Friday , July 10 2020
Home / Indeks Berita / Membangun Family Resilience Di Tengah Pandemi Covid-19

Membangun Family Resilience Di Tengah Pandemi Covid-19

poto ilustrasi : Dharmawangsa Hills, Kota Bogor

KOLOM – Ketika artikel ini ditulis, sejenis virus yang masih terus dipelajari bentuk dan strukturnya, mengguncang hebat populasi dunia.

Jumlah kematian akibat virus ini terus meningkat dengan cepat. Virus ini mengakibatkan  sepertiga penduduk dunia harus menjalani lockdown, usaha bisnis mengalami penghentian paksa dan penutupan, bahkan kemungkinan untuk berlanjutpun tidak dapat diketahui.

BACA JUGA :   Pasar Permudah Distribusi Bahan Pokok Saat Pandemi COVID-19

Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi diliburkan, tempat-tempat wisata menutup dirinya, rumah ibadahpun menjadi sepi, dan event-event olahraga sekelas Olimpiade Tokyo batal. Coronavirus disease (COVID19) adalah suatu penyakit infeksi yang virus penyebabnya baru saja teridentifikasi.

WHO (who.int release April 2020) menyatakan bahwa orang-orang yang terinfeksi COVID19 akan mengalami penyakit pernafasan ringan sampai berat bahkan membawa kematian, dan hingga saat ini diakui belum ada vaksin yang secara khusus mampu menangani infeksi virus Corona. WHO mengingatkan bahwa untuk mencegah dan memperlambat transmisi COVID19 maka masyarakat harus mendapatkan informasi yang memadai dan menghindari kontak langsung dengan penderita. Penularan terjadi melalui bertransmisinya droplets ludah maupun cairan  hidung dari mereka yang terinfeksi.

BACA JUGA :   Helix Homes Tawarkan Investasi Properti Di AS

Menghadapi bencana ini, Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan dan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta Karantina Kesehatan, agar dapat memutus mata rantai penularannya. Dengan PSBB diharapkan pertemuan tatap muka serta kerumunan (crowd) sebagai sumber penularan penyakit semakin berkurang, aktivitas yang memerlukan interaksi tatap muka kemudian dialihkan melalui media digital. Kantor-kantor dan sekolah diliburkan, aktivitas bekerja dan belajar dilakukan dari rumah (Work from Home, Learn from Home).

Keluarga kemudian menjadi institusi yang paling merasakan dampak COVID19. Tiba- tiba seluruh anggota keluarga hanya beraktivitas di rumah saja, aktivitas sosial dibatasi, belum lagi banyak keluarga menghadapi krisis ekonomi yang cukup berat. Deretan masalah dalam keluarga akibat COVID19 semakin luas, mulai dari masalah ekonomi dan ancaman penyakit, masih ditambah dengan kecemasan yang tinggi, orang tua mesti mengatur kembali cara belajar anak, serta bagaimana pengelolaan rumah tangga yang sehat, ketika semua anggotanya berkumpul bersama di suatu rumah dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.

Dr. Ade Iva Murty, Msi.

Keluarga harus tetap sehat sejahtera, dan terlebih lagi mampu bertahan dan Tangguh menghadapi badai Corona ini. Bagaimana keluarga mampu bertahan? Apakah yang menjadi prasyarat untuk keluarga tetap Tangguh dan selamat melalui bencana COVID19?

BACA JUGA :   Berkantor Lebih Nyaman Di Green Building

Psikologi memakai istilah resilience untuk menjelaskan kapasitas seorang individu dalam menghadapi, mengatasi, atau mengalami transformasi sebagai akibat tantangan kehidupan yang tidak bisa dihindari. Resilience, diistilahkan juga dengan ketangguhan, adalah perilaku dan proses-proses untuk mempertahankan adaptasi positif dan keberfungsian individu dalam keadaan yang menantang atau tidak sehat.

Secara ringkas, ketangguhan biasanya dijelaskan dalam tingkatan individual, tetapi ketangguhan sebenarnya juga terjadi pada keluarga sebagai suatu unit sosial. Keluarga, seperti juga individu, mengalami tekanan, kemudian berproses untuk bangkit kembali, sampai akhirnya bertumbuh menjadi lebih baik dan kuat.

BACA JUGA :   Untuk Pembiayaan KPA, Meisterstadt Batam Gandeng Bank BNI

Apakah yang dimaksud dengan family resilience atau ketangguhan keluarga? Apakah keluarga yang Tangguh hanyalah keluarga yang dapat mengentaskan dirinya dari krisis kemiskinan? Seperti apa keluarga yang Tangguh? Apakah family resilience sekedar teori yang tidak dapat ditemui dalam dunia nyata?

Ketangguhan keluarga bukanlah mimpi dan teori, banyak cerita menjadi buktinya. Ketika wabah pandemi COVID19 ini melanda kita semua, saatnya keluarga untuk membangun ketangguhannya, bersama-sama sebagai satu kesatuan unit sosial yang menjadi pembentuk masyarakat. Family resilience di saat penuh kegentingan seperti saat ini, menjadi kekuatan yang sangat dibutuhkan, dan Indonesia tentu diharapkan memiliki keluarga-keluarga yang Tangguh untuk menang menghadapi pandemic COVID19.

Check Also

bedah rumah jambi

Program BSPS, Kementerian PUPR Rehab 4.500 Unit RTLH di Jambi

DAERAH – Sebanyak 4.500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Jambi tahun ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 172

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link