secara perlahan masyarakat mulai menyadari untuk menghindari kerumunan demi keselamatan bersama.

Artinya, masyarakat mulai menyadari signifikansi dari praktik untuk jaga jarak, rajin cuci tangan, dan menggunakan masker saat keluar rumah atau tetap memakai masker di dalam rumah saat merasa kurang sehat, serta membatasi diri untuk melakukan aktivitas kumpu-kumpul sebagaimana yang kerap dilakukan sebelumnya. Sementara bentuk kepedulian pada orang lain mulai meningkat, terutama di bulan Ramadan ini.

[irp]

Salah satu contohnya adalah dengan menggantungkan bahan makanan di pagar rumah agar dapat diambil bagi mereka yang memerlukan, menyalurkan donasi dalam bentuk uang, bahan pangan, maupun peralatan kesehatan. Semua hal tersebut adalah salah satu bentuk sedekah yang dianjurkah Allah selama bulan Ramadan ini.

Hal-hal sederhana seperti itu yang sebelumnya tidak ada dalam mindset kita, yaitu peduli akan diri dan orang lain sekarang muncul. Nurani kita terusik untuk membantu sesama karena empati kita sedang bekerja. Ini semua bukanlah hal yang terjadi tanpa sebab-musabab karena Allah sesungguhnya telah memberikan potensi untuk berempati pada setiap manusia. Telah dibuktikan melalui penelitian dalam psikologi perkembangan melalui sebuah eksperimen bagaimana seorang bayi yang tadinya tenang tiba-tiba ikut menangis karena mendengar suara tangisan bayi lain (Hoffman, 1979).

[irp]

Keadaan ini menunjukkan adanya suatu reaksi yang menunjukkan kegelisahan bayi terhadap tangisan bayi lain yang mendukung gagasan bahwa ada kecenderungan ketertarikan secara biologis untuk merespon emosi negatif orang lain. Kemampuan dalam merespon emosi orang lain ini meningkat dan menjadi utuh secara afektif (perasaan) dan kognitif (pemahaman) seiring dengan bertambahnya usia.

Namun tentu saja tidak ada garansi apakah empati ini akan berkembang atau tidak. Seiring dengan usia dan fase perkembangan individu maka interaksi antar gen dan lingkungan saling tarik-menarik sampai akhirnya akan terlihat siapa yang paling dominan. Tanpa kita sangka, situasi pandemi ini telah membuat kita menyalakan kembali potensi empati kita yang mungkin selama ini sedang tertidur.

[irp]

Kembali pada tradisi menyambut Idul Fitri, adanya silaturahim, bermaaf-maafan, atau berkumpul bersama tidak hanya wajib dilakukan pada saat hari raya tiba. Bahkan di hari-hari biasa pun kita dianjurkan untuk melakukannya. Tuhan ingin kita memaknai Ramadan sebagai latihan agar saat tiba Idul Fitri nanti, kita telah suci seutuhnya  baik jiwa, raga, dan perilaku. Segala perbuatan baik atas dasar empati, semestinya akan terus berlangsung meskipun Ramadan telah usai dan ketika pandemi telah berakhir.

Pandemi ini adalah masa-masa kita semua kembali ke jati diri sebagai manusia yang asli, yang tidak punya kuasa menolak garisan Allah. Oleh karenanya pada Ramadan kali ini, Allah ingin agar kita benar-benar fokus untuk-Nya, yaitu dengan patuh dan melaksanakan perintah Nya dengan penuh kekhusykan. Sebagaimana janji Nya, saat kau mengingat Ku (Allah) maka Aku (Allah) akan lebih mengingatmu.

[irp]

Sebagaimana juga yang dikatakannya, dimanapun kau hadapkan wajahmu, disitulah wajah Ku (Allah). Pada akhirnya, semua ini merupakan salah satu metode yang diberikan Allah agar kita semua dapat menyempurnakan ketaqwaan kita terhadap-Nya. Apa yang telah kita lakukan ini merupakan pelatihan kita untuk kembali untuk menjalankan agama yang benar sebagaimana esensi Idul Fitri yang sesungguhnya

Oleh : Dr. Charyna Ayu, R., M.A
Dosen Fakultas Psikologi
Universitas Pancasila

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 182

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link